Pesona Keraton Ratu Boko


Prambanan1Ratu Boko sangat lekat dengan legenda Roro Jonggrang. Ratu, dalam khasanah bahasa Jawa mengacu kepada sebutan pemimpin sebuah ke-ratu-an atau keraton. Dengan demikian makna ratu sejajar dengan raja yang merujuk pemimpin kerajaan. Ratu juga tidak merujuk gender lelaki atau perempuan. Begitu halnya dengan sebutan Ratu Boko. Ia juga kerap disebut sebagai Prabu Boko.

Prabu Boko merupakan raja yang beristana di sisi timur Kali Opak. Namanya tenar seantero tanah Jawa. Konon ia memiliki puteri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang. Kecantikan sang puteri menjadikan banyak pangeran dan raja dari negeri lain ingin mempersuntingnya untuk dipermaisurikan.

Di samping banyak negeri yang mengagumi Kerajaan Boko, namun tak sedikit pula kerajaan lain yang ingin menguasai Boko. Boko merupakan wilayah dataran luas yang terhampar di sisi selatan Gunung Merapi. Abu dari gunung yang sangat aktif tersebut merupakan pupuk alam yang menyuburkan tanah Boko. Kesuburan itu masih ditambah dengan hadirnya aliran Kali Opak yang menjadi sumber pengairan. Maka tidaklah mengherankan jika Boko menjelma menjadi sebuah negeri yang ijo royo-royo, subur makmur, gemah ripah loh jinawi.

Tersebutlah Bandung Bondowoso, seorang pangeran dari wilayah Pengging. Dengan segenap pasukannya yang perwira, ia melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Boko. Dalam sebuah pertempuran yang dahsyat, ia berhasil menewaskan Prabu Boko. Namun demikian Boko belum sama sekali takhluk karena kepemimpinan Boko kemudian dilanjutkan oleh Roro Jonggrang.

Melihat kecantikan rupa Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso langsung jatuh hati. Sebenarnya hal yang sama juga dirasakan oleh Roro Jonggrang. Namun demi sumpah setia kepada ayahnya dan segenap rakyat Boko, ia mengesampingkan semua perasaannya. Maka tatkala Bandung melamarnya dan berniat menggabungkan kedua kerajaan, Roro Jonggrang mengatur strategi untuk menolak lamaran tersebut dengan siasat halus. Jikalau Bandung bisa membangun seribu candi dalam waktu satu malam sampai batas waktu terbit fajar, ia bersedia menjadi permaisurinya.

Kita semua tahu kisah selanjutnya. Usaha Bandung Bondowoso yang hampir berhasil digagalkan oleh siasat Jonggrang yang “menghadirkan pagi” lebih awal. Mengetahui siasat Jonggrang, betapa marahnya Bandung sehingga ia mengutuk Jonggrang menjadi sebuah patung batu untuk menggenapi seribu candi yang hanya kurang satu.

Ratu Boko2Di samping kemegahan kompleks Candi Prambanan yang megah dan masih dapat disaksikan hingga kini, kita juga dapat menelusuri jejak sejarah Kerajaan Boko dengan mengunjungi sisa-sisa reruntuhan keraton yang terletak di atas bukit Boko. Bukit ini berada di sisi selatan Prambanan, kurang lebih hanya berjarak 5 km.

Pengunjung yang ingin mengunjungi Keraton Boko dapat mengambil satu paket kunjungan dengan Candi Prambanan. Dengan shuttle elf, pengunjung akan diantar ke atas bukit Boko. Begitu membeli tiket gabungan, biasanya pengunjung dianjurkan untuk terlebih dahulu menuju Boko.

Dengan kendaraan yang tersedia, pengunjung dibawa menyusuri sebuah jalanan beraspal di sisi timur Kali Opak ke arah selatan. Tidak seberapa lama pengunjung akan menikmati pemandangan petakan sawah tegalan di bawah sebuah bukit. Dengan melingkari bukit, kendaraan mulai mendaki dari sisi selatan bukit Boko melalui jalan berkelok yang hanya selebar satu mobil. Begitu tiba di atas bukit, nampak sebuah pelataran parkiran luas dengan gapura yang merupakan gerbang awal Keraton Ratu Boko.

