Hachiko, Anjing Ashabul Kipit


HachikoKisah anjing yang paling legenda barangkali adalah anjing yang bersama dengan beberapa para pemuda yang diasingkan Tuhan dalam sebuah goa selama berabad-abad. Mereka tidur sangat panjang namun tidak merasakan waktu yang panjang tersebut, termasuk pula si anjing peliharaan mereka. Karena tidur karib bersama anjing di dalam goa, maka para pemuda tersebut kemudian mendapat julukan sebagai ashabul kahfi. Betapa seekor anjing bisa sangat setia kepada orang-orang terdekatnya. Konon pula menurut sohibul hikayat, anjing tersebut kelak juga akan masuk ke surga menemani para pemuda sholeh tersebut.

Ada pula kisah mengenai anjing lain yang juga dimuliakan Tuhan. Konon ada seekor anjing yang kehausan di tengah gurun padang pasir. Hawa panas dan terik sinar matahari sudah tentu menjadikan anjing tersebut sangat kehausan. Ketika dilihatkan ada sebuah sumur tua di tepian jalan, anjing tersebut tanpa berpikir panjang langsung menerjang ember yang ada di bibir sumur. Celakanya ember tersebut tidak dapat menahan berat tubuh si anjing sehingga anjing tersebut terperosok dan jatuh ke dalam sumur.

Tak berselang waktu lama, lewatlah di jalan dekat sumur tersebut seorang perempuan pelacur. Karena ia juga didera rasa kehausan yang teramat sangat, maka iapun mendekati sumur tua dan bermaksud menimba air untuk melepaskan rasa dahaganya. Ketika mengangkat tiba dan memasukkan ember ke dalam sumur, barulah ia sadar ternyata ia melihat sesosok makhluk menggapai-gapai permukaan air di dalam sumur yang cukup dalam. Melihat anjing yang hampir tenggelam di dasar sumur tersebut, jatuhlah rasa iba si perempuan pelacur tersebut.

Dengan segenap tenaga si perempuan pelacur berusaha menyelamatkan aning yang tercebur ke dalam sumur. Dengan berbagai cara ia benar-ebanr berusaha, bahkan tanpa terasa setelah sekian lama barulah ia berhasil menyelamatkan si anjing malang. Sebegitu bersungguh-sungguh mengerahkan segala daya upayanya, sampai-sampai perempuan pelacur tersebut sudah lupa akan rasa hausnya dan niatannya untuk menimba air guna diminumnya.

Setelah si anjing berhasil diangkatnya ke atas, segera ia mengeringkan bulu basah si anjing dengan kain yang dikenakannya. Beberapa saat setelah selesai, barulah ia sadar bahwa dirinya sangatlah haus dan keletihan karena berusaha menolong si anjing malang. Rasa kehausan yang teramat sangat ternyata menjadikan perempuan tersebut kehilangan kesadaran diri, bahkan hingga menemui ajalnya. Konon para malaikan menjadi saksi bahwa segala dosa-dosa selama menjalani dunia hitamnya terhapus lunas oleh kabaikannya yang tulus ikhlas menolong si anjing malang yang tersebur ke dalam sumur. Bahkan ia mengabaikan kepentingan dirinya sendiri hingga menemui ajalnya. Maka ke surgalah kelak perempuan itu kembali.

Kenapa tiba-tiba menulis tentang anjing? Bersamaan waktu menulis ini sebenarnya saya tengah secara tidak sengaja menyimak sebuah film cerita yang mengisahkan persahabatan abadi antara seorang manusia dan seekor anjing. Adalah Ricard Gere yang berperan sebagai seorang profesor di sebuah perguruan tinggi pada suatu kota kecil. Dari seorang Jepang sahabatnya ia mendapatkan hadiah seekor anjing. Anjing yang selanjutnya dinamai Hachi tersebut dipeliharanya baik-baik dan penuh kasih sayang. Akhirnya terjalinlah hubungan “istimewa” bagaikan dua sahabat karib yang setia sehidup-semati, susah-senang selalu dilalui bersama-sama.

Saking setianya Hachi kepada majikannya, setiap kali berangkat kerja Hachi selalu mengantarkan majikannya hingga di depan stasiun kereta. Demikian halnya pada saat sang profesor pulang kerja di kala senja, Hachi sudah menunggu penuh gelisah di seberang jalan muka stasiun. Hubungan sang profesor dengan Hachi sudah melebihi hubungan antar manusia. Orang-orang di sekitar stasiunpun lambat laun hafal dan memahmi kebiasaan Hachi tersebut. Merekapun lama-kelamaan juga turut menyayangi Hachi.

Tanpa sebab-musabab yang terkisahkan secara gamblang, sang profesor majikan Hachi meninggal dunia di tengah kelas pada saat memberikan kuliah kepada para mahasiswanya. Kepergian sang profesor tentu saja membawa rasa kepedihan bagi keluarga, para tetangga dan mahasiswa di kampusnya. Hal yang sama juga justru paling dirasakan oleh Hachi. Meskipun sang profesor telah pergi untuk selamanya, namun kebiasaan Hachi mengantar profesor ke stasiun di pagi hari dan menjemput profesor di sore hari tidak berubah sama sekali seolah-olah majikannya masih hidup.

Pada awalnya orang-orang di sekitar stasiun merasa iba terhadap Hachi. Namun sikap keras dan tak mau menyerahnya Hachi membuat orang-orang tersebut memahami apa yang diinginkan dan dirasakan Hachi. Akhirnya mereka membiarkan saja Hachi tetap menunggu seseorang yang sudah tidak bisa lagi untuk pergi dan tidak bisa lagi untuk kembali. Hachi tetap terus melakukan kebiasaannya tersebut hingga uzur usianya dan akhirnya ia meninggal dalam posisi menunggu sang profesor di seberang muka stasiun kereta. Kejadian tersebut berlangsung pada tahun 1934.

Jadilah Hachi ikon legenda kesetiaan yang tanpa batas. Meskipun ia seekor anjing, namun sikap dan sifatnya telah menjadikannya menjadi anjing terhormat yang dikenang sepanjang masa bahkan selang waktu lama setelah ia turut pergi menyusul majikannya. Hachi kemudian diabadikan dalam wujud sesosok patung yang berdiri setia di depan area stasiun Shibuya di salah satu titik Kota Tokyo.

Kisah Hachiko si anjing setia merupakan kisah nyata. Kisahnya sangat melegenda dan bagi masyarakat Jepang seolah telah menjadi mitos sejarah yang teramat dalam tertanam di hati sanubari mereka. Legenda anjing Hachiko seolah sejajar dengan anjing sahabat para ashabul kahfi dan anjing yang mengangkat derajat pelacur dari lembah dosa. Maka jangan sekali-kali kita membenci makhluk Tuhan yang satu ini karena ia diciptakan Tuhan pasti dengan maksud dan tujuan yang penuh mutiara hikmah. Jadilah kita sebagai ashabul kipit, ashabul kirik kecepit, para sahabat anjing yang kejepit keruwetan jaman edan ini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Raya dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s