Taman Kota BSD, Hutan Kota Favorit Warga


TK1Alam dan manusia bagaikan dua sisi mata uang. Satu sama lain saling melengkapi dan membutuhkan. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa adanya daya dukung alam. Manusia memerlukan oksigen untuk bernafas, hutan-hutan dengan pepohonannya memproduksi dan menyediakannya untuk manusia. Manusia memerlukan makanan, sawah dan ladang menghamparkan padi, jagung, gandum, sagu, dengan segala macam rupa warna jenis sayur-mayur pelengkapnya. Manusia butuh papan dan sandang, darimana semuanya berasal? Ya, dari alam juga.

Sayangnya, dengan semakin bertambahnya populasi manusia di muka bumi, manusia semakin tidak bijak dalam “memperalat” alam untuk memenuhi kebutuhannya. Hutan dibabat, gunung digunduli, sungai-sungai dicemari, mineral bumi dikeruk dengan serakah. Keserakahan inilah yang menimbulkan ketidakseimbangan fungsi dan saya dukung alam terhadap manusia. Sebagaimana angin yang ditebar, maka badai jualah yang akan dituai oleh manusia. Maka jangan heran jika banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan panjang, polusi udara dan tanah dan segala macam rupa bencana kini menjadi santapan manusia sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa manusia sedemikian sangat bergantung dengan alam.

Sedemikian sangat pentingnya alam bagi kehidupan manusia, manusia tentu sangat bergantung kepada alam. Demikian sebaliknya dengan alam. Alam tanpa manusia di dalamnya, mungkin kita tidak akan melihat ketidaksetimbangan. Seandainya tidak ada manusia, mungkin alam akan berjalan sesuai dengan hukum alam yang telah ditetapkanNya. Dengan hukum alam yang sama sekali tidak terganggu oleh ulah manusia, pasti alam akan lebih lestari. Tidak perlu terjadi berbagai perusakan alam yang kian besar-besaran dilakukan oleh manusia seperti sekarang ini.

TK9  TK4

Alam yang asri memang semakin langka. Alam asri nan perawan mungkin hanya tersisa di daerah-daerah pedalaman yang belum terjangkau oleh manusia. Semakin manusia merambah alam biasanya semakin hilang pula kelestariannya. Sebagai contohnya, populasi masyarakat di daerah pedesaan tentu saja relatif sangat sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Masyarakat desa yang hidup di rimba alam hanya mempergunakan alam sebatas sebagai pendukung kehidupannya. Air di pegunungan masihlah jernih. Udara di pedesaan masihlah segar. Alam pedesaan relatif masih ijo royo-royo.

Lain di desa, tentu saja lain pula di daerah perkotaan. Di perkotaan, jumlah manusia sedemikian banyaknya dibanding dengan daya dukung lingkungan yang ada. Sekedar untuk pemukiman penduduk saja, masyarakat kota sudah tidak lagi menyisakan ruang terbuka hijau. Pekarangan dan sawah di seputaran kota telah tersulap menjadi dinding dan beton. Bahkan sekedar bantaran kalipun telah dipenuhi dengan deretan rumah-rumah dan gubug liar. Di kota seolah tidak ada lagi tersisa sekedar sejengkal tanah terbuka yang bisa ditanami pepohonan atau bahkan sekedar menjadi tempat serapan air.

Untuk berbagai macam kebutuhan, manusia kota sudah sedemikian jauh dari sikap bersahabat terhadap alam. Berapa sampah rumah tangga, sampah pasar, hingga limbah pabrik terproduksi setiap hari di tengah lingkungan kota. Sungai yang semestinya menjadi tempat aliran air dan menjadi sumber air baku justru menjadi tempat buangan dan timbunan sampah warga. Tidak terhenti di situ, banyak kalangan industri dengan pabrik-pabriknyapun tak malu-malu membuang limbahnya ke badan sungai. Sungguh sebuah peristiwa yang semakin hari semakin tragis.

