Pastikan Jika Ke Planetarium Jakarta


planetarium-timLiburan sekolah bersamaan dengan rangkaian liburan Natal dan Tahun Baru merupakan sebuah anugerah akhir tahun yang sungguh sangat berharga. Dengan deretan liburan yang cukup panjang memberikan kesempatan banyak keluarga untuk berkumpul. Bagaimanapun keluarga di jaman modern ini setiap harinya lebih sibuk dengan aktivitas rutinitas masing-masing anggota keluarganya, terlebih jika suami-istri, atau ayah-ibu merupakan kelompok para pekerja yang seharian penuh menghabiskan waktu untuk mencari nafkah. Suami-istri, atau ayah-ibu sibuk bekerja. Anak-anak, ya sekolah, ya kuliah, ya les, ya bermain dengan teman-temannya. Dengan demikian, keseharian sebuah keluarga seringkali hanya sempat menikmati sisa waktu malam yang tetap sangat kurang untuk sebuah kebersamaan.

Libur panjang akhir tahun, tentu saja menjadi waktu keluarga yang sangat berharga, terlebih bagi keluarga muda yang sehari-harinya sibuk tadi. Tidaklah mengherankan jika kemudian bagi mereka yang berstatus pekerja telah jauh-jauh hari untuk mengambil cuti tahunan di penghujung tahun.

Di samping pertimbangan menikmati pergantian tahun, liburan kali ini juga berbarengan dengan liburan semesteran anak sekolah. Beberapa pilihan mengisi liburan kali ini tentu saja tidak jauh dari urusan mudik ke kampung halaman, tamasya ke tempat wisata, atau sekedar main ke mall. Bagi keluarga yang lain, bisa jadi masa liburan ya hanya di rumah saja. Tidak ada agenda kegiatan khusus. Bahkan saya yang berasal dari keluarga petani, semasa kecil mengisi masa liburan ya nyemlung ke sawah, alias membantu pekerjaan. Bagi para petani, anak-anak memang potensi sumber daya yang dapat “diberdayakan”.

Selain sebagai sebuah hiburan, bagi anak-anak mungkin akan lebih menyenangkan sekaligus bermanfaat jika diajak wisata ke tempat-tempat yang memiliki nilai pendidikan. Istilah kerennya wisata edukasi. Bisa pergi ke museum, kebun binatang, kebun raya, candi-candi, bahkan telah banyak pula wahana wisata alam yang dikemas dalam permainan outbond. Khususnya untuk para orang tua di Jakarta, ada satu pilihan wisata edukasi yang bisa membawa anak-anak terbang ke luar angkasa raya.

Meskipun tidak dalam artian secara fisik langsung, tetapi wahana yang satu ini akan sangat menginspirasi anak-anak mengenai keberadaan bumi sebagai bagian planet-planet di antariksa, juga menggali rasa ingin tahu tentang bintang, matahari, planet, komet, dan semua benda-benda langit yang telah menjadi pengetahuan manusia. Sudah bisa menebak tempat yang saya maksudkan? Ya, benar sekali. Tempat wisata edukasi yang saya maksudkan adalah Planetarium di bilangan Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Planetarium yang digagas semenjak masa pemerintahan Presiden Soekarno ini berada satu area dengan Taman Ismail Marzuki di bekas tanah pribadi milik pelukis Raden Saleh yang dulunya pernah menjadi kebun binatang. Gedung Planetarium menempati bagian depan area Taman Ismail Marzuki. Geudng berwarna biru khas dengan mahkota dua buah kubah setengah lingkaran berwarna putih ini dilengkapi dengan diorama dan ruang pamer seluk-beluk dunia luar angkasa. Ada perlengkapan baju astronot, ada berbagai miniatur roket dan pesawat ruang angkasa, termasuk berbagai gambar visualisasi langit, planet, tata surya, satelit, termasuk gambaran mengenai peredaran waktu, musim dan cuaca.

