Gerbang Puasa


RamadhanBulan Puasa memang sudah diambang mata. Tanpa terasa, kita akan kembali kedatangan Bulan Suci Ramadhan. Puji syukur harus senantiasa kita panjatkan kepada Yang Maha Tinggi karena telah memanjangkan umur kita sehingga masih diberikan kesempatan untuk menyucikan diri kembali di bulan suci. Maka hendaknya kita jangan terlena dengan kesibukan rutinitas sehingga Ramadhan hadir tanpa makna dan arti dalam meningkatkan derajat ketaqwaan kepada-Nya.

Secara sederhana, puasa merupakan amalan untuk menahan makan, minum dan segala hal yang membatalkannya dari mulai terbit fajar hingga matahari tenggelam. Puasa wajib untuk umat Islam dilaksanakan selama sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Namun demikian, puasa dalam makna yang lebih luas memiliki arti menahan, mengendalikan, menunda, atau bahkan menghindari sesuatu.

Sholat sama-sama merupakan amalan wajib untuk umat Islam dan merupakan bagian dari Rukun Islam. Manusia diperintahkan sholat untuk sejenak melupakan kesibukan dunia. Berkonsentrasi dan berkontemplasi di hadapan-Nya. Dalam sholat, semua hal yang berdimensi keduniaan ditinggalkan, dilupakan, dipunggungi, dibelakangi. Dunia memang diciptakan sepenuhnya untuk kesejahteraan manusia. Akan tetapi Tuhan menuntunkan agar dalam sejenak semua hal tersebut ditinggalkan di belakang punggung manusia. Semua yang tersedia, semua yang boleh untuk dimiliki, untuk dilakukan harus dilupakan sama sekali. Segala hal yang halalpun harus dilupakan seolah-olah menjadi hal yang haram.

Adapun puasa sangat berbeda dengan sholat. Dalam ibadah puasa, makan dan minum tidak perlu dilupakan. Tetapi makan dan minum tidak diperbolehkan untuk sekian saat. Demikian dengan merokok, demikian dengan istri atau suami kita yang sah. Hal yang sama bahkan diberlakukan untuk setiap perbuatan dosa dan tercela yang mengurangi makna dan pahala puasa. Mereka semua tidak berada di punggung kita, tetapi tetap di depan mata telanjang kita. Tetap kita hadapi, tetapi tidak untuk kita sentuh. Inilah yang menjadikan ibadah puasa sejatinya jauh lebih berat daripada sholat.

Lor Kedhaton, 27 Juni 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s