Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(3)


Sehubungan dengan rencana pelancongan  ke KL kami di hari-hari akhir pekan, maka salah satu kegiatan yang sengaja kami rencanakan adalah mengikuti Jum’atan di Negeri Jiran. Hampir sepuluh tahun yang lalu, saya memang pernah diberikan kesempatan Jum’atan di Melaka, salah satu negeri bagian Malaysia. Namun demikian, Jum’atan di KL mungkin memberikan nuansa yang berbeda. Hal inilah yang menguatkan tekad kami sekeluarga. Dengan demikian, sedari awal saya mewanti-wanti ke si Ponang bahwa pelancongan kami sekedar untuk Jum’atan di Malaysia.

Masjid NegaraSemenjak matahari naik sepenggalah, kami memang beranjang sana seputaran Dataran Merdeka. Setelah sekian lama menikmati suasana dan nuansa yang tersuguh dari berbagai bangunan warisan kolonial yang bersejarah, kami menepi di tempat pemberhentian GoKL. GoKL merupakan bus angkutan kota yang mengantarkan setiap pelancong untuk berkeliling KL secara percuma, alias gratis. Siapa yang menolak naik bus gratisan coba?

Akhirnya naiklah kami GoKL RedLine yang menuju Daya Bumi, KTM, KL Sentral, Museum Negara, Masjid Negara, kembali melewati Dataran Merdeka, Menara DBKL, terus ke arah timur hingga berakhir di pool Titiwangsa. Kami memang sengaja ingin megeksplor KL pagi menjelang siang itu. Tokh kami berpikir waktu Jum’atan masih lumayan panjang. Dengan mencapai pool akhir, kami berniat kembali mengikuti GoKL balik menuju Masjid Negara.

Berhubung di pool tersebut bus yang membawa kami kemudian parkir di urutan terbelakang dari bus-bus yang ada, maka kami langsung pindah ke bus yang diparkir paling depan. Tanpa ba-bi-bu kepada siapapun kami langsung mencari posisi duduk yang paling enak. Tak seberapa lama, bus melaju. Satu dua blok berlalu, satu-dua ruas jalanan kami tempuh. Namun lama-kelamaan kok kami merasakan bus melaju ke jalanan yang bukan jalanan yang kami tempuh sebelumnya. Logika sederhana jika bus kembali ke arah Dataran Merdeka, pasti akan melalui jalanan yang sama tetapi berlawanan arah. Ah, mungkin memang jalur jalannya berbeda, tetapi tujuannya sama.

Masjid Negara4   Masjid Negara1

Dan, teret-tet-tet! Ternyata kami malah menyusuri jalanan yang di kanan-kirinya dipenuhi mall-mall mewah pusat perbelenjaan. Pada suatu perhentian, nampak tulisan di gerbang sebuah mall, Pavilion. Nah kan, ternyata kami malah sampai di kawasan Bukit Bintang. Akhirnya kami putuskan untuk terus menaiki bus hingga pool terakhir tadi. Usut punya usut, ternyata bus GoKL yang kami naiki memang jalur yang berlainan, yaitu GoKL BlueLine. Pantas saja, kami justru keliling kawasan timur KL. Akhirnya setibanya di pool bus, kami dapat menemukan GoKL RedLine kembali dan menumpang balik menuju Masjid Negara.

Dengan naik GoKL RedLine, kami turun di halte depan KTM Berhad. Gedung berarsitektur tua gaya moghul ini merupakan kantor pusat perusahaan Kereta Tanah Melayu. Menyeberang dan berjalan di depan gedung tersebut, sudah nampak bapak-bapak yang berjalan bergegas akan Jum’atan di Masjid Negara. Masjid Negara merupakan masjid terbesar dan termodern di KL. Meski tidak sebesar Masjid Istiqlal di Jakarta, tetapi masjid ini menjadi pusat Jum’atan di jalur protokolnya KL.

Masjid Negara3   Masjid Negara5

Selepas mengamankan alas kaki, saya dan si Ponang, menaiki pelataran masjid yang lebih tinggi dibandingkan halaman terluar yang berbatasan dengan jalanan. Halaman itu sendiri nampak tertata radpi dengan deretan pepohonan yang merindangkan suasana ditambah dengan deburan air mancur yang meliuk-liuk terterpa angin tengah hari yang menerpa KL siang itu.

Ruang untuk wudlu dan tandas, terletak di bagian dasar masjid. Berhubung pengunjung membludak, kami terpaksa agak lama untuk antri menggunakan toilet. Nah, hal unik nan lucu terjadi di dalam toilet. Pada saat saya menyalakan kran air, ternyata kran tersebut rusak hingga tekanan air yang sangat kuat menjadikan selang kran yang terbungkus cincin-cincin logam bergerak liar bak ular sanca yang mengamuk. Celakanya tentu saja sambil mabuk meliuk-liuk kran tersebut menyemburkan air dengan sangat derasnya. Tambah celaka lagi, ukuran toilet yang hanya dua kali satu meter membuat air tersemprot liar ke segala penjuru. Lebih tambah heboh, si Ponang menjadi ketakutan dan teriak histeris, “Bapaaaak….bapaaak!” Jadilah pakaiannya basah kuyup.

Setelah mengganti pakaian si Ponang, kami bergegas memasuki ruang utama Masjid Negara di bagian atas. Meski belum penuh, tetapi jamaah yang telah hadir sudah cukup banyak. Kami memilih untuk sholat di bagian dalam masjid, berdekatan dengan deretan kipas angin yang menyejukkan suasana. Berbeda dengan di Indonesia dimana pada saat menunggu waktu masuk Jum’atan biasa diperdengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an, di masjid ini sangat sunyi senyap. Menunggupun terasa lebih lama.

Masjid Negara2Beberapa saat kemudian, terdengarlah seorang pengurus masjid mencapaikan beberapa maklumat dengan logat bahasa Melayu Malaysia yang mendayu. Akhirnya sekitar pukul 13.33 WIB, dikumandangkanlah adzan pertama. Sejenak para jamaah melaksanakan sholat sunnat, dan kembali berkumandang adzan yang kedua. Tibalah saatnya khotib menyampaikan khutbahnya. Kembali dengan logat Melayu yang mempesona sebagaimana Tuk Dalang memberi petuah kepada Upin-Ipin yang teman-temannya.

Sekitar setengah jam kemudian khutbah selesai, dan rangkaian ibadah Jum’at diakhiri dengan sholat berjamaah. Akhirnya terlaksana pula sholat Jum’at di Negeri Jiran. Entah kapan lagi berkesempatan menikmati suasana yang khusyuk nan syahdu itu lagi. Semoga!

Lor Kedhaton, 30 Januari 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(3)

  1. Ping balik: Hikmat Sholat Jumat di Masjid Sultan Singapura | Sang Nananging Jagad

  2. Ping balik: Jum’atan di Bandar Baru Bangi | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s