Catatan Hari Anak Yang Terlewat


Anak dan AlamAnak lahir secara alamiah dari kandungan ibu. Sedangkan alam telah menghamparkan keindahan ibu pertiwi. Maka secara naluri alamiah, seorang anak manusia akan merasakan ketentraman dan kedamaian, termasuk kenyamanan nyata tatkala dapat bersatu padu dengan alam. Ketika semua hubungan alamiah itu dirangkai oleh ketulusan kasih sayang Tuhan, maka sepanjang masa akan selalu abadi terjalin segitiga cinta suci antara Allah-Aku(Anak)-Alam.

 Anak dilahirkan untuk mulai mengenal alam. Tentu saja ibu, bapak dan manusia dewasa di sekitar lingkungannya yang pertama-tama mengajarkan dan mengenalkan tentang warna-warni alam sekitar. Mulai di alam kandungan, tatkala Tuhan telah meniupkan bagian ruh sucinya ke dalam jiwa sang bayi, ia dengan ikhlas telah menjalani kesunyian alam rahim. Semenjak usia sekian detik, seorang anak sudah mulai mengenal kasih sayang tulus seorang ibu lewat tetesan air susunya. Sekian waktu berjalan ia mulai mengenal gelap-terang, panas-dingin, kenyang-lapar, kantuk-terjaga dan lain sebagainya. Iapun mulai mengenal matahari, bumi, dan air. Ia belajar kehidupan dengan mengenal alam.

Keterpaduan kesatuan antara anak dan alam adalah sebuah garis kehidupan. Lihatlah betapa sangat riang cerianya seorang bocah yang bermain air, bermain lumpur, bermain pasir, bermain hujan-hujanan, dan segala permainan yang menyatu dengan alam. Kebahagiaan sejati seorang bocah adalah tatkala ia mengekspresikan diri dalam keluasan kemerdekaan alam. Rumah memang sangat perlu untuk berteduh, namun alam di luar rumah juga memberikan keasyikan alami untuk meraih bekal hidup. Main di luar rumah menawarkan seribu bahkan mungkin lebih dari sejuta peluang pengalaman dan pembelajaran hidup. Maka nenek moyang di masa lalu secara kreatif menggali ide berbagai permainan sederhana bagi anak-anak untuk bersatu padu dengan alam.

AnakAlam1Lihatlah beberapa contoh permainan tradisional yang masih tersisa hidup di tengah masyarakat pedesaan. Jet-jetan, jilungpet, gobak sodor, benthek, engklek, eggrang, jirak, merdeka, tong-tongan, hingga kenekeran. Jet-jetan misalnya, permainan ini mengajarkan ketahanan nafas dan fisik prima dalam berlari. Jet-jetan juga mengajarkan kerjasama dan kekompakan tim, termasuk pengajaran tentang reward and punishment. Bahkn secara filosofis permainan yang konon digagas Kanjeng Sunan Kalijaga ini mengajarkan tentang keteguhan seorang muslim dalam memegang janji setia yang terikrar dalam dua kalimah syahadat. Barangsiapa berpegang teguh kepada kedua kalimah syahadat, maka hidupnya akan selamat dunia hingga akhirat.  Namun barangsiapa tergoda oleh rayuan setan, maka terlepaslah ia dari janji suci dua kalimah syahadat dan akan mengalami kesengsaraan hidup abadi.

Aneka ragam permainan tradisional sebagian besar dilakukan di luar rumah, menyatu padu dengan alam. Hal ini merupakan satu pesan penting bahwa manusia tidak bisa lepas dari ketergantungannya terhadap alam. Anak dan alam, manusia dan alam adalah keniscayaan hidup. Maka gagasan permaian yang menyatukan anak manusia dengan alam merupakan sarana pendidikan untuk mengenal, memahami, menyerap pengetahuan, membuka misteri, namun sekaligus juga bermakna sangat dalam mengenai pentingnya melindungi dan melestarikan alam.

AnakAlam4Alangkah sangat berbahagianya anak-anak di desa yang masih sangat karib dengan alam. Setiap hari, setiap saat, mereka dengan bebasnya mengekspresikan kecintaannya kepada alam. Teras, kebun, sungai, sawah, hutan, hingga gunung bisa menjadi arena permainan yang mengasyikkan. Bermain tanah, bermain air dengan ciblon, renang, rakit-rakitan, perahu mungil, bendungan, pancuran hingga kincir air pastinya menawarkan kedalaman makna tersendiri. Bening dan jernihnya air yang mengalir seolah mengajarkan tentang pentingnya memelihara kejernihan hati dan pikiran yang di masa kini sudah semakin ditinggalkan banyak orang. Air seolah memandu anak untuk mengalirkan hidup secara mbanyu mili, penuh kedalaman makna, jernih, bening, namun juga menyimpan sejuta spirit energi untuk menghidupi kehidupan.

Sawah yang terbentang luaspun menawarkan seribu satu kemungkinan ekspresi kreativitas aktivitas permaian yang bisa ditemukan seorang bocah. Bermain lumpur, tanam-menanam tanaman, hingga mencari jangkrik ataupun precil kecil untuk makanan burung.  Alam menjadi sahabat sejati bagi anak-anak dalam menemukan karekter dan jati dirinya. Alam senantiasa setia menawarkan segala kejujuran keindahan, keteduhan, ketentraman, dan kealamiahan yang tanpa kepalsuan.

Tidaklah mengherankan jika dalam khasanah pendidikan modern, pengenalan anak terhadap alam kembali digemakan. Maka digagaslah mata ajar yang sangat sarat dengan muatan kecintaan untuk melestarikan alam. Bahkan banyak pula anak-anak yang khusus diajar di kelas alam. Semua gagasan tersebut tak lepas dari pengalaman sejarah nenek moyang kita yang tidak terpisahkan dengan alam dan menjadikan alam sebagai bagian pembelajaran kehidupan yang terus-menerus dilakukan sepanjang hayat di kandung badan.

AnakAlam2 AnakAlam3

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan kota memang sedikit kurang beruntung dalam mengenal alam yang benar-benar asli alam. Keterbatasan lingkungan fisik dan kesempitan waktu yang bergerak lebih cepat di kota, menjadikan alam seolah sesuatu yang sangat asing dan sekedar menjadi sebuah cerita, bahkan dongengan indah bagi anak kota. Rasa keterasingan terhadap alam itu kemudian di masa kini banyak disalurkan melalui acara yang ngetren disebut sebagai out bond. Dalam kegiatan out bond, anak-anak dibawa ke luar kota ataupun pinggiran kota yang masih memiliki lingkungan alam yang asri. Di sanalah anak-anak tersebut diperkenalkan berbagai komponen lingkungan, serta hubungan timbal balik yang terjadi dalam relasi ekosistem yang sebelumnya hanya didengar lewat teori di buku pelajaran.

Layang3  LintasTerowongan

Dimuat di Malajah Suara Gemilang Edisi Mei 2015.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Catatan Hari Anak Yang Terlewat

  1. Ping balik: Menyemangati Diri untuk Ngeblog | Exploration!

  2. Muh.Ahsan berkata:

    Wah, sepertinya ini yang kemarin membuat saya penasaran sama halaman sampul majalah yang dimaksud Mas Hanafi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s