Gamelan Kiai Kanjeng


Tombo Ati adalah sebuah syair puji-pujian yang sering kami lagukan sambil menunggu iqomad dikumandangkan di masa kecil kami. Syair yang konon diciptakan Kanjeng Sunan Bonang ini, seolah memang menjadi pelipur hati yang mendatangkan ketentraman mendalam jika direngeng-rengengkan.

Meskipun syairnya seolah sangat sederhana, namun Tombo Ati menyimpan kandungan makna yang sangat dalam sekaligus sufistik. Lewat aransemen ulang tembang Tombo Ati inilah saya mengawali perkenalan dengan Kiai Kanjeng, sebuah kelompok gamelan dari Jogja pada paruh tahun 90-an. Melalui sebuah kolaborasi apik dengan budayawan Emha Ainun Nadjib, Kiai Kanjeng menghadirkan aransemen album berjudul Kado Buat Muhammad. Waktu itu album berbentuk kaset pita dipinjamkan kepda saya oleh seorang teman dari Muara Kali Progo.

Di samping tembang Tombo Ati yang sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat pedesaan di pedalaman pulau Jawa, Kado Buat Muhammad juga memuat beberapa aransemen lain, seperti Kado Muhammad, Kemana Anak-anak Itu, Jalan Sunyi, Paradok, Rayap, Besi dan Gelombang, Engkau Menjelang, dan Tak Sudah-sudah. Kesemua syair yang ditembangkan tersebut merupukan karya puisi Cak Nun yang dimusikalisasikan sangat cantik oleh Kiai Kanjeng.

Dengan berbasis gamelan Jawa, gamelan Kiai Kanjeng merupakan ijtihad musikalisasi Novi Budiyanto yang menggabungkan unsur irama nada pentatonik dan diatonik sekaligus unsur musik barat dan timur. Dengan kreasi inovasi tersebut gamelan Kiai Kanjeng dapat memainkan segala musik dan lagu dari seluruh penjuru dunia dengan sangat indahnya. Karawitan, keroncong, campur sari, pop, ndangdut, jazz, rock, hingga gambus bisa diramu menjadi sajian yang sangat nikmat di telinga kita semua.

Tidak terhenti pada perkenalan dengan Kiai Kanjeng melalui kaset Kado Buat Muhammad, sejak di bangku kuliah saya menelusuri karya-karya Cak Nun mulai Slilit Sang Kiai, Arus Bawah – Budaya Tanding, Indonesia Bagian dari Desa Saya, dll. Bahkan sayapun akhirnya dalam beberapa kesempatan diperjalankan untuk menikmati beberapa sesi latihan Kiai Kanjeng di Karang Malang dan beberapa pementasan di sekitar Jogja. Semenjak itu hingga kini saya menjadi salah satu penikmat sajian-sajian Kiai Kanjeng dalam beberapa kesempatan acara di lingkaran masyarakat maiyah.

Kiai Kanjeng bagi saya pribadi merupakan sebuah fenomena keajaiban dunia yang dianugerahkan langsung oleh Gusti Alloh. Dari hari ke hari, gamelan beserta dengan para penabuh yang menggawanginya senantiasi melanglang buana. Dari desa ke desa, dari kota yang satu ke kota yang lain, dari kampus satu ke kampus lain, dari masjid satu ke masjid lain, mereka terus bergerak memberikan pelayanan kepada ummat, kepada masyarakat. Perjalanan panjang yang sudah dilalui lebih dari 20 tahun telah mencatatkan pementasan Kiai Kanjeng lebih dari 3600.

KC Mei 2015Bahkan di bulan Mei 2015 ini, di tengah kehangatan nuansa keikhlasan masyarakat maiyah Kenduri Cinta, Kiai Kanjeng akan menorehkan jejak pentasnya yang ke 3640. Sebuah prestasi, konsistensi dan keikhlasan yang menjadi energi positif yang sangat luar biasa dan mungkin belum pernah tertandingi oleh kelompok musik manapun. Sungguh sangat rugi jika Anda yang di Jakarta melewatkan kesempatan yang sangat istimewa bersama gamelan Kiai Kanjeng yang satu ini. Kenduri Cinta dengan tajuk Kiai Kanjeng the Unhidden Hand. Monggo merapat ke Plaza Taman Ismail Cikini, Jakarta Pusat. Jum’at, 8 Mei 2015 pukul 20.00 WIB hingga selesai bersama sedulur maiyah yang lain. Salam maiyah.

Lor Kedhaton, 6 Mei 2015

.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Maiyyah dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s