Hujan di Bulan November


Kalau kita sempat mengingat November Rain dari Guns and Roses, tentu kita tidak menolak bahwa bulan November memang merupakan tahapan menuju puncak bulan penghujan. Bukankah setelah November segera datang bulan Desember yang merupakan gedhe-gedhene sumber. Bahkan selanjutnya datang pula bulan Januari yang identik dengan hujan sehari-hari. Kedua bulan terakhir dari pengalaman nenek moyang dinyatakan sebagai puncak musim penghujan. Namun apakah hal tersebut masih merupakan fakta di masa kini?

Semenjak isu tentang panas global mengemuka, termasuk tenarnya istilah lanina dan elnino, nampaknya perhitungan bahwa bulan-bulan yang diakhiri dengan suku kata ber-ber belum tentu menjadi puncak musim penghujan. Buktinya yang seperti sekarang ini! November sudah melampaui masa pertengahan saja, masih banyak daerah di tanah air yang sama sekali belum mendapatkan curahan hujan. Lebih daripada itu, justru rata-rata wilayah di negara kita masih berada di masa musim kemarau. Tak heran di beberapa tempat juga masih terjadi puncak kekeringan akibat kekurangan air. Bahkan ada pula timbulnya bencana kebakaran rumah, lahan hingga hutan belantara.

Meskipun demikian, di wilayah tempat tinggal kami pada beberapa hari terakhir sudah dirahmati dengan guyuran hujan. Meski hujan yang turun biasanya masih memiliki durasi yang cukup singkat, akan tetapi intensitas curah hujannya justru sangat lebat. Hal ini tentu saja menjadi anugerah Tuhan yang sangat patut untuk disyukuri. Bagaimana tidak, lha sebagian dari sumur-sumur warga sebagai sumber air bersih sudah hampir padam mata airnya. Dengan adanya guyuran hujan, maka cadangan air tanah seolah diisi kembali untuk memenuhi pasokan bagi mata air dan air sumur kita semua.

Air melimpah dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan manusia tentu saja menjadi kenikmatan yang tiada tara. Namun bila jumlah air terlalu berlimpah sehingga sangat melebihi kebutuhan kita, justru air tidak lagi menjadi sahabat manusia. Air yang terlalu berlebihan sama dengan bencana bagi manusia. Ditambah dengan kerusakan lingkungan hidup, seperti hutan yang gundul, sampah yang berserakan di badan sungai, air menjelma menjadi banjir.  Bukanhkah hingga di pertengahan November ini banyak tersiar warta tentang kejadian bencana banjir di beberapa tempat.

Ngisor Blimbing, 15 November 2014

 

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hujan di Bulan November

  1. rike jokanan berkata:

    Mugi2 saget pinaringan jawah sekedhap malih. Amin….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s