Nikmat Es Cream Potong Khas Singapura


EMPAT HARI TIGA MALAM DI SINGAPURA (8)

Es Cream6Berjalan di siang hari yang terik dengan sinar matahari tentu membuat tenggorokan kering kehausan. Dalam suasana demikian, alangkah segarnya bila menyantap es cream yang dingin menyejukkan. Lelehan cream yang setengah lembek setengah encer menambah cita rasa yang sulit dibayangkan. Terlebih kini es cream hadir dalam berbagai pilihan rasa yang membuatnya lebih menggoda, ada rasa coklat, vanila, strawberi, durian, mangga, kopi, bahkan pisang juga ada.

Bayangkan menyantap es cream yang lembek bin mudah meleleh dalam cuaca panas semromong, tentu saja membutuhkan ketrampilan ekstra trengginas kalau tidak ingin es cream cepat leleh dan kita kehilangan waktu untuk menikmatinya dengan tuntas. Menikmati es cream terkadang memang memerlukan waktu yang harus cepat, kalau tidak bisa dikatakan terburu-buru. Hal ini menjadi semakin pelik jika kita menikmati es cream yang hanya ditampung pada selapis contong creep atau sempe, apalagi jika hanya diapit selapis roti iris di sisi kanan-kiri atau atas bawah es cream yang lembek tersebut.

Namun, rupanya ada juga varian es cream yang tidak terlalu lembek. Es cream ini justru memiliki tekstur yang lebih padat sehingga memungkinkannya lebih keras. Es cream model yang satu inipun untuk mengambilnya tidak cukup dicendok dari gentong atau tremos sebagaimana biasa es cream dalam jumlah besar disimpan. Es cream yang saya maksudkan ini justru semenjak awal pembuatannya sudah dibentuk dalam balokan-balokan kecil, mirip batu bata. Setelah dikeluarkan dari wadah penyimpanan yang harus tetap dijaga suhu dinginnya, es cream tidak dicendok tetapi justru harus diiris alias dipotong-potong sebelum dihidangkan. Es cream inipun kemudian terkenal sebagai es cream potong! Unik bukan namanya?

Es Cream1 Es Cream2

Di Indonesia, bahkan di ibukota Jakarta saya sendiri belum pernah menemukan model es cream potong semacam yang saya kemukakan di atas. Pertama kali mendengar istilah es cream potong juga dari sebuah komik bertajuk Tiga Manula Keliling Singpura besutan Beny Rahmadi. Dalam salah satu sesi petualangn Tiga Manula, alias Om Liem, Mbah Waluyo, dan Engkong Sanip, tersebutlah ketiga pria gaek tersebut jalan-jalan menyusuri kawasan China Town alias Pecinan di salah satu sudut Kota Singapura. Di ujung jalan Pagoda St, di bawah gapura samping kuil Hindu, terkenallah penjual es cream potong yang menjajakan jualannya di atas sepeda motor tua.

Es cream potong di China Town Singapura memang sangat termasyur, tidak hanya bagi penggemar warga lokal tetapi hampir setiap wisatawan asing yang berkunjung ke Singapura dibuat penasaran setengah mati dan diprovokasi tidak syah kunjungannya ke negeri almarhum Lee Kuan Yew jika tidak kesampaian menikmati es cream potong.

Es Cream3 Es Cream6

Entah kenapa es cream potong di ujung China Town yang satu ini menjadi sangat legendaris dan terkenal seantero dunia. Mungkin penjual yang mangkal di lokasi ini secara turun-temurun merupakan generasi awal yang menciptakan kreasi es cream potong yang unik tersebut. Dari segi penampilan sang penjual, menu es cream potong bukanlah sebuah jajanan ala borjuis yang disajikan di restoran mewah. Hanya dengan gaya pedagang kaki lima yang mangkal di pinggir jalanan, justru penjual es cream potong bisa menghadirkan sebuah kedekatan, kehangatan dan keakraban interaksi antara penjual dan pembeli. Sebuah suasana cair sebagaimana es cream yang mudah lembek dan cair yang semakin dirindukan manusia modern yang semakin asing satu sama lain dalam pergaulan sehari-hari.

Antusiasme dan kesakralan es cream potong seolah tercermin dari antrian panjang para pengunjung yang mengular hanya untuk sekedar menikmati es cream potong. Dengan hanya dilayani seorang bapak tua setengah uzur, tentu saja calon pembeli harus ekstra sabar menantikan pesanannya selesai disiapkan. Ada beberapa pilihan rasa yang dapat dipilih, seperti rasa coklat, vanila, strawberi, anggur, mangga, dan juga pisang. Cara penyajiannyapun dapat memilih ditempatkan pada cup kecil atau sedang, atau diapit dengan dua lapis potongan roti, atau dengan dua lapis tipis creep coklat. Hanya dengan merogoh kocek $S1,2 siapapun akan tertuntaskan rasa penasarannya terhadap es cream potong.

Es Cream4

Es Cream5

Es cream potong khas Singapura, ternyata tidak hanya dijajakan di sudut Pagoda St kawasan Chinan Town, di beberapa lokasi lain juga bisa dijumpai penjual es cream potong di atas gerobak sederhana yang ditempatkan di punggung sepeda motor tua dengan bapak tua penjualnya. Di ujung Bugis Street yang merupakan kawasan berbelanjaan utama bagi wisatawan yang mengunjungi negeri singa juga dapat ditemukan penjual es cream potong. Di sini justru es cream potong dijual lebih murah, hanya $S1. Mungkin karena es cream potong yang paling ternama di China Town, sehingga di tempat lain es tersebut dijual lebih murah. Namun dari segi rasa dan cita nikmatnya tentu tidak berbeda.

Nah selamat menikmati es cream potong khas Singpura jika kebetulan Anda berkunjung ke negeri tetangga di pulau Tumasik. Rasakan sensasi dan puaskan rasa penasaran Anda tentang es cream potong.

Ngisor Blimbing, 7 September 2

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Nikmat Es Cream Potong Khas Singapura

  1. Ping balik: Es Krim Potong Singapura | Si Ponang Bocah Magelang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s