TK3  TK8

TK7  TK5

Untuk keperluan transportasi, jumlah manusia yang banyak di perkotaan itu, juga ditambah dengan manusia suburbannya, setiap hari memerlukan mobilitas untuk berbagai aktivitas rutin. Untuk hal itu, setiap detik, menit, jam hingga sepanjang hari, manusia membakar bensin dan solar yang mengemisikan berbagai polutan udara yang mematikan. Katakan saja gas karbon dioksida, karbon monoksida, juga berbagai partikulat sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna tentu menjadikan polusi udara yang kian parah. Udara semakin tidak sehat untuk pernafasan manusia. Ditambah lagi udara yang semakin terasa panas, menambah ketidaknyamanan masyarakat kota.

Berbagai gambaran aktivitas manusia kota di atas untungnya juga dibarengi dengan mulai tumbuhnya kesadaran warga kota tentang pentingnya kelestarian alam di lingkungan tempat tinggalnya. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka menekan berbagai polusi yang mencemari alam. Contoh langkah nyata masyarakat kota adalah pembangunan hunian dengan konsep go green.

Di beberapa kawasan perumahan dan pusat bisnis, semangat untuk kembali kepada alam ini patut diapresiasi. Pembangunan jalur hijau, ruang terbuka hijau, revitalisasi telaga atau situ, juga penataan daerah aliran sungai perlu terus didorong. Untuk warga di wilayah BSD – Tangerang Selatan, keberadaan hutan kota di tengah lingkungan mereka merupakan sebuah oase yang sangat menyegarkan. Meskipun luasannya mungkin kurang dari satu hektar, tetapi tempat ini kini telah ditumbuhi dengan berbagai jenis pephonan yang sudah besar dan menjulang tinggi. Kanopi dari rimbunan dahan dan daunnya telah memayungi seluruh area sehingga sinar matahari seolah tertahan dan menjadikan kesejukan di bawahnya. Kerapatan dan kerindangan berbagai jenis pepohonan inilah yang menjadikan tempat ini layak disebut sebagai hutan kota.

TK2  TK6

Konsep awal tempat ini adalah sebuah taman kota. Seiring dengan pembangunan kawasan hunian di wilayah satelit Jakarta sisi barat ini, pada tahun 2005 mulai digagas pembangunan taman kota. Beragam tanaman pohon ditanam di tempat ini. Ada pohon sengon, angsana, mahoni, bintaro, waru, palem, sawo kecik, hingga mangga dan rambutan ada di taman ini. Seiring dengan perkembangan, di area ini dilengkapi dengan jalur trotoar selebar sekitar satu meter yang bisa digunakan untuk berjalan santai, berjongging ria, hingga lari marathon. Di beberapa sudut juga terdapat jalur berkerikil tajam yang sangat cocok untuk pijat refleksi kaki yang dapat memperlancar peredaran darah dan fungsi saraf di kaki kita. Selain itu ada juga beberapa wahana permainan anak-anak dan sarana olah raga ringan.

Rindangnya pepohonan, sejuknya hawa pagi, teduhnya suasana, serta posisinya yang sangat strategis menjadi Taman Kota BSD menjadi ruang terbuka hijau yang sangat favorit bagi warga sekitar. Hampir setiap pagi, siang ataupun sore terdapat warga yang memanfaatkannya untuk ngadem. Keramaian semakin terasa tatkala Sabtu atau Minggu pagi. Ratusan orang berolah raga ringan di taman ini. Bahkan sering pula digelar senam aerobik massal yang sangat diminati warga. Ah, ternyata sekota-kotanya menusia kota, nuraninya tetap ingin juga kembali ke alam, back to nature. Ingin juga merasakan keasrian taman kota yang satu ini? Monggo.

Ngisor Blimbing, 1 Januari 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Taman Kota BSD, Hutan Kota Favorit Warga

  1. Bener banget mas,
    Kalau nggak salah Green Area itu persentasenya harus 70% ya dibanding area lainnya ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s