Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(5)


Sebagian orang menyebut Central Market. Sebagian yang lain mengistilahkannya Pasar Seni. Dari dua istilah ini saja kita bisa melihat ketidak-konsistenan penggunaan bahasa. Jika memang Central Market, kenapa tidak dimelayukan menjadi Pasar Pusat. Atau jika memang Pasar Seni kenapa tidak diinggriskan menjadi Art Market. Lho kok kita jadi membahas ilmu bahasa. Ya, sudahlah. Lha wong mereka sepakat dengan bahasa komunikasi tersebut, kok kita yang dibuat ribut. Ikuti sajalah.

Central Market konon sudah dibangun semenjak pendudukan Kolonialis Inggris, tepatnya tahun 1888. Pada saat itu Central Market berfungsi sebagai pasar basah untuk sayur-mayur serta buah-buahan segar produk pertanian lokal. Di samping itu pasar tersebut juga menjadi pusat bursa perniagaan timah yang di masa lalu Malaysia sempat menjadi produsen utama timah di dunia.

Semenjak pelaksanaan pemugaran dan perluasan pasar pada tahun 1970-an, bangunan Central Market ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Menjadi satu kesatuan dengan area China Town membuat kawasan ini dikenal sebagai salah satu landmark sejarah kota tua KL sebagaimana deretan bangunan sepanjang tepian Dataran Merdeka.

Pasar SeniLalu apa saja yang ditawarkan oleh Central Market? Tentu saja sesuai dengan namanya, pasar ini menjajakan berbagai benda-benda produk kerajinan tangan dan seni. Ada pernak-pernik, mulai dari gantungan kunci dengan berbagai corak, magnet tempel, baju dan kain batik khas Melayu, kaos-kaos dengan lukisan berbagai landmark KL dan Malaysia. Banyak pula kerajinan patung, gelang-gelangan, serangga awetan, hingga lukisan dengan berbagai media lukis. Ada pula jajaran kios-kios yang menjual aneka cindera mata dengan corak atau nuansa China yang dikenal sebagai Straits Chinese dan India yang kondang sebagai Little India.

Bagaimana soal harga? Jangan khawatir, sebagai sebuah pusat oleh-oleh cinderamata yang menjadi ikon wisatanya KL, Pasar Seni menyediakan berbagai produk dengan berbagai ragam harga. Istilahnya, ono rego ono rupo. Ingin yang murah meriah, ada! Ingin yang mahal dan berkelas juga bisa dicari. Sebagai contoh, harga satu renteng berisi enam gantungan kunci khas Malaysia bisa didapatkan dengan RM10. Bandingkan dengan gantungan kunci khas Jakarta, seperti model Monas, mungkin paling murah seharga Rp 25.000,-. Bahkan kaos-kaos sederhana dengan sablonan berbagai landmark KL dan Malaysia bisa didapat dengan harga kisaran RM5-10. Ya, pandai-pandai memilih barang sesuai keinginan dan kemampuan kantong kita tentu sebuha langkah bijaksana.  

Central Market merupakan paduan sebuah gedung dua lantai dan area terbuka di sisi kanan gerbang utama. Untuk memanjakan pengunjung yang sekedar hanya ingin melihat-lihat ataupun yang ingin memborong aneka rupa souvenir khas Malaysia, gedung utama dirancang sebagai ruang tertutup yang dilengkapi dengan sistem AC pendingin dan sirkulasi udara yang menjadikan suasana di dalam pasar senantiasa sejuk. Di samping itu, tatanan berbagai kios dan kedai dibelah dengan lorong-lorong berlantai keramik yang bersih serta terlihat rapi sehingga menjadikan pemandangan tersendiri yang sangat menarik.

Central Market dapat diakses dengan mudah oleh setiap wisatawan yang mengunjungi KL. Lokasi pasar ini sebenarnya masih di dekat kawasan Dataran Merdeka. Tepatnya berada di belakang Menara Dayabumi. Dengan bus GoKL atau rapidKL bisa diakses dari berbagai asal, seperti dari Bukit Bintang, Masjid Jamek, juga KL Sentral. Untuk jalur kereta api, kita bisa mempergunakan LRT Laluan Kelana Jaya. Stesien Pasar Seni terletak diantara Stesien KL Sentral dan Masjid Jamek.

Bertandang ke KL? Tentu harus mborong oleh-oleh di Central Market.

Lor Kedhaton, 3 Februari 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s