Tipu Tipu Rasa Tahu


Bicara tentang tahu, memang banyak macam varian kreasi makanan yang terbuat dari tahu. Ada kupat tahu, tahu goreng, tahu isi, tahu pong, tahu bacem, kripik tahu, bahkan bakso tahu juga ada. Untuk varian yang terakhir tentu saja merupakan penggabungan tahu yang dicocol dengan daging bakso. Meski tergolong menu kreasi baru, tahu bakso sudah menjamur di beberapa daerah.

Entah karena daging sapi sebagai bahan baku pembuatan bakso yang terus merangkak naik harganya, atau entah faktor harga kedelai impor untuk membuat tahunya yang juga semakin mahal, yang jelas kedua faktor tersebut menjadikan harga tahu bakso menjadi kurang bersahabat bagi kantong tipis saya. Pernah satu ketika pada suatu acara pameran di JCC Senayan mendapatkan satu dus kecil tahu bakso dengan isi 10 iris dibandrol harga 40 rb. Berarti harga satuannya 4 rb. Lumayan bukan?

Nah suatu ketika pada saat mlaku-mlaku di mall samping Ngisor Blimbing, tanpa sengaja melihat gerai yang menjajakan tahu bakso. Tentu saja menu yang satu ini menarik untuk dicicipi. Akhirnya terpesanlah satu porsi tahu bakso. Yang terbayang kala itu adalah semangkuk bakso mengapung di lautan mie bertabur beberapa helai sawi ataupun seledri dengan kuah kaldu kental yang mengundang selera.

Setelah sesaat (sebenarnya lumayan lama sich) muncullah menu yang saya pesan. Tentu saja seketika perasaan surprise menyeruak. Lha gimana tidak surprise dulur. Bukan terkejut karena ekspetasi yang saya angankan hadir menjadi kenyataan di depan pelupuk mata. Justru keterkejutan itu timbul dikarenakan bayangan saya tentang tahu bakso berkebalikan 180 derajat. Lha kepripun coba, yang hadir hanya semangkuk kuah kimplah-kimlah dengan beberapa tahu putih rapuh dengan sangat sedikit balutan daging yang tak layak disebut bakso. Dan ketika saya cicipi, lha kok rasanya juga hambar bin nggak jelas juntrungannya. Wah, ya jelas dong saya jadi seolah merasa tertipu. Ampun pemrentah lah pokoknya!

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tipu Tipu Rasa Tahu

  1. Ivan Purnawan berkata:

    Mungkin sipenjual terlupa kasih tempel “kualitas dan rasa nomor satu”.
    Nah lho..kualitas dan rasa no. 1 kok malah rasanya ndak jelas gitu ?, ya siapa bilang si penjual promo ; dijamin enak….dijamin enak 🙂
    Oiya, kantong tipis lantaran isi chek sama ATM yo mas ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s