Di samping ruang pameran visualisasi beragam pengetahuan luar angkasa, andalan utama objek yang dikunjungi di Planetarium ini adalah pertunjukan film visualisasi bintang-gemintang di luar angkasa di ruang pertunjukan planetarium. Di ruang ini pengunjung akan dibawa seolah-olah mengalami sendiri terbang ke luar angkasa dengan menaiki sebuah wahana. Semua sensasi ini sebenarnya berasal dari sebuah proyektor berbentuk bulat yang memancarkan film secara 360 derajat yang ditangkap oleh sisi dalam permukaan kubah bola raksasa berdiameter 22 m. Dilengkapi dengan tempat duduk yang bisa diubah-ubah posisi hingga memungkin posisi tubuh terentang, penonton seolah benar-benar berada di pusat sebuah tata surya dengan bermilyar-milyar bintang-gemintang, planet dan segala isi angkasa.

Beberapa visualisasi film yang sangat memukai pengunjung, meliputi gambaran tata surya yang berisi pengenalan tentang tata surya kita dan perkembangan pemahaman manusia tentang alam semesta. Ada juga penjelajahan kecil di tata surya yang membahas tentang komet, asteroid, materi antar planet dan benda-benda lain yang sering diistilahkan penjelajah kecil tata surya. Masih ada lagi film tentang pembentukan tata surya, penjelasan planet biru bumi, gerhana matahari dan bulan, galaksi Bimasakti, riwayat hidup bintang hingga keberadaan bintang ganda dan bintang variabel.

Untuk pertunjukan film ini pengunjung hanya dikenakan tarif yang sangat terjangkau, masing-masing Rp. 5.000,- untuk pelajar, anak-anak Rp.3.500,-, sedangkan dewasa Rp. 7.000,-. Untuk mendapatkan tiket, pengunjung rombongan dapat melakukan reservasi jauh hari sebelum hari kunjungan. Adapun untuk pengunjung langsung, tiket dapat dibeli di loket yang tersedia di lantai bawah satu jam sebelum jam pertunjukan. Hanya ada beberapa hal sangat penting yang harus diketahui oleh pengunjung jika ingin menonton film di planetarium yang berkenaan dengan jadwal pertunjukan.

Untuk rombongan dengan jumlah minimal 100 orang pertunjukan film dilayani hari Selasa hingga Kamis, dengan jam tayang dimulai jam 09.30; 11.00; dan 13.30, serta untuk hari Jumat dimulai jam 09.30 dan 13.30. Khusus untuk pengunjung perorangan, rombongan kecil, yang datang langsung sebelum pertunjukan dijadwalkan hari Selasa hingga Jumat pukul 16.30 serta hari Sabtu dan Minggu, mulai jam 10.00; 11.30; 13.00 dan 14.30.  Hari Senin dan Libur Nasional, planetarium ditutup untuk keperluan pemeliharaan.

Pengaturan jadwal penayangan film angkasa luar ini nampaknya belum tersosialisasikan dengan baik, khusus untuk para pengunjung dari luar kota yang ingin berkunjung perorangan maupun rombongan keluarga. Hal ini menyebabkan sering terjadi “orang kecelik” dan melongo ketika bertanya kepada petugas. Mendegarkan keluhan dari para pengunjung yang telah jauh-jauh datang inipun seringkali para petugas hanya cengar-cengir tanpa rasa bersalah apalagi meminta maaf, terlebih menjanjikan perbaikan sosialisasi informasi yang lebih lengkap kepada calon pengunjung. Mudah-mudahan hal ini tidak menjadi rasa kapok para calon pengunjung yang telah antusias datang dari jauh tersebut. Poin inilah yang membuat judul postingan kali ini sebagaimana sedulur baca di awal tulisan.

Ngisor Blimbing, 26 Desember 2014

 

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pastikan Jika Ke Planetarium Jakarta

  1. Ivan Purnawan berkata:

    Sebuah tanya setelahnya, “Jika saya, istri, kedua anak yang satu masih TK dan satu balita diajak embah kakung pakai mobil pakde, berapa tiket yang harus di bayar ?” hehehe…. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s