Menyambangi Singa Muntah di Merlion Park


EMPAT HARI TIGA MALAM DI SINGAPURA (2)

Merlion Park4Pantas saja negeri tetangga sebelah ini berjuluk Singapura. Rupa-rupanya memang ada beberapa patung singa raksasa yang bertebaran di beberapa sudut pulau Temasek. Tetapi tentu saja singa yang ada bukanlah singa sembarang singa. Singa inilah yang terkenal kondang kaloka di seluruh penjuru bumi sebagai merlion. Sebagai sebuah simbolisasi identitas negeri Singapura, merlion seolah telah melebihi lambang negara resmi. Ia adalah landmark utama Singapura.

Merlion merupakan perwujudan gabungan antara dua makhluk sekaligus, yaitu singa di bagian kepala dan duyung atau sejenis udang di bagian tubuh ke bawah. Merlion merupakan penggambaran binatang singa laut. Patung merlion mengingatkan akan kisah tentang Sang Nila Utama yang legendaris, yang melihat seekor singa selagi berburu di sebuah pulau, dalam perjalanannya ke Malaka. Pulau itu belakangan dikenal sebagai pelabuhan Temasek, yang kemudian menjadi Singapura. Simbol ini seolah ingin menyatakan bahwa Singapura merupakan sebuah negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan di darat maupun di laut sekaligus.

Sentosa1

Konon katanya, fakta telah mencatat bahwa di seluruh penjuru negeri Singapura terdapat paling tidak tujuh patung merlion. Meskipun patung merlion tertinggi dengan ketinggian 37 meter berada di pusat pulau Sentosa, namun patung merlion yang paling terkenal dan legendaris justru patung merlion yang terdapat di muara sungai Singapura atau kawasan Marina Bay. Patung setinggi 8,6 meter dan memiliki berat 70 ton dari konstruksi cor-coran semen inilah yang dikenal sebagai sosok patung singa muntah dikarenakan dari mulutnya yang menganga menghadap ke lautan lepas tersembur air yang mengibaratkan melesatnya cita-cita bangsa Singapura untuk selalu menjadi yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.

Adalah si Ponang yang sangat terkesima dengan komik Kisah Tiga Manula Jalan-jalan ke Singapura (Mbah Sanip, Liem, dan Mbah Waluyo), sehingga ia sangat berhasrat untuk pada suatu saat dapat mengikuti jejak ketiga simbah idola tersebut. Maka begitu datang kesempatan mengunjungi Singapura, ia langsung gandrung untuk segera dapat melihat secara langsung seperti apa patung Merlion di Merlion Park yang diistilahkan oleh Mbah Waluyo sebagai patung singa muntah.

Di hari pertama kedatangan kami, senja itu kami meluncur dari halte bus Opp Masjid Mohd Saleh dengan bus nomor 100 menuju kawasan Merlion Park. Buspun meluncur membelah keramaian senja yang nampak dengan kesibukan para pekerja yang pulang kantor. Jalanan yang lebar, rapi, nan tertib menimbulkan kekaguman tersendiri dimana kota yang sangat padat seperti Jakarta ini tidak mengalami kemacetan parah.

Merlion Park6

Setelah melewati Beach Street kami disuguhkan pemandangan berbagai gedung pencakar langit di sisi kanan-kiri. Kamipun sempat melewati Hotel Raffles yang legendaris karena sosok inilah yang dinobatkan sebagai pembangun Kota Singapura dari sebuah pulau tak bertuan menjadi pusat perdagangan dan transportasi yang sangat strategis. Akhirnya kamipun turun di halte yang terdapat di depan Hotel Fullerton tepat di tepian Marina Bay dimana Merlion Park berada.

Merlion Park dengan ikon singa muntahnya menjadi daya tarik utama yang menyedot ribuan pengunjung setiap harinya. Di titik inilah para wisatawan berkumpul dan mengabadikan diri berlatar patung merlion sebagai sebuah bukti kedatangan di Singapura. Ke Singapura tanpa ke Merlion Park tentu terasa sangat hambar dan terasa sangat tidak lengkap.

Merlion Park5

Merlion Park11 Merlion Park8

Merlion Park7 Merlion Park9

Selain berfoto dengan pose sewajarnya di bawah patung merlion, muntahan air dari mulut singa membuat para pengunjung banyak yang berpose unik untuk mengekspresikan keceriaan berada di bawah guyuran air. Ada yang berpose seolah-olah kedua tangan tengadah mewadahi muntahan air. Ada yang berpose keramas rambut di bawah pancuran besar. Bahkan ada pulan yang mengelus kepala singa sehingga sang singa menjadi muntah air. Di era serba narsis dan selfie ini tentu saja semua itu dipandang wajar dan sah-sah saja untuk dilakukan oleh siapapun.

Suasana tepian Marina Bay di senja hari sangat ramai. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi warga maupun turis asing untuk menikmati suasana senja di tepian timur Singapura. Selain menikmati patung merlion, di Merlion Park kamipun dapat langsung menikmati beberapa ikon landmark Singapura yang lain, seperti gedung Eksplanade, Singapore Flyer, gedung Marina Bay Sands, juga berbagai atraksi perahu wisata yang hilir mudik di tengah teluk.

Di kawasan ini selain taman terbuka yang menghadap langsung ke Marina Bay, pengunjung juga akan disuguhkan deretan kafe dan restoran terbuka yang langsung dikipasi dengan semilir angin laut di senja hari. Di sinilah warga dan turis saling berbaur dengan obrolan yang mengasyikkan satu sama lain. Bagaimanapun bagi siapapun yang baru menginjakkan kaki pertama kali di Merlion Park pasti memiliki kesan tersendiri yang tidak akan pernah bisa terlupakan. Monggo sakali-kali dolan dan reriungan di bawah patung singa muntah.

Ngisor Blimbing, 23 Agustus 2015

 

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Menyambangi Singa Muntah di Merlion Park

  1. arista berkata:

    Lha kok pemerintah e ora nyiapke kantong plastik.
    kudune udel e singo di tempel salonpas, ben ra muntah selama perjalanan mas :))

    Suka

  2. Ping balik: Lima Puluh Tahun Negeri Singapura | Sang Nananging Jagad

  3. Ping balik: Sensasi Kemegahan Marina Bay Sands | Sang Nananging Jagad

  4. Ping balik: Kabut: Kebat Kebit Balap F1 Singapura 2015 | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s