Ramadhan dan Keamanan


Masih melanjutkan serial tulisan mengenai Ramadhan di Kampung. Kali ini kaitan antara keberadaan bulan Ramadhan dan keamanan kampung. Ramadhan sebagai bulan pelaksanaan puasa justru terkadang tidak dimaknai dengan pola makan yang lebih sederhana. Dikarenakan seharian penuh tidak makan dan minum, sebagaian besar ummat justru ingin menuntaskan segala hasrat soal makan begitu tanda berbuka puasa tiba. Kolak, es teh, es buah, es kelapa muda, sirup merupakan beberapa contoh minuman yang ingin segera disambar tatkala Maghrib tiba. Demikian halnya dengan menu makan besar, seperti opor, sate, gulai, ayam bakar, nasi rendang, dll, seolah ingin segera dipindahkan dari wadahnya langsung ke perut. Pelajaran puasa yang memiliki inti terhadap penahanan hawa nafsu, seketika jebol begitu adzan Magrib berkumandang.

Ramadhan yang segera akan diikuti

Bersamaan bulan Ramadhan, perondaan di kampung-kampung justru diaktifkan.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s