Tembus Postingan ke 400


Posting ke 400Dulu ketika awal-awal mengenal dunia blog, bara semangat empat lima senantiasa berkobar dan menjadi penyemangat untuk membuat postingan dengan rutin. Sekian jam atau sekian hari tidak menyentuh halaman dashboard seolah ada sesuatu yang terasa hambar dalam hidup. Di samping membuat postingan dan mengutak-atik dashboard, blogwalking juga menjadi rutinitas tersendiri yang sangat mengasyikkan. Dari sinilah diantara sesama blogger saling berkomentar, saling bertegur sapa, bahkan saling mempertautkan rasa persaudaraan tanpa batas.

Tidak hanya eksis di jagad online, berbagai kopi darat alias kopdaran juga dengan penuh semangat dihadiri. Hikmah luar biasa yang saya nikmati sebagai seorang blogger adalah jaringan pertemanan dan persahabatan yang semakin bertambah luas. Saya termasuk blogger yang sangat beruntung bisa sering kopdaran kere hore di tepian kolam Bundaran HI yang sangat tersohor di masanya tersebut. Dari titik inilah sayapun diperkenalkan dengan beragam blogger dari beragam komunitas berbasis lokal yang muncul bak cendawan di musim hujan, katakanlah Cah Andong, Bengawan, TPC, Lumpia, KBBC, Warok, Blogor, Batagor, deBlogger, Blogger Bekasi dlsb.

Di tengah semaraknya pertumbuhan dunia perbloggeran Nusantara kala itu, sempat ada satumpernyataan yang dilontarkan Roy Suryo sebagai pakar telematika, “blogger hanyalah sebuah trend sesaat.” Pernyataan tersebut seolah memberikan prediksi bahwa sebagai sesuatu hal yang masih baru sangat wajar bila terjadi euforia semangat ngeblog. Namun seiring waktu nantinya akan mencapai titik jenuh dan segera disusul dengan masa surut. Kini setelah sekitar sepuluh tahunan, apakah pernyataan itu terbukti?

Sebagai sebuah keniscayaan hukum alam, perguliran dan pergantian generasi blogger kita juga datang dan pergi silih berganti. Kehadiran media sosial yang sekaligus berperan sebagai miniblog seperti facebook dan twitter, harus diakui memberikan banyak pengaruh terhadap eksistensi kaum blogger. Di saat yang sama gerak berbagai komunitas blogger juga mengalami penurunan intensitasnya. Tidak mengherankan jika hingga saat ini saya masih berusaha untuk tetap eksis ngeblog dan posting secara rutin, justru saya semakin merasakan sebuah perasaan sepi yang kian menjadi.

Namun sebagai sebuah pencarian jati diri melalui aktivitas menulis, bagi saya pribadi blog merupakan media pembelajaran yang sangat luar biasa. Meski masih tetap mempertahankan penggunaan blog berplatform gratisan, bahkan khusus blog ini baru tergenerate sekitar 2,5 tahun yang lalu, namun waktu ternyata memberikan catatan bahwa saya telah menampilkan postingan hingga mencapai postingan ke-400. Sungguh? 400?

Sayapun tidak terlalu memperhatikan, namun memang demikianlah adanya. Bukan bermaksud menepuk dada, akan tetapi tulisan yang ke-400 di blog ini sengaja ingin saya dedikasikan sebagai wujud rasa syukur kehadirat Tuhan YME yang telah berkenan memberikan kekuatan, ide, gagasan, pencerahan, dan segala bentuk petunjuk apapun hingga saya masih diberikan kesempatan untuk terus belajar menulis melalui media blog dengan senantiasa terlimpahi ide yang seolah tidak pernah mengering. Semoga Tuhan senantiasa memberkati langkah kecil ini.

Ngisor Blimbing, 19 April 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Blogger dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tembus Postingan ke 400

  1. eviindrawanto berkata:

    2.5 tahun dengan 400 postingan. Banyak ya Mas Nanang. Semoga kita tetap semangat ngeblog 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s