Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(11)


JALAN PAGI KE KL TOWER

KL Tower1Dalam plesiran keluarga kecil kami ke Kuala Lumpur beberpa waktu silam, kami sungguh beruntung mendapatkan tempat menginap yang strategis di pusat KL. Menempati sebuah penginapan sederhana di bilangan kawasan Masjid Jamek yang berdampingan dengan jalur protokol menjadikan kami dekat untuk pergi ke titik-titik penting. Ingin ke Dataran Merdeka, cukup jalan kaki tak lebih dari 10 menit. Ingin ke stasiun Masjid Jameek untuk berpetualang ke berbagai penjuru KL, cukup jalan 3 menit.

Di samping pilihan sarana transportasi kereta api, penginapan kami juga sangat berdekatan dengan berbagai jalur bus, termasuk bus GoKL yang gratis itu. Walhasil, jadilah kami setiap hari menikmati kemewahan bertransportasi massal dengan nyaman dan murah, bahkan gratis.

Melancong ke negeri orang alangkah sayangnya jika waktu tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk berkunjung atau menjelajahi berbagai tujuan wisata ternama. Demikian halnya waktu pagi sesaat setelah bangun tidur. Meski pagi masih remang-remang, beberapa kali kami menikmati dengan jalan-jalan beberapa blok dari penginapan dan kami sambung dengan menikmati GoKL. Di salah satu pagi nan cerah, bus GoKL Purple Line mengantarkan kami ke KL Tower.

GoKL1   KL Tower4

Dari penginapan sebenarnya KL Tower nampak dengan sangat gagahnya. Menara kebanggaan warga KL jauh sebelum Twin Tower dibangun tersebut seolah memanggil kami untuk menyambanginya semenjak hari pertama kedatangan kami. Dengan menaiki GoKL dari halte di tikungan Museum Telkom, KL Tower dapat dicapai tidak lebih dari 5 menit dan hanya melewati dua halte bus.

Menara setinggi 420 meter ini mulai dibangun pada 1984 dan baru selesai untuk difungsikan pada tahun 1996. Fungsi utama menara yang berdiri di atas bukit Nanas ini untuk sarana telekomunikasi. Namun demikian, semenjak desain awalnya di samping memerankan fungsi utamanya tadi, KL Tower sengaja dirancang sekaligus sebagai salah satu landmark kebanggaan warga KL. Dan nyatanya KL Tower kini menjadi salah satu tujuan wisata utama di KL. Bagi siapapun yang mengunjungi KL, rasanya tidaklah lengkap tanpa singgah di KL Tower.

Setelah turun di halte Menara Weld di pertigaan Jalan Chulan, kami tapaki jalanan menanjak yang menaiki Bukit Nanas. Dengan tarikan nafas dan langkah kaki yang ekstra, lima belas menit kemudian kami telah berada di gerbang utama. Dari titik ini perjalan mengitari bukit di pusat KL tersebut baru akan dimulai. Setelah bertanya kepada petus keamanan di pos, pagi cerah tersebut kami menaiki sebuah minibus shelter yang sengaja dipersiapan untuk setiap pengunjung. Enaknya lagi, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos seringgitpun untuk menaikinya.

Namanya bangun tidur di pagi remang-remang jalan-jalan. Waktu itu memang baru sekitar pukul 06.30. Dengan minibus shelter tersebut kami menapaki jalanan berkelok mengitari Bukit Nanas. Sisi tepian jalanan berupa kawasan hutan lindung yang hijau lebat. Sementara di batas cakrawala rapatnya pepohonan, tersembul gedung-gedung pencakar langit yang memberikan gambaran penataan kawasan kota yang modern menantang jaman. Inilah KL dari atas Bukit Nanas.

KL Tower5  KL Tower6

Tidak lebih dari 8 menit, kami tiba di sebuah pelataran yang cukup luas. Di sisi tepian terdapat area parkir yang cukup luas. Sementara di sisi tengah terdapat deretan gerai makanan dan souvenir yang mengarahkan pengunjung menuju pintu utama menara. Tepat di depan pintu utama terdapat pajangan sebuah mobil balap F1 dari Petronas dan Ferari. Tentu saja pajangan tersebut mengundang decak kagum dari anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun.

Kedatangan kami yang sepagi itu tentu saja hanya menemukan loket yang belum dibuka. Kedatangan kami memang sengaja hanya ingin melihat kawasan sekeliling KL Tower dan sama sekali tidak ingin membeli tiket untuk menaiki pucak KL Tower. Bagaimanapun bandrol tiket 90 RM masih terlalu sayang untuk dirogohkan dari kantong tipis kami. Namun demikian, banyak hal yang bisa dieksplorasi secara gratis di sekitar KL Tower.

KL Tower7Dari pintu utama di pelataran dasar, kami menaiki sebuah eskalator yang membawa ke lantai dasar sisi atas. Di sini terdapat selasar yang mengelilingi KL Tower dengan berbagai gerai dan pajangan hal-ihwal KL Tower. Bagi pengunjung yang ingin menaiki hingga ke puncak menara dan menikmati sensasi pemandangan maupun menikmati sajian kuliner di restonya, tiket dapat dibeli di loket yang berada di sisi kanan selasar.

Dengan mengelilingi selasar secara melingkar, pengunjung disuguhi berbagai foto, gambar dan informasi mengenai KL Tower maupun Malaysia secara umum. Di sisi belakang selasar terdapat sebuah arena panggung pertunjukan yang biasa dipergunakan untuk pentas seni budaya khas Melayu maupun pertunjukan musik modern. Di tempat ini kami sempat melihat seperangkat gamelan yang diberi keterangan sebagai gamelan khas asli Malaysia yang selintas mirip-mirip dengan perangkat gamelan Jawa. Ada gong, bonang, saron, gambang dan beberapa perangkat musik lainnya.

Satu hal unik yang kami lihat di sisi kiri selasar adalah keberadaan sebuah pohon besar yang menjulang tinggi. Keberadaannya seolah menjadi paku di sisi bangunan KL Tower yang menjadikannya tegak lurus tak goyah oleh cuaca maupun guncangan gempa. Penampilan pohon yang lurus dengan pucuk menghijau di puncak pohon menambah keanggunan sosok pohon langka tersebut. Pohon tersebut tak lain dan tak bukan adalah pohon teak yang juga merupakan pohon endemik di pulau Kalimantan. Konon jenis pohon ini tumbuh merata di pulau tersebut, termasuk di sisi Kalimantan Utara yang merupakan bagian dari Negeri Malaysia.

KL Tower2  KL Tower3

Tidak hanya menikmati suguhan keunikan di selasar menara, pengunjung dapat menyebarangi pelataran dan memasuki area Malaysia Cultural Village. Taman mini ini merupakan sebuah penggambaran negeri Jiran dengan kekhasan alam hutannya yang asri serta kehidupan alam pedesaannya. Dengan tatanan pepohonan rindang, tatakan bebatuan, kelam ikan dengan air terjun mininya, benar-benar membawa suasana asri, tenang, sunyi dan sangat menentramkan. Menaiki terap-terap batu, kami menapaki jembatan kayu gelondongan yang tertata rapi dan menghubungkannya dengan area resto dan beberapa gasibo serta panggung terbuka. Inilah suasana indah yang kami nikmati dengan percuma, alias gratis!

Sempat berkunjung ke KL? Tak lengkap tanpa mampir ke KL Tower. Nikmati sensasi dan suasanya.

Lor Kedhaton, 26 Mei 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s