Keunikan China Town Singapura


EMPAT HARI TIGA MALAM DI SINGAPURA (9)

Di Muntilan ada Pecinan. Di Magelang ada Pecinan. Di Semarang, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta, bahkan di luar pulau Jawa sekalipun seperti Medan, Palembang, Pontianak, Manado, Makassar juga ada kawasan khusus yang menjadi pemukiman warga keturunan Tionghoa yang dikenal sebagai Pecinan. Tidak hanya di dalam negeri, di berbagai negara di berbagai wilayah belahan dunia juga tersebar kawasan Pecinan, atau lebih terkenal dengan sebutan China Town. Di Kuala Lumpur ada China Town, di Singapura ada China Town, di Amerika Serikatpun banyak dijumpai kawasan China Town.

China Town1Berbicara mengenai salah satu ciri atau keistimewaan negeri Singapura, nampaknya tidak terlampau berlebihan jika tidak mungkin menghindarkan dari tema China Town Singapura. Bagaimanapun negeri terkecil namun termaju di kawasan Asia Tenggara ini secara historis maupun kondisi saat ini tidak akan terpisahkan dengan kaum peranakan dari negeri Tirai Bambu, bahkan mayoritas penduduk Singapura adalah etnis Tionghoa dengan dominasi melebihi 75%. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap sistem sosial, tradisi dan budaya setempat.

Meskipun pada awalnya negara pulau yang dibangun oleh Thomas Raffles semenjak awal abad XIX ini atas kerja sama perjanjian dengan Kasultanan Johor, namun sebagai pusat pelayaran dan perdagangan di jalur silang antara Asia-Australia dan antara Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik, tentu Singapura menjadi pusat pergaulan berbagai masyarakat dunia. Banyak anak bangsa dari berbagai negara melintasi, singgah, bahkan juga menetap di pulau yang terus berkembang membawa janji kesejahteraan bagi siapapun yang ingin mengadu nasib di atasnya.

Ketidakstabilan politik diantara pergantian dinasti penguasa negeri Tiongkok yang silih berganti telah turut mendorong penyebaran bangsa China ke berbagai pelosok dunia. Salah satu tempat yang menjadi perantuan bangsa pemberani adalah pulau Tumasik atau Singapura di selat Malaka. Keberadaan etnik China di negeri ini semakin meningkat dari masa ke masa, hingga pada akhirnya suku bangsa inilah yang mendominasi komposisi penduduk Singapura hingga hari ini. Wajah bangsa Singapura sebagai warga negara dan penduduk Singapura tidak beda dengan wajah-wajah saudara senenek-moyangnya di Beijing, Shanghai, Hongkong, juga Taiwan. Maka tidak terlalu aneh jika kita berkesempatan mengunjungi Singapura seolah kita dibawa mengunjungi negeri China. Di samping warga berkulit kuning dengan bola mata nan khas, berbagai arsitektur bangunan, irama kehidupan, bahkan beragam seni tradisi China sangat mendominasi warna budaya Singapura. Dan pusat dari semua unsur dan nafas China itu adalah China Town di salah satu sudut selatan kota Singapura.

China Town3 China Town4

Bangunan tinggi dengan dominasi merah menyala, dengan mahkota atap lengkung yang dijaga oleh naga api bertubuh hijau, dengan ratusan lampion merah berbalut benang emas kemilau, dan dengan penjagaan ketat dari berbagai dewa langit, dewa bumi, dewa laut, itulah yang akan menyambut setiap tamu yang bertandang di kawasan China Town Singapura. China Town Singapura merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan yang mengunjungi negeri yang dipimpin Perdana Menteri Lee Shio Long ini.

Selain melihat keunikan dan kekhasan bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur tua yang sangat bersejarah, berkunjung ke China Town juga sering disuguhi dengan berbagai seni atraksi khas Tiongkok, seperti pertunjukan barongsai, liong, juga aksi seni bela diri yang sangat memukau. Mengunjungi China Town dengan puncak kesemarakan upacara dan pentas seni khas negeri Tirai Bambu tentu paling tepat dilakukan pada saat perayaan Cap Go Meh, tepat lima belas hari setelah pergantian tahun baru China atau Imlek. Namun demikian, di hari-hari biasapun China Town senantiasa menggeliat dengan aktivitas kesehariannya yang selalu terasa unik bagi kalangan wisatawan yang berkunjung ke Singapura.

China Town2

Selain merasakan atmosfer budaya Tiongkok dari bangunan ataupun seni pertunjukannya, China Townpun menyuguhkan aneka pernak-pernik khas negeri kampung halaman Bruce Lee. Ada sajian kuliner khas China, ada pula berbagai barang antik, khas, ataupun souvenir yang bisa dijadikan cinderamata. Di berbagai kios sederhana sepanjang Pagoda St, pengunjung dapat melihat, memilih, menawar,sekaligus memborong barang-barang unik sebagai oleh-oleh untuk sanak kerabat di tanah air. Ada barongsai mini, liong mini, pagoda mini, berbagai lonceng unik, bahkan baju dan kaos bermotif dan bercorak China. Inilah yang menjadikan China Town menjadi salah satu kawasan belanja souvenir yang ramai dikunjungi wisatawan. Bukan saja karena tawaran berbagai barang unik, tetapi yang lebih menarik adalah penawaran harga yang cukup miring, bahkan dapat melakukan tawar-menawar.

Selain berbelanja berbagai jenis souvenir khas China ataupun kota Singapura, kawasan China Town juga menawarkan barang elektronik berbagai rupa. Ada hand phone, gadget, laptop, komputer, kamera, bahkan televisi dan lemari es. Selain lengkap dengan berbagai barang elektronik, aneka merek dari berbagai produk ternama juga dapat dijumpai di kawasan ini, mulai merk barang China, Korea, Jepang, bahkan Eropa dan Amerika. Kawasan China Town memang menjadi salah satu sentra perniagaan yang sangat penting di Singapura. Dan bukankah memang sudah termasyur dimanapun masyarakat China berada, disanalah kegiatan perniagaan berkembang pesat. Mungkin memang sesuai dengan catatan sejarah yang telah menuliskan dengan tinta emas bahwa bangsa China adalah bangsa pengembara dan pedagang yang sangat ulet, serta sukses menguasai perekonomian dalam suatu komunitas masyarakat.

Es Cream3

Untuk urusan sajian jajanan yang paling khas dari kawasan China Town, tidak sedikit para wisatawan dari berbagai negara yang mengamini dan setuju dengan es cream potong. Es cream potong merupakan es cream padat yang lain daripada cream lembek sebagaimana es cream yang banyak kita jumpai di tempat lain. Penamaan es crea, potong tentu saja tidak lepas dari penyiapan penyajian yang dilakukan dengan memotong padatan batangan es cream sesuai ukuran yang diinginkan pembeli. Meskipun hanya merupakan sajian kaki lima yang dijual di atas motor tua oleh penjual yang sudah tua pula, namun es cream potong seolah telah menjadi ikon China Town dan ratusan orang tiap hari rela antri berpanas-pansan untuk sekedar mencicipi lelehan irisan es cream berlapis roti potong atau creep.

Kawasan China Town Singapura dapat dicapai menggunakan aneka bus kota dari berbagai sudut Singapura. Selain itu kawasan ini juga dapat diakses dengan MRT jalur DT maupun NE dan turun di stasiun China Town. Tidak pelu benar-benar jauh mengunjungi negeri China hanya untuk merasakan sensasi suasana hiruk-pikuk aktivitas keseharian bangsa China, China Town cukup mengobati rasa penasaran lho!

Ngisor Blimbing, 9 September 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s