Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(4)


Hari ke dua di KL, selepas Jum’atan di Masjid Negara kami sejenak berjalan-jalan di seputaran area yang sama. Di wilayah ini, sebagaimana tercantum di peta wisata KL, sebenarnya banyak tempat tujuan yang sepertinya menarik untuk dikunjungi. Sebagaimana rencana yang telah kami susun, inti perjalanan kali ini ingin menuju KL Birds Park. Inginnya sih di tengah terik sinar matahari selepas tengah hari, kami bisa ngadem di taman-taman rimbun yang segar nan menyejukkan.

KL Bird ParkDari ujung jalan Masjid Negara, perjalanan jalan kaki dimulai dengan menaiki tanjakan berkelok. Selepas naik di kelokan, nampaklah Museum Islamic. Suasana sangat sepi sehingga sama sekali tidak mengundang minat kami untuk menyinggahinya. Sekelok kemudian, di sisi kanan bawah terdapat gerbang Museum Polis Negara. Adapun di sisi kiri jalan sebelah lereng atas, terdapat kawasan Planetarium Negara. Untuk kedua spot tersebut jelas kurang mendapat perhatian kami. Paling tidak kami pernah berkunjung ke Planetarium di TIM Cikini, sehingga teramat sayang jika momentum mengunjungi KL kali ini hanya dihabiskan mampir di planetarium.

Menapaki sebuah pertigaan, kami mengambil langkah arah kanan. Pada seruas jalanan yang sangat lengang, sisi kiri yang berkontur lereng rendah memperlihatkan rangkaian jalan-jala sebagai sangkar burung raksasa. Di lembah inilah KL Birds Park berada. Adapun di sisi kiri berdiri dengan anggun sebuah kompleks bangunan dengan papan bertuliskan Tun Abdul Razak Memorium. Nama tokoh yang satu ini saya kenali sebagai salah seorang penggagas dan deklarator ASEAN. Dia adalah Perdana Menteri Malaysia kala itu. Tetapi bangunan memorial itu saya sama sekali tidak tahu pasti, apakah itu sebuah museum khusus untuk beliau ataukah makam? Sayangnya kami tidak sempat singgah.

KL Bird Park1Di saat melintas di depan Tun Abdul Razak Memorium, ada sesuatu yang menarik perhatian kami. Di tepian jalan sebelah kanan, terpampang rambu bergambar monyet. Tanpa tahu pasti apa yang dimaksdukannya, saya langsung menyimpulkan bahwa rambu tersebut memberi peringatan kepada para pelintas untuk berhati-hati terhadap monyet-monyet yang sering berkeliaran hingga di jalanan tersebut. Tentu saja si Ponang langsung bergidik, merinding, dan super ketakutan. Kamipun berjalan bergegas agar kekhawatiran si Ponang tidak menjadi kenyataan.form_new_park_map(1)Akhirnya tibalah kami di depan area KL Birds Park. Mula-mula kami memang bersemangat empat lima untuk beranjangsana ke KL Bird Park ini. Tetapi ketika sampai di muka loket, nyali kami untuk memasuki menjadi padam seketika. Sebagaimana sebuah taman di tengah kota yang ditujukan untuk area publik biasanya dibuka untuk umum secara gratis. Kalaupun mesti berbayar setidaknya tidak dikenakan tarif retribusi yang mahal, hanya ala kadarnya. Tetapi taman yang satu ini sangat lain. Dari papan di atas loket tertera, para pengunjung dikenakan tarif masuk RM38. Tentu saja ini terlalu mahal. Akhirnya kami hanya melihat-lihat profil taman burung ini dari beberapa brosur dan papan-papan informasi dan peta yang dipampang di depan pintu masuk. Terlebih jalanan menurun ke lembah yang hanya satu pintu masuk-keluar menjadi pertimbangan kami karena tentu akan sangat melelahkan bagi anak-anak.

KL Bird Park2   KL Bird Park3

Akhirnya tanpa berpikir panjang lebar, setelah kiranya waktu istirahat kami rasa telah cukup, kami segera menyewa taksi untuk melanjutkan pelancongan kami di KL. Kali ini ke Pasar Seni atau Central Market dan China Town. Tarif teksi yang kami tumpangi tidak menerapkan sistem argo, tetapi enaknya tarif teksi dari tempat ini telah jelas dari awal berdasarkan tempat tujuan. Untuk rute KL Bird Park ke Central Market dikenakan tarif RM14, dengan nota pembayaran resmi.

Ngisor Blimbing, 1 Februari 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s