Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(2)


Hari ke dua kami di KL bertepatan dengan Hari Jum’at. Sehubungan dengan itu, rencana keliling KL sengaja kami fokuskan di sepanjang Dataran Merdeka. Di samping mengunjungi beberapa titik bersejarah di area ini, selepas tengah hari kami ingin turut merasakan suasana Jum’atan di Masjid Negara.

Dataran Merdeka atau Merdeka Square merupakan jantung Kota KL. Kawasan ini bisa disetarakan Area Monas di Jakarta. Konon Dataran Merdeka menjadi pusat pergolakan pada detik-detik menjelang pemberian kemerdekaan Malaysia oleh Pemerintah Kolonial Inggris pada 31 Agustus 1957. Dari Hotel Citin MJ tempat kami menginap, Dataran Merdeka dapat dicapai dalam 5 menit jalan kaki saja. Keluar dari lorong Jalan Melayu, langkah kaki langsung belok kiri menjejaki ujung Jalan Tuanku Abdul Rahman. Menyeberangi perempatan lampu merah, tibalah segera di depan Sultan Abdul Samad Building. Gedung bersejarah yang mengadopsi gaya arsitektur India ini dibangun semasa Pemerintahan Inggris dan sempat menjadi pusat pemerintahan di saat-saat awal kemerdekaan Negeri Jiran ini. Tepat di seberang gedung inilah terhampar Dataran Merdeka.

Pada awalnya saya membayangkan sebuah hamparan lapangan yang maha luas, lengkap dengan taman-taman yang tertata indah mengelilinginya. Namun tatkala benar-benar sampai di depan Sultan Abdul Samad Building justru kami tidak percaya bahwa ternyata kami telah benar-benar tiba di Dataran Merdeka. Hal ini tidak terlepas karena yang kami temukan berupa sebuah lapangan tidak melebihi ukuran lapangan sepak bola dengan sebuah bendera besar yang berkibar pada suatu puncak tiang setinggi 100 meter di tengahnya.

Meski dari segi ukuran luas, Dataran Merdeka di luar perkiraan saya ketika membandingkan dengan Lapangan Monas, namun landscape pusat KL ini menawarkan keunikan tersendiri dengan berbagai bangunan kuno yang mengelilinginya. Di sisi utara lapangan terdapat sejumlah gerbang pilar berwarna putih yang berdiri tegak membentuk garis lengkung seolah mengesankan sebagai pintu gerbang Dataran Merdeka. Keberadaan pilar-pilar ini seolah mengukuhkan perbawa pengaruh arsitektur gaya Yunani atau Romawi Kuno. Gerbang pilar ini bertambah anggung dengan paduan kolam air manjur pada suatu kolam dengan dasar didominasi warna biru yang meneduhkan.

Di samping Sultan Abdul Samad Building yang sudah saya singgung, Dataran Merdeka dikelilingi oleh Kelap Diraja Selangor di sisi barat sudut utara,  KL City Gallery dan Museum Sejarah Musik Nasional di sisi selatan, serta KL Library di sudut barat daya.

Menikmati Dataran Merdeka dengan segal pernak-pernik bangunan bersejarahnya seolah membawa setiap pengunjung kepada kenangan sejarah di masa silam bahwa Semenanjung Malaya pernah mengalami masa kelam menjadi sebuah tanah jajahan. Akan tetapi penggalan sejarah itupun telah meninggalkan jejak-jejak berupa berbagai bangunan bersejarah yang kini menjadi kebanggaan warga KL dan Malaysia secara keseluruhan. Lebih luar biasa lagi berbagai situs sejarah tersebut tersaji menjadi tujuan wisata percuma alias gratis tanpa tiket masuk.

Dataran Merdeka di jantung KL dapat dijangkau dari berbagai sudut kota. Beberapa stasiun kereta api bisa menjadi pintu masuk menuju tempat bersejarah ini diantaranya stasiun Masjid Jamek, Pasar Seni,  KL Sentral, dan tentunya stasiun Kuala Lumpur. Di samping itu, kawasan ini juga dilalui berbagai jalur bis yang dilayani oleh rapidKL, bahkan ada GoKL sebagai layanan bus percuma alias gratis yang melintasi Dataran Merdeka. Untuk lebih memperjelas, GoKL yang melintasi kawasan ini adalah GoKL RedLine. Dengan bus ini para pengunjung bisa menyambung ke titik kunjungan strategis di sepanjang Jalan Raja, seperti Museum Textile, KL Sentral, Museum Negara, Masjid Negara, bahkan bisa menyambung ke GoKL BlueLine untuk mencapai kawasan Bukit Bintang.

Lor Kedhaton, 28 Januari 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s