Dongeng Sebelum Tidur


Turu BukuNamanya anak-anak, tingkah laku dan kebiasaannya juga berbeda-beda. Ada tipe anak kecil yang kolokan alias manja. Sedikit-dikit minta ini, minta itu. Sebentar-sebentar ingin main ini dan main itu. Melihat temannya punya mainan baru, langsung merajuk minta dibelikan model mainan yang sama. Terlebih di jaman kemajuan teknologi digital sekarang ini justru menyebabkan banyak anak yang keasyikan asyik maksyuk dengan gadget mainannya. Hari-hari, dari waktu ke waktu lebih banyak digunakan untuk nge-game. Hal ini mungkin sudah menjadi fenomena umum.

Lain lagi model anak yang lain. Meskipun bisa dibilang sudah semakin lengka, tetapi ternyata masih ada model anak yang suka baca buku, suka main di luar rumah, termasuk yang suka meminta didongengi oleh ayah, ibu, kakek, nenek ataupun guru dan orang dewasa yang lainnya. Untuk soal yang terakhir ini, sayangnya budaya mendongeng di kalangan orang tua masa kini justru semakin luntur. Orang tua, suami-istri lebih banyak sibuk bekerja di luar rumah. Ibarat kata, pergi pagi pulang petang sudah menjadi fenomena umum. Dengan demikian, waktu berkumpul dengan keluarga menjadi semakin sempit. Boro-boro sempat berdongeng?

Namun demikian, sebagaimana analisis dari banyak pakar kejiwaan anak, mendongeng merupakan tradisi yang sangat baik dalam rangka menanamkan nilai-nilai budi bekerti luhur. Dari berbagai karakter tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah dongeng, secara tidak langsung orang tua sebenarnya telah mengajarkan mengenai perbuatan yang baik maupun yang jelek. Pesan moral untuk senantiasa mengamalkan perbuatan baik dan tidak melakukan perbuatan yang tercela harus mendapat penekanan pada saat berdongeng. Dengan demikian, melalui aktivitas berdongeng generasi masa kini tengah mempersiapkan penerus-penerusnya dengan karakter, pemikiran, perkataan, sikap, perbuatan yang berlandaskan nilai kebaikan.

Di samping penanaman nilai luhur, dalam aktivitas mendongeng orang tua juga mengenalkan banyak kosa kata kepada anak-anaknya. Penguasaan kosa kata yang banyak memungkinkan seorang anak dapat bertumbuhkembang lebih baik dari aspek kemampuan verbal dan komunikasinya. Potensi ini akan lebih baik lagi jika dapat dikembangkan untuk juga memupuk kemampuan anak mengungkapkan kembali isi cerita secara lisan. Tidak terhenti di sini, dari dongeng bisa pula diaktualisasikan dalam wujud tradisi pengembangan imajinasi anak berupa kemampuan menggambar ataupun membuat suatu karangan tulisan. Dari sisi inilah dongeng sangat berguna untuk menunjang kemampuan akademik yang sangat membantu kegiatan sekolahnya.

Hal yang tidak kalah pentinya adri aktivitas berdongeng adalah timbulnya kedekatan dan keakraban antara anak dan orang tua. Di samping alasan klasik sibuk dengan kerja dan sempitnya waktu berinteraksi, kebanyakan orang tua muda sekarang juga kurang membina kedekatan dengan anak-anaknya. Di era gadget bahkan tidak jarang meskipun berkumpul di suatu ruangan, tak jarang masing-masing anggota keluarga sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Sang anak sibuk memainkan game-game virtual, si ayah sibuk membaca berita dari situs media online, sedang ibunya sibuk update status dan selfie. Akhirnya satu sama lain tenggelam dalam dunia masing-masing.

Dongeng dapat mencairkan semua kebekuan komunikasi diantara sesama anggota keluarga. Dongeng membuat keakraban emosional yangs angat dibutuhkan bagi tumbuhkembangnya sisi kejiwaan seornag anak. Inilah rahasia besar kenapa para leluhur kita menciptakan beragam dongeng yang hingga kini secara turun-temurun masih kita warisi. Alangkah sayangnya jika kearifan lokal yang telah digagas nenek moyang dan terbukti sangat baik untuk membentuk karakter anak bangsa justru semakin ditinggalkan banyak orang. Mari kita berdongeng kembali.

Lor Kedhaton, 4 Maret 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Dongeng Sebelum Tidur

  1. Ping balik: Deklarasi Forum Dongeng Nasional | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s