Masjid Al Mubarok Sawah Dalam


Mubarok2Jalanan Kiai Maja di ujung selatan Kota Tangerang memang tidak terlampau lebar. Jalan yang sejajar dengan Tol Jakarta-Merak tersebut menjadi penghubung antara Jalan Raya Tangerang – Serpong dengan kawasan Ciledug dan Alam Sutera. Peranan penghubung yang strategis tersebut menjadikan lalu-lintas kendaraan yang melintas begitu ramainya. Hal ini seringkali menjadikan terjadinya kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk seperti jam berangkat dan pulang kerja.

Tepat di sudut belakang pabrik Tifico, tepian Jalan Kiai Maja tersebut, berdiri tegak empat buah menara yang saling berdekatan mengapit sebuah kubah berwarna hijau. Keempat menara berwarna perpaduan krem dan coklat tersebut seolah menjadi pilar penyangga langit. Dengan arsitektur bergaya timur tengah, menara tersebut mengingatkan menara yang mengapit Ka’bah di Masjidil Haram maupun menara di Masjid Nabawi. Memang yang sedang kita bicarakan adalah bagian dari sebuah bangunan masjid. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai Masjid Al Mubarok Sawah Dalam.

Mubarok1Tidak tercatat jelas, kapan Masjid Al Mubarok pertama kali dibangun. Tetapi konon keberadaan masjid tersebut sudah ada bersamaan dengan berdirinya cikal bakal Kampung Sawah Dalam. Karena berdiri pertama kali, maka masjid ini pulalah yang kemudian berkembang menjadi masjid jami’ yang menjadi tempat ibadah sholat Jum’at bagi masyarakat di sekitarnya. Di beberapa kampung sekitar Sawah Dalam, seperti Kampung Kosong dan Kampung Kelapa, masyarakat setempat melakukan sholat jamaah lima waktu di mushola-mushola. Namun pada giliran Jum’atan, semua ummat beribadah di Masjid Jami’ Al Mubarok.

Merespon perkembangan jumlah jamaah yang terus meningkat, Masjid Al Mubarok telah mengalami beberapa kali perluasan dan pemugaran. Pemugaran terakhir dilakukan pada sekitar lima tahun yang lalu. Pada awalnya, Masjid Al Mubarok hanya terdiri atas bangunan satu lantai. Kapasitas jamaahnya kurang lebih 500-an jamaah. Kini bangunan masjid terdiri atas dua lantai, dengan kapasitas jamaah melebihi 800-an jamaah.

Bangunan baru Masjid Al Mubarok terinspirasi gaya masjid di Timur Tengah. Secara mendasar bangunan masjid berbentuk kubus persegi yang memanjang ke bagian samping. Pilar-pilar persegi menjadi penopang utama banguan yang terdiri atas dua lantai tersebut. Karena menghadap ke Jalan Kiai Maja yang membentang dari arah timur ke barat, maka serambi dan pintu utama Masjid Al Mubarok menghadap ke arah utara dan berada di sisi samping arah mihrab.

Mubarok5      Mubarok4

Menapaki tangga serambi samping, jamaah akan di sambut dengan lantai serambi yang terbuat dari marmer berwarna hitam mengkilat. Di sepanjang serambi tersebut berjajar pilar-pliar yang tegak berdiri dengan hiasan ukiran pola klasik dan dominasi cat paduan krem dan coklat mengkilat yang mengesankan seolah pilar dilapisi batuan marmer. Pintu masuk utama di sisi utara terbuat dari kayu berukir dengan tulisan Allah dan Muhammad pada masing-masing daun pintu sisi kanan dan kiri.

Memasuki lantai dasar akan terbentang ruang yang cukup luas. Pilar-pilar penyangga ruang lantai atas berjajar rapi di sisi tepian ruang bagian samping dan belakang dengan plafon setinggi kurang lebih tiga meteran. Adapun di sisi bagian tengah, terdapat bidang penghubung antara lantai utama dan lantai atas yang dibatasi dengan pagar teralis besi bercat warna kuning emas. Dengan demikian, plafon bagian atas yang tinggi dan menyatu dengan langit-langit masjid memberikan kesan ruang yang jauh lebih luas.

Bagian mengimaman atau mihrab terdapat di sisi depan mengarah ke kiblat. Luasan mihrab enam kali lima meter. Relung ruang mihrab menghubungkan lantai dasar langsung dengan lantai atas sehingga tinggi ruang mihrab mencapai tidak kurang dari delapan meter. Relung mihrab tersebut berbentuk pilar tinggi sejajar dengan ujung bagian atas melengkung dengan bentuk pola puncak kubah ramping. Adapun sisi luar relung mihrab dihiasi dengan ornamen memanjang dari sisi bawah ke atas hingga ke titik puncak pertemuan di sisi atas. Ornamen tersebut semakin indah pada waktu malam hari karena sorotan dua buah lampung yang diarahkan langsung di bagian puncak mihrab sehingga menimbulkan efek bayang-bayang ukiran yang timbul tenggelam dalam nuansa tiga dimensi yang kontras.

Mubarok6 Mubarok8 Mubarok7

Di samping tempat imam memimpin sholat, di ruang mihrab juga terdapat mimbar yang menjadi tempat khatib berkhutbah pada saat sholat Jum’at maupun bagi para penceramah yang memberikan siraman rohani pada acara-acara pengajian yang juga sering diadakan di masjid tersebut. Mimbar Al Mubarok merupakan mibar yang terbuat dari kayu jati berhiaskan ukiran Jepara yang detail bermotif bunga-bungaan dengan tulisan kaligrafi arab pada beberapa bagian tertentu. Di sisi kanan dan kiri bagian mihrab berdiri dengan anggun dua buah jam dinding besar setinggi dua setengah meter yang juga berukir motif khas Jepara.

Sebagai pusat kegiatan ummat muslim di Kampung Sawah Dalam dan sekitarnya, Masjid Al Mubarok senantiasa ramai dengan jamaah yang beribadah. Di samping ibadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at yang rutin diselenggarakan, di masjid tersebut juga sering digelar berbagai pengajian dan kajian dalam rangka peringatan hari besar Islam maupun untuk keperluan-keperluan tertentu.

Dalam suasana bulan Ramadhan, kegiatan di Masjid Al Mubarok mencapai titik puncak kesibukannya. Pada saat-saat demikian, para jamaah tua-muda, lelaki-perempuan, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga aki-aki dan nini-nini sangat bersemangat menyemarakkan bulan Ramadhan. Mulai dari sholat Subuh, kuliah Subuh, pengajian menjelang berbuka puasa, sholat tarawih, hingga tadarusan senantiasa diikuti jamaah yang sangat antusias. Khusus untuk sholat tarawih dan witir, di masjid tersebut diselenggarakan dengan jumlah 23 rakaat. Di sela antara sholat tarawih dan witir diselingi dengan ceramah pengajian atau kultum yang semakin menambah wawasan dan pengetahuan ummat Islam tentang agama yang dipeluknya.

Moga keberadaan Masjid Al Mubarok benar-benar menjadi barokah untuk membawa ummat Islam di sekitarnya meraih kebahagiaan hidup fiddunya wal akhirah.

Ngisor Blimbing, 3 Juli 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s