Para Penakhluk Dunia


Tokoh HebatMelihat sampul buku yang satu ini memang lumayan menarik. Sebagaimana judul panjangnya, ” Tokoh-Tokoh Hebat yang Menggatarkan Dunia, Perjalanan Hidup Para Penakhluk Dunia”, sampul depan dan belakang buku dipenuhi dengan deretan wajah tokoh-tokoh sejarah ternama. Ada deretan tokoh-tokokh jaman Yunani, Romawi, Arab, China, dengan wajah Napoleon Bonaparte yang paling menonjol. Bagi siapapun yang suka menyelami dunia sejarah dan ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai tokoh dunia sepanjang sejarah, tentu buku ini layak untuk dibeli.

Lebih dari sekedar alasan-alasan di atas, saya lebih tertarik dan memutuskan ingin membaca lebih lanjut berkenaan dengan nama sang penulis. Wahyu Murtiningsih! Saya kiranya tak salah ingat dan memang sebenarnya nama penulis tersebut merupakan salah satu nama teman sekolah sewaktu duduk di bangku SMP 1 Muntilan di awal dekade 90-an. Karena dua alasan mendasar tadi akhirnya saya membeli buku ini tatkala suatu ketika menemukannya di gerai Gramedia dekat rumah.

Sempat tak tersentuh beberapa minggu dikarenakan antrian buku bacaan yang lumayan panjang, akhirnya buku yang ditulis teman dari Magelang ini sempat saya baca pula. Sebelum membaca buku ini saya memiliki harapan dapat lebih mendalami sejarah singkat para tokoh dunia sebagaimana deretan di halaman sampul. Ada nama-nama seperti Alexander Agung, Asoka, Attila the Hun, Augustus Caesar, Cyrus Agung, Fransisco Pizarro, Hannibal Barca, Herman Cortes, Jengis Khan, Julius Caesar, Karel Agung, Kubilai Khanm Napoleon Bonaparte, Shalahuddin al Ayubi, Sui Weng, dll.

Tatkala membuka bagian daftar isi, pembaca akan disuguhkan dengan 42 nama tokoh yang menggetarkan tadi. Akhirnya sayapun membaca dan mencermati kisah hidup para tokoh yang menjadi bahasan utama dari buku ini. Tanpa banyak kendala dan hambatan, kurang dari stu minggu buku inipun tuntas saya khatamkan. Dan tulisan ini merupakan sekedar sebuah catatan kecil dari buku tersebut.

Sebagaimana penawaran janji di halaman sampul, nampaknya ada beberapa hal yang kurang tuntas dibeberkan oleh penulis mengenai masing-masing tokoh yang diungkap. Ada beberapa tokoh yang dikupas lebih detail, rinci dan tuntas dibandingkan tokoh lain. DAri sisi jumlah halaman pembahasan mungkin melebihi empat hingga enam halaman tulisan. Ada pula tokoh yang terlalu singkat disingkap perjalanan hidupnya dalam dua halaman saja. Dari sini memberikan kesan antar tokoh memiliki kaliber ketenaran dan pengaruh dalam kesejarahan umat manusia. Sehingga ada klasifikasi tokoh utama, tokoh pendukung, bahkan tokoh pelengkap saja.

Mungkin akan lebih bagus jika tokoh yang diungkap tidak terlalu banyak namun yang memiliki ketenaran dan kaliber kesejarahan yang setara. Harapannya pengungkapan fakta sejarah dan pengaruh yang ditinggalkan oleh sang tokoh bisa diungkapan lebih detail, mendalam. Jika ada akan lebih bagus lagi jika dilengkapi dengan foto-foto atau gambar pendukung mengenai tokoh bersangkutan. Dengan demikian para pembaca akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan seolah benar-benar terbawa ke alam sejarah di masa silam.

Dari sisi runutan urutan kronologi kejadian, akan lebih baik lagi jika urutan penceritaan para tokoh yang ada diurutkan berdasarkan urutan waktu dari yang terlama hingga terbaru. Dari situ pembaca akan mendapatkan pemahaman mengenai konteks sejarah menjadi sebuah jalinan kisah dari masa awal peradaban manusia hingga yang paling akhir. Begitupun mengenai wilayah-wilayah dunia yang menjadi negara takhlukan juga memberikan kesan ada saling tumpang tindih daerah penguasaan, sehingga nampak sekali batasan pengertian menakhlukkan bangsa lain terlalu kabur. Apakah menakhlukkan secara politik, ekonomi, atau sekedar pengaruh budaya.

Penuturan kisah para tokoh memang nampak sedari awal disetting untuk menggambarkan kehebatan yang bisa menggetarkan bahkan menginspirasi para pembaca. Namun dengan mengisahkan para tokoh sebagia paling hebat, seolah tanpa cacat, membawa kesan hitan putih dimana para penakluk selalu dikesankan sebagai tokoh baik, sedangkan yang ditakhlukkan seolah berada di sisi ketidak-baikan.

Terakhir, khususnya untuk tokoh-tokoh penakluk dari dunia muslim, apakah dengan penggambaran kehebatan seorang tokoh sebagai penakluk justru membawa kesan bahwa setiap kehebatan dan  “kebenaran” harus dipaksakan untuk diakui oleh pihak lain, oleh bangsa lain, bahkan oleh agama lain? Harus dipahamkan dengan perang dan pedang? Ada disebarkan dengan cara penaklukan? Kemudian dimanakah sisi kebaikan, toleransi, ataupun rahmatan lil ‘alaminnya?

Lepas dari catatan-catatan kecil yang mungkin tidak penting dan tidak berguna, jujur saya mengapresiasi peran Mbak Wahyu dalam menghimpun data dan informasi untuk kemudian menuliskannya menjadi bentuk buku sejarah yang layak dibaca. Ungkapan bangga juga saya sampaikan dikarenakan diantara sekian banyak putra asli Magelang, barulah segelintir orang yang mau bersusah payah menjadi penulis buku. Hal ini sebagai sebuah sumbangsih bagi kemajuan dunia kepenulisan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih maju ke depannya.

Mudah-mudahan di masa mendatang akan lebih banyak lagi putera-puteri Magelangan yang turut menekuni dan meramaikan dunia penulisan di tanah air sehingga dapat turut memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Terkhusus untuk sang penulis, setelah berhasil menghimpun sejarah ketokohan berbagai tokoh dunia, semoga kelak juga berkesempatan menuliskan beberapa tokoh penting yang berkaitan dengan sejarah kehidupan wilayah Magelang. Ini sebuah tantangan yang ingin saya sampaikan sekaligus sebagai sebuah harapan.

Selamat untuk Mbak Wahyu atas karyanya. Dan selamat membaca bagi para pembaca sekalian. Semoga buku di tengan Anda bisa bermanfaat.

Ngisor Blimbing, 23 Mei 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Sastra dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s