Ratu Boko3   Ratu Boko4

Untuk memasuki kawasan petilasan Keraton Ratu Boko, pengunjung harus mengenakan kain penutup pakaian bawah yang disediakan secara gratis oleh pengelola setempat. Untuk mencapai Keraton Boko, pengunjung harus terlebih dahulu menapaki tataran berundak yang lumayan banyak. Keberadaan tataran berundak ini semakin menampakkan keanggunan dan keagungan Keraton Boko yang seolah di puncak bagian puncak sebuah bukit.

Setelah menempuh ratusan anak tangga tataran, akan nampaklah sebuah gerbang candi batu dengan sisi kanan dan kirinya terbentang panjang bangunan tembok atau benteng pembatas sisi luar dan dalam istana. Gerbang tersebut merupakan gerbang pada sisi luar. Gerbang luar ini terdiri atas satu gerbang utama di tengah dengan dua gerbang yang berukuran lebih kecil di masing-masing sisi kanan dan kirinya. Gerbang masing-maisng sisi tersebut beratap struktur batu berbentuk limas segi empat, mirip dengan struktur puncak piramida. Adapun gerbang tengah justru sudah tidak dilengkapi dengan bagian struktur atap alias segi empat terbuka.Mungkin bentuk yang sudah tidak utuh ini belum bisa direkontsruksi hingga kini.

Untuk melintasi gerbang ini, kita harus menaiki bagian tataran tangga yang justru lebih menanjak. Hal ini sebagai petanda bahwa tanah di sisi dalam keraton memang dirancang dengan ketinggian yang lebih daripada tanah di luar lingkaran beteng. Filosofi struktur bangunan punden berundak benar-benar mewujud nyata dalam keseluruhan kompleks Keraton Ratu Boko yang konon memang menganut kepercayaan Hindu Dharma.

Ratu Boko5Selepas gerbang pertama, terdapat teras tanah datar di sisi kanan dan kiri jalur utama. Setelah beberapa langkah, maka akan terdapat tanjakan tataran ke dua yang sekaligus ditandai dengan gerbang utama sisi dalam. Struktur dan gaya gerbang dalam sangat mirip dengan gerbang luar. Setelah melintasi gerbang dalam inilah, pengunjung disuguhi dengan pelataran utama petilasan Keraton Ratu Boko. Pelataran berumput hijau yang luas ini dulunya merupakan bagian utama dimana gedung-gedung utama bagian istana berdiri. Diantara bagian perlengkapan kawasan istana yang masih dapat kita lihat sisa-sisanya diantaranya candi pembakaran, kiara pandang, ataupun bekas sendang keputren.

Berkeliling di pelataran berumput tentu saja akan teras lebih lengkap jika kita sekaligus menaiki sisi utara bukit dimana di atasnya terdapat sebuah bangunan joglo terbuka dengan patung Dewa Shiwa di tengah-tengahnya. Dari atas bukit ini kita bisa memandang secara keseluruhan kompleks petilasan Keraton Ratu Boko di sisi selatan dan juga hamparan dataran rendah Prambanan dengan puncak-puncak candinya di sisi sebelah utara bukit. Dengan hembusan angin sejuk yang sepoi-sepoi, setiap pengunjung dapat menghanyutkan diri ke masa beberapa abad silam hingga seolah-olah tengah berada di masa Roro Jonggrang hidup. Benar-benar sebuah pengalaman yang dapat semakin memperkaya pengetahuan dan rasa batin manusia untuk senantiasa menyelami serta belajar kepada perjalanan sejarah manusia yang penuh dengan seribu satu romantika.

Ratu Boko1  Ratu Boko6

Lor Kedhaton, 13 Oktober 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pesona Keraton Ratu Boko

  1. Achmad Mutohar berkata:

    Wah, aku malah belom pernah masuk ke Candi Prambanan atau ke Bukit Boko. Padahal tempatku jualan deket sama candi prambanan (sekarang pindah dekat bukit boko), 🙂

    Suka

  2. Ping balik: Candi Ijo, Candi Tertinggi di Jogjakarta | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s