Berkenalan Dengan Kreasi Jelly Art


Jelly1Gambar bening mengkilat di samping seolah nampak seperti akuarium. Dengan ikan yang seolah berenang dengan riang di sela-sela tetanaman air yang hijau, siapa yang menduga gambaran tersebut bukan diambil dari sebuah akuarium. Tetapi jujur sayapun sangat terksemia ketika melihat benda tersebut untuk pertama kalinya. Bukan magic, bukan sulap. Benda yang menghasilkan gambar bening air kimplah-kimplah tersebut justru berupa padatan yang lembek dan kenyal. Ya, ternyata benda tersebut adalah agar-agar, alias jelly atau puding.

Ha? Agar-agar? Benarkah itu agar-agar? Lalu bagaimana mungkin agar-agar bisa menampilkan sebuah pemandangan akuarium yang bening, jernih penuh hijauan tanaman, bunga-bunga air, dan ikan yang berenang riang?

Agar-agar dengan tatanan hiasan sebagaimana gambaran akuarium yang saya singgung di atas, itulah yang dinamakan hasil karya jelly art. Jelly art merupakan sebuah kreasi seni gaya baru dalam menghias agar-agar alias puding. Saya juga sangat heran, bagaimana mungkin agar-agar yang meskipun padat kenyal akan tetapi sangat lembek dan rentan bisa-bisanya bisa dihias dengan aneka ragam rupa-rupa warna-warni di dalamnya.

Setelah turut menyaksikan langsung bagaimana sebuah agar-agar dihias dengan teknik jelly art, barulah tabir misteri yang sedari awal membuat rasa penasaran saya mulai turungkap. Untuk menghias sebuah bongkahan agar-agar dengan ikan-ikanan yang berenang sambil mengeluarkan gelembung-gelembung udara di tengah bebungaan dan rerumputan rupanya memang membutuhkan sebuah sentuhan rasa seni nan estetika yang tinggi. Alat-alat yang digunakan untuk menghias dengan teknik jelly art ini sebenarnya tergolong sangat sederhana. Hanya dengan alat suntik, beberapa pisau kecil yang secara khusus dibuat dengan berbagai bentuk di ujungnya dan sekedar ketelatenan, ketelitian, kesungguhan, serta sedikit imajinasi.

Jelly12 Jelly10

Bentuk bebungaan, dedaunan dan rerumputan dibuat dengan membuat tusukan yang menghasilkan sedikit sobekan di dalam agar-agar. Dengan menggunakan suntikan, pada rongga-rongga bekas sobekan tadi diisikan cairan agar-agar dengan warna-warni sesuai yang diinginkan. Ujung pisau dengan variasi bentuk yang berbeda ternyata menghasilkan efek sobekan dan rongga yang berbeda. Dari sinilah muncul bentuk-bentuk yang unik dan lucu. Penyuntikan warna-warni agar-agar yang digunakan untuk menghias dilakukan hanya dari salah satu sisi permukaan agar-agar. Untuk melihat hasil dari penataan menggunakan kombinasi antara alat suntik dan pisau khusus, maka agar-agar harus dibalik dan dilihat dari sisi yang berlawanan.

Adapun bentuk-bentuk binatang air, seperti ikan, udang, kuda laut, kepiting dan lain-lain dapat dibuat dengan teknik cetakan. Di toko-toko kue telah banyak tersedia aneka cetakan agar-agar sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Hasil cetakan agar-agar berbentuk binatang tertentu kadang perlu dihias lebih lanjut dengan teknik cat kuas, yaitu mengecat bagian bentuk tertentu menggunakan pewarna makanan dengan bantuan kuas lukis kecil. Tentu saja pewarna yang digunakan adalah pewarna khusus untuk makanan yang aman dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Jelly2

Kreasi jelly art memang masih merupakan sesuatu yang baru. Namun demikian, di beberapa media sosial telah terbentuk group atau forum para ibu-ibu dan remaja putri yang khusus saling berbagi tips dan ilmu jelly art. Bahkan ada juga beberapa kaum pria yang turut menjadi anggota group dan tidak kalah antusia untuk belajar menghias agar-agar.

Hiasan agar-agar sebagai kolam ikan sebagaimana saya contohkan bukanlah satu-satunya kreasi yang dihasilkan dari seni jelly art. Beberapa penggelut jelly art bahkan sudah bisa membuat kue ulang tahun berbahan jelly. Ada pula tumpeng yang lengkap dengan sayur-mayur, lauk-pauk, telur ceplok mata sapi, dan segala kelengkapannya juga dari agar-agar. Bahkan bentuk mie instan, sayur wortel, buah-buahan juga bisa dihasilkan dari kreasi jelly art.

Beberapa hari lalu, saya berkesempatan menyaksikan secara langsung antusiasme ibu-ibu anggota arisan di suatu RT di kawasan Perumahan Setneg tengah asyik menyaksikan demo kreasi jelly art. Tidak hanya mendengarkan petunjuk dan tips-tips membuat berbagai bentuk hiasan dengan kreasi jelly art, mereka juga sangat antusias untuk langsung memegang jarum suntikan dan mempraktekkan pembuatan hiasan mawar di gelas-gelas mini berisi agar-agar warna bening.

Demo Jelly5 Demo Jelly1

Demo Jelly3

Tidak hanya sekedar menyalurkan ide dan kreasi baru, jelly art bahkan telah menjadi bisnis rumah tangga pada beberapa kalangan penggelutnya. Pesanan jelly ulang tahun, suguhan arisan, bahkan untuk bingkisan hantaran acara pernikahan dan bingkisan lebaran juga telah beredar agar-agar yang menjadi alternatif kue-kue yang selama ini umum dipergunakan secara luas. Keunikan bahan baku yang digunakan memang menjadi daya tarik tersendiri dan sebuah sensasi luar biasa bagi orang-orang yang baru berkenalan dengan jelly art ini. Bisa jadi terlintas di pikiran alangkah sayangnya karya seni jelly art yang indah harus dimakan. Mungkin berhari-hari jelly hasil karyanya hanya ditimang-timang dan dilihat-lihat tanpa dimakan karena saking sayangnya. Inilah sindrom jelly art!

Tidak harus selalu berakhir dengan sebuah gerakan besar, menekuni seni jelly art setidaknya bisa menjadi pengisi waktu untuk membunuh rasa jenuh sekaligus untuk menghilangkan stress pikiran karena berbagai persoalan sehari-hari. Dengan kreasi ini mungkin bakat-bakat terpendeam dapat bangkit kembali, setidaknya dengan kreasi jelly art bisa membuat anak-anak, cucu-cucu atau kerabat dan teman-teman kita yang turut menikmati santapan agar-agar dengan hiasan nan unik dapat turut merasakan sebuah kebahagian tersendiri. Bukankah rasa bahagia itu yang senantiasa kita cari-cari dalam hidup kita?

Ngisor Blimbing, 14 September 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Ngisor Blimbing dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s