Air Asia, Lost Contact


Pagi ini menjadi hari terakhir rangkaian liburan empat hari dalam rangka Natal. Berhubung tidak mengambil jatah cuti tahunan, maka hari–hari liburan hanya diisi dengan keliling-keliling tempat dekat, terutama dengan sepedaan. Masih dengan tema wisata edukasi, pagi cerah sedikit mendung ini dengan memboncengkan si Ponang, kami kayuh sepeda menuju padhepokan Kandang Jurank Doank di kawasan Jurangmangu, Bintaro. Meski sesi workshop lukis pagi ini diikuti oleh banyak sekali anak-anak seusianya, namun si Ponang belum mau bergabung. Akhirnya kami putuskan pulang dengan terlebih dulu nongkrong mengamati hilir mudik kereta commuter line di atas stasiun Jurangmangu.

Setelah tiba di rumah, sambil istirahat melepas penat, mulailah kami ngglesot ria di lantai depan tivi. Sempat memindah-mindah beberapa channel, ada sedikit yang agak aneh. Beberepa stasiun tivi kok sepertinya memberitakan sesuatu berita yang sama. Pastinya sebuah berita yang cukup penting dan up to date. Setelah memilih sebuah stasiun tivi barulah terang permasalahannya, Pesawat AirAsia QZ8501 dari Surabaya menuju Singapura lost contantact sejak pukul 06.17 WIB. Pesawat yang membawa 155 penumpang tersebut lepas landas dari bandara Juanda pukul 05.20 WIB.

Sejenak mencerna informasi yang cukup mencengangkan di tengah beberapa berita bencana yang lain (ada banjir di beberapa tempat, kebakaran Pasar Klewer, penculikan bayi), terus terang saya kembali tertegun. Ada apa dengan negeri ini? Dengan dunia?

Seiring dengan itu kok tiba-tiba juga terbersit pikiran, “pesawat dibajak teroris”. Wah tentu ini pikiran ngawur, emosional, liar bin spontan yang sangat tidak berdasar. Ah, mungkin ini hasil dari bombardir warta tentang ISIS yang sejak beberapa hari juga marak mewarnai layar berita di tivi-tivi. Habisnya sebagai konsumen informasi, masyarakat kecil seperti saya ini hanya menjadi korban bulan-bulanan banyak  media yang tidak lagi memerankan fungsinya untuk mendidik masyarakat. Ya, sudah. Mau diapakan lagi? Ya to?

Tetapi hal yang lebih penting ingin saya sampaikan, meskipun hingga saat ini informasi resmi yang disampaikan pihak yang terkait belum mengindikasikan adanya kepastian kondisi pesawat yang naas tersebut, setidaknya kita semua sebagai bagian ummat manusia harus turut bersimpati dengan peristiwa ini dan mendoakan bersama-sama, semoga pesawat yang lost contact tersebut segera dikerahui keberadaannya. Di samping itu, semua penumpang dan kru di dalamnya berada dalam kondisi selamat. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk mereka. Percayakan semua hal kepada pemerintah dan pihak yang terkait lainnya.

Ngisor Blimbing, 28 Desember 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s