Ketika Maut Menjemput


Salah satu misteri hidup yang menjadi rahasia Tuhan dan manusia tidak mengetahuinya adalah maut alias kematian. Sudah pasti manusia senantiasa mengharapkan umur yang panjang. Akan tetapi dikarenakan manusia hidup di dunia hanyalah diibaratkan sekedar mampir ngombe atau sangat sebentar dan sekedar singgah untuk kemudian melanjutkan perjalanan di alam kubur dan akhirat, maka maut menjadi sebuah keniscayaan.

Baru berlalu seminggu yang lalu, seorang bayi anak tetangga dipanggil sebelum sempat menghirup udara dunia. Menurut beberapa cerita, usia kandungan si bayi mungil itu memang sudah mencapai waktunya untuk lahiran. Akan tetapi hingga hitungan hari-H nya, masih belum ada tanda-tanda kelahiran. Atas saran dari bidan yang biasa memeriksa kandungannya, si ibu diminta untuk ke rumah sakit atau dokter spesialis kandungan. Namun demikian, himbauan tersebut sedikit terabaikan karena keinginan yang keukeh tidak ingin lahiran di rumah sakit.

Maka ketika kemudian kondisi tidak ada perkembangan berarti, dengan terpaksa dibawalah si ibu hamil tersebut ke rumah sakit. Akan tetapi rupanya nasi telah terlanjur menjadi bubur, si janin justru sudah tidak bernafas lagi di dalam kandungan.

Sebagaimana pengalaman saudara ipar perempuan yang pernah mengalami kasus yang serupa, mungkin sekali terdapat kelainan kehamilan atau janin yang tidak sempat terdeteksi semenjak dini. Untuk kandungan saudara ipar kami, ketika umur kandungan sudah mencapai saat kelahiran justru detak jantung si janin semakin melemah. Dalam kondisi demikian hingga di tunggu pada hari perkiraan kelahiran tidak juga ada tanda-tanda kontraksi sebagaimana normalnya. Dikarenakan usi kandungan sudah mencapai titik kematangan, maka dokter menganjurkan kelahiran harus dilakukan melalui proses operasi.

Lain dengan kisah maut yang menjemput si janin yang belum sempat terlahirkan, hari kemarin seorang tetangga mengalami serangan jantung selepas waktu Ashar. Dari riwayat kesehatan, sebenarnya tetangga kami tersebut termasuk orang yang sehat dan segar bugar bahkan jarang sakit. Akan tetapi serangan jantung tersebut ternyata telah mengantarkannya kepada malaikat maut.

Kisah di atas hanyalah sebuah penggalan satu cerita di balik banyak cerita betapa maut bisa saja menghampiri seorang janin yang belum lahir sekalipun dan bisa juga menyambangi orang yang telah berumur. Maut tidak hanya mengenal dan hanya berkenan menjemput orang yang telah lanjut usia. Maut tidak hanya menghampiri orang yang sedang sakit. Maut bisa datang kepada siapapun sebagaimana perintah yang diamanatkan oleh Tuhan Sang Penguasa Maut.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Ngisor Blimbing dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s