Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(1)


Selepas penerbangan yang sempat mengalami penundaan selama dua jam dari jadwal yang semestinya, akhirlah mendaratlah keluarga kami untuk pertama kalinya di negeri tetangga. KLIA2 merupakan pengembangan area bandara Kuala Lumpur yang sebelumnya. Selepas keluar dari kabin pesawat, penumpang selanjutnya diarahkan menyelusuri lorong-lorong terminal yang cukup panjang dan sesekali berbelok. Sebagai rombongan yang baru pertama kali menginjakkan kaki kami di bandara ini, kami sekeluarga mengambil langkah aman dengan mengikuti penumpang pesawat yang lain untuk menuju pintu ketibaan.

Sekian langkah berjalan, kami menuruni eskalator yang membawa ke lantai dasar. Tempat di samping tangga berderetanlah beberapa jalur pemeriksaan passport dari Keimigrasian Diraja Malaysia. Sejenak mengantri, akhirnya tibalah giliran kami untuk mendapatkan stempel kedatangan dari petugas. Pada saat memindai kedua jari telunjuk di mesin sensor, si Ponang juga nyerobot ingin menempelkan jarinya. Sekejap petugas menyampaikan informasi, “Budak-budak tak perlulah!” Pikiran saya langsung teringat suara Kak Ros di serial Upin-Ipin. Yakinlah kami bahwa kami telah tiba di Malaysia.

Dari counter imigrasi kami bergegas menuju Stasiun KLIA Express dengan penunjuk arah warna pink. Sempat ragu mengikuti petunjuk yang justru mengarah ke lantai atas, saya bertanya kepada seorang petugas, “Pak Cik, stasiun kereta ekspress sisi mana?” Yang saya tanya justru nampak bengong. Akhirnya saya teringat, di negeri Jiran kereta berartai mobil. Akhirnya saya mengulangi pertanyaan dengan kata trein stesien. Alhamdulillah dia paham dan langsung menunjuk sisi kanan dimana lokasi stasiusn bandara berada.

KLIA Ticket              KLIA Ticket

Melihat gerbang stasiun kereta tentu saja anak-anak demikian girangnya. Segera saya bergegas menuju loket penjualan tiket, saya pesan tiket untuk dua dewasa dan satu anak masing-masing seharga RM35 dan RM15. Untuk bayi tentu saja digratiskan. Dengan mentap kartu pada portal masuk, tibalah kami di area dalam stasiun KLIA Express. Belok kanan dan kemudian turun tangga eskalator, sampailah di peron kereta. Ternyata kereta khusus yang menghubungkan KLIA2, KLIA1, hingga KL Sentral stesien telah menunggu.

Dengan bergegas kami masuk gerbong dan mencari tempat duduk yang tersedia. Melihat kabin kereta tentu saja saya sangat terkesima. Kereta ini memang dirancang khusus untuk memanjakan para pelancong jauh yang biasanya memang membawa barang bawaan, baik tas maupun koper. Di antara beberapa deret tempat duduk, saling bersilang ditempatkan rak dan bagasi yang dikhususkan untuk menempatkan barang bawaan. Kereta ini terkesan sangat lux sehingga membuat siapapun penumpangnya merasa nyaman dan aman. Sejenak kemudian berangkatlah kereta membawa kami ke pusat KL.

Sepanjang awal perjalanan sisi kanan kiri rel dipenuhi dengan deretan hutan sawit yang tumbuh pada dataran bekas rawa-rawa dengan kontur tanah gambut bercampur lapisan gamping putih yang sangat khas Semenanjung Malaya. Beberapa saat berselang kereta melwati sisi Kota Putrajaya. Kota ini merupakan kota satelit yang dimekarkan menjadi ibukota tempat pemerintahan Malaysia berkantor. Selain kantor perdana menteri dan beberapa jawatan penting, kota ini dilengkapi dengan sebuah masjid megah yang sering dikenal sebagai Masjid Ungu. Menambah keanggunan Putrajaya, di salah satu sudutnya terlihat jembatan berarsitektur modern menjadi salah satu ikon landmark Putrajaya.

KLIA EkpressSepanjang perjalanan ada sesuatu yang saya rasakan janggal. Jaringan rel yang menghubungkan bandara dengan pusat KL ini sama sekali tidak memiliki perlintasan kereta dengan jalanan raya. Kalaupun ada persimpangan, maka jalan raya yang ada biasanya berada di atas sebagai flyover atau justru di bawah menjadi under pass. Mungkin ini salah satu rancangan jaringan infrastruktur terpadu antara rel kereta api dan jalan raya yang dibangun untuk mengindari terjadinya kemacetan sebagaimna banyak terjadi pada perlintasan kereta api di ibukota Jakarta.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, tibalah KLIA Express di KL Sentral stesien. Stasiun ini merupakan stasiun modern terpadu di pusat KL. Dari stasiun ini penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai sudut KL menggunakan berbagai pilihan moda angkutan, seperti LRT(Light Rail Transit), KTM Komuter, bas ataupun teksi.

kv-integrated-mapUntuk kereta dalam kota tiket atau token karcis kebanyakan dilayani dengan mesin tiket. Kita tidak perlu bingung mempergunakan mesin ini karena terdapat layar sentuh lebar yang akan memandu cara pemesanan tiket. Pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai, namun beberapa mesin hanya melayani penggunaan card. Untuk tiket sekali jalan tekanlah “Token Sehala”. Selanjutnya akan ditampilkan peta jalur kereta. Pilih stasiun tujuan. Akan tampil harga tiket sekali jalan untu satu orang. Tentukan berapa jumlah tiket yang dipesan, kemudian tekan pembayaran. Masukkan uang kertas atau koin pada slot yang tersedia. Tunggu transaksi sejenak, maka keluarlah token koin plastik berwarna biru di sisi bawah mesin. Ambil token tersebut beserta uang kembalian jika ada. Dengan token biru inilah kita dapat memasuki peron dan menaiki kereta sesuai tujuan kita. Hal penting yang harus diingat, sepanjang perjalanan simpanlah token biru kita dengan baik. Token ini nantinya akan berguna untuk membuka portal pitu keluar peron dan akan ditelan oleh mesin portal. Jadi jangan harap kita bisa mengoleksinya sebagai kenang-kenangan.

Selama berlibur di KL, keluarga kecil kami menginap di Citin Hotel Masjid Jamek, sebuah hotel berbudget yang lumayan nyaman di bilangan Masjid Jamek yang sangat strategis. Dari KL Sentral, stesien Masjid Jamek yang berselang stesien Pasar Seni. Tiketnyapun sangat murah, sekali jalan hanya RM1,3. Maka dimulailah pengelanaan kami untuk mengenal sudut-sudut KL.

Lor Kedhaton, 27 Januari 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Empat Hari Tiga Malam di Kuala Lumpur(1)

  1. Wisnu Murti berkata:

    keren PAk.. 🙂

    Suka

    • sang nanang berkata:

      makane para remaja dan pemuda yang berjiwa petualang harus berkelana menimba pengalaman hingga sudut dunia…cari-cari tiket promo bro!

      Suka

  2. infosuporter berkata:

    aku keduman tgl 9 ke patung ndas macan mas :0

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s