Anggaran dan Kesederhanaan


Bicara soal anggaran, tentu tidak berlebihan jika menghubungkannya dengan kesederhanaan. Anggaran menyangkut perencanaan sumber daya, khususnya uang, untuk membiayai suatu kegiatan. Katakanlah demikian. Di sisi lain, kesederhanaan bisa dilihat sebagai suatu pola pikir, sikap, tindakan atau perilaku yang tidak berlebihan dan disesuaikan dengan situasi, kondisi ataupun takaran kebutuhan yang ada. Kesederhanaan bisa diantonimkan dengan kemewahan, sederhana berkebalikan dengan mewah, juga berfoya-foya. Lalu seperti apakah hubungan anggaran dan kesederhanaan tadi?

Semakin kita sederhana dalam merencakan sebuah kegiatan, logikanya akan semakin sedikit pula anggaran yang diperlukan. Dengan semikian kesederhanaan akan berkorelasi positif terhadap penghematan anggaran. Dua kata kunci yaitu kesederhanaan dan anggaran ini akhir-akhir ini sedang naik daun sebagai kampanye kerjanya Kabinet Kerja Jokowi-JK. Hal ini tidak terlepas dari ketidakseimbangan neraca pemasukan dan pengeluaran dalam anggaran belanja dan pendapatan negara yang diakibatkan beberapa faktor, seperti tanggungan hutan luar negeri yang semakin membengkak, alokasi subsidi BBM, termasuk tentu saja tindakan korupsi yang membuat bocornya anggaran.

Salah satu contoh konkrit kebijakan dalam rangka penghematan anggaran adalah pelarangan para PNS untuk rapat ataupun menyelenggarakan kegiatan lain di hotel yang diedarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dulu ketika pertama kali mendengar istilah rapat di hotel dari berita-berita di tivi, si Ponang sempat bertanya dengan nada protes, “Lho Pak, masak hotel kok untuk rapat sih? Kan yang benar hotel itu untuk menginap kalau orang wisata atau pergi jauh ya?” Nah lho! Gimana menjelaskannya ya?

Anak kecil saja tahu, hotel itu gunanya untuk menginap, bukan untuk rapat. Tidak ada salahnya juga jika kita tengok sejenak penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai istilah hotel ini. Hotel di dalam KBBI didefinisikan sebagai “bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dalam perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum“. Benar juga kan? Mana ada hotel dipergunakan untuk rapat. Edaran pelarangan PNS rapat di hotel berarti sudah sesuai dengan KBBI, dan hal ini berarti bahwa makna hotel dikembalikan secara murni dan konsekuen kepada makna leksikalnya. Tentu saja rakyat Indonesia sangat mendukungnya!

CamilanTidak terhenti hanya dengan larangan rapat di hotel, dalam edaran tersebut juga dianjurkan bahwa dalam setiap penyelenggaraan kegiatan kepemerintahan dan birokrasi agar dimasyarakatkan penyediaan konsumsi berupa makanan-makanan tradisional. Dengan anjuran ini nantinya jangan heran jika gatot, thiwul, lemper, wajik, jadah, arem-arem, hingga kacang godhok, kimpul, midro, ganyong akan masuk ke kantor-kantor elit pemerintahan. Makanan pinggiran yang diidentikkan dengan kaum miskin ini akan naik kelas menjadi makanan para elit negara. Di samping dalam rangka memupuk rasa cinta kepada makanan lokal dan penghematan, upaya ini sekaligus untuk meningkatkan omset usaha kecil dan menengah yang terkait. Dengan demikian akan ada efek berantai dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau sekaligus dapat dilampaui.

Anjuran hidup sederhana sesungguhnya bukanlah sebuah ajaran moralitas yang baru. Semenjak era para nabi dan rasul, kesederhanaan senantiasa melekat pada ajaran maupun pengamalan hidup mereka sehari-hari. Dalam ajaran Islam yang saya anut senantiasa diajarkan bahwa dalam setiap perkara kita hendaknya tidak berlebih-lebihan. Dalam makan tidak boleh berlebih-lebihan dalam hal jumlah, porsi ataupun harganya.

Dari sisi porsi, kita diajarkan untuk menimbang seberapa kekuatan perut. Bukankah diajarkan untuk mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga sisanya dengan udara. Makan secukupnya, tidak berlebihan justru akan senantiasa menjaga keseimbangan metabolisme tubuh yang berpengaruh terhadap kesehatan.  Kitapun sangat dianjurkan untuk makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Simak, di samping dari segi porsi betapa waktu makan juga sangat penting!

Anda pernah membandingkan harga makanan rakyat dengan makanan hotel? Tentu saja bagaikan membandingkan bumi dan langit kan? Secangkir kopi di kaki lima mungkin hanya dua-tiga ribu perak. Tetapi secangkir kopi di hotel, mall, atau coffe bisa melambung menjadi puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Dari sini saja kita sudah dapat menghitung berapa banyak harga yang harus dibayarkan dengan uang rakyat tatkala para PNS rapat di hotel? Ya, untuk konsumsi minumnya dan makanannya. Belum lagi jika paket rapatnya komplit dengan cara nginap! Itu semua menggunakan uang rakyat! Bayangkan!

Di satu sisi rakyat putar otak, jungkir balik, peras keringat banting tulang untuk mensiasati hidup yang semakin sulit kok anggaran negara yang notabene uang rakyat dihambur-hamburkan untuk foya-foya aparat. Di sekitar kita masih banyak rakyat yang kelaparan, makan senin-kemis, lha kok malah para abdi negara bermewah-mewah makan-minum di hotel dengan uang rakyat! Betapa hal tersebut sangat melukai sisi keadilan dan kemanusiaan rakyat bukan?

Indonesia di hari ini telah memasuki babak kehidupan baru. Joko Widodo merupakan pemimpin yang berasal dari akar rumput rakyat Indonesia. Ia tentu sangat paham akan arti penderitaan rakyat. Jangankan untuk menempuh pilihan hidup sederhana, bahkan sekedar bisa bertahan hidup-pun masih banyak rakyat yang tidak dapat mencapainya. Pemimpin yang lahir di tengah suasana kemelaratan sudah sangat pas bila bersikap dan bertindak dengan penuh kesederhanaan pula.

Sudah pasti kebijakan untuk penghematan anggaran dengan penerapan pola hidup sederhana di lingkungan birokrasi pemerintahan tidak sama sekali tanpa hambatan. Kebiasaan para aparatur negara yang merasa anggaran yang diberikan merupakan “hak” sebagai kaum elit negara juga memerlukan perubahan pola pikir yang tidak serta-merta. Resistensi dari dalam sudah pasti ada dan hal itu menjadi tantangan bagi setiap tingkatan pimpinan untuk menyelaraskan dan mengharmoniskannya dengan kebijakan di tingkat komando tertinggi. Jika hal ini menjadi komitmen bersama, saya yakin kesederhanaan bisa benar-benar berdampak terhadap penghematan anggaran negara. Anda sepakat?

Lor Kedhaton, 3 Desember 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s