Sokle Memanggil ke Pasar Malam


Orang-orang kampung umum menyebutnya sokle. Sebagian yang lain lumrah pula mengistilahkannya sebagai sorot. Secara harfiah, sorot bisa dimaknai sebagai berkas sinar atau cahaya. Secara kasat mata, sorot memang memiliki wujud fisik berupa berkas sinar cahaya. Lebih khusus, biasa sorot dimaksudkan sebagai berkas sinar cahaya yang sangat kuat sehingga memiliki jarak jangkauan yang sangat jauh. Gampangnya ya seperti senter rakyasasa ngoten lho mas dab!

Sokle1Lha terus gek apa hubungan antara sokle alias sorot tadi dengan pasar malam? Lha yo jelas ada to mas dab! Sokle pada umumnya dipergunakan sebagai lampu penerang sebagaimana banyak dipakai di menara-menara rumah penjara. Sokle juga banyak dipergunakan untuk petunjuk navigasi pelayaran seperti banyak dipasang di menara mercusuar di tepian laut. Nah pada pasar malam yang biasa digelar di lapangan terbuka ataupun alun-alun, sokle juga dipergunakan sebagai penarik warga masyarakat untuk mendatangi keramaian sebuah pasar malam.

Beberapa hari lampau, tepatnya di Lapangan Dusun Sindas, wilayah Desa Pancuranmas Kecamatan Secang mulai digelar sebuah keramaian pasar malam. Satu hal yang pasti, sokle dengan kekuatan jangkauan berkas cahaya lebih dari 10 km menjadi penanda digelarnya sebuah pasar malam. Setiap senja selepas waktu Maghrib, di seputaran wilayah Kota Magelang Utara pada hari-hari digelarnya Pasar Malam Sindas masyarakat dapat melihat kilasan berkas cahaya dari lampu sokle yang dipancarkan dari lapangan tempat digelarnya pasar malam. Konon pasar malam tersebut akan digelar selama kurang lebih tiga minggu bersamaan dengan liburan anak-anak sekolah.

Sokle2  Sokle3

Pasar malam, khususnya di mata anak-anak tentu memiliki arti tersendiri. Pasar malam merupakan pusat keramaian di tengah perkampungan atau persawahan yang pada malam-malam biasa mungkin hanya dipenuhi dengan suara jangkerik ataupun kodhok ngorek. Namun pada malam-malam digelarnya sebuah pasar malam, suasana sunyi senyap di lingkungan pedesaan seolah lenyap dengan digantikan deru suara genset dan hingar-bingar musik dangdutan ataupun berbagai mesin penggerak aneka rupa macam permainan anak-anak.

Pasar malam juga menjadi sebuah simbol kebersamaan dalam kegembiraan. Masyarakat dari berbagai penjuru kampung dan dusun biasanya akan berbondong-bondong mendatangi sebuah pasar malam. Anak-anak, balita, remaja, pemuda, dewasa, hingga para manula seolah tumplek blek meskipun hanya sekedar menengok keramaian macam apa yang ada di pasar malam. Anak-anak tentu saja yang paling menikmati suasana pasar malam. Ada berbagai wahana permainan yang sengaja digelar, seperti komedi putar, bianglala, ombak banyu, kereta mini, bahkan rumah hantu dan kora-kora.

Sokle4  Sokle5

Di samping menemukan banyak wahana permainan, anak-anak juga dimanjakan dengan beragam jenis mainan atau dolanan yang banyak dijajakan para penjual dolanan. Ada perahu othok-othok, thowet-thowet, gangsingan, juga beragam peralatan permainan yang lebih modern. Ada pula beberapa jenis satwa kecil yang juga dijual, seperti ikan hias, pong-pongan dan hamster. Aneka jajanan makanan khas pasar malam tentu saja tidak pernah lupa turut memeriahkan suasana pasar malam. Ada arum manis, gulali, gondhang-gandhung, martabak, juga jagung atau roti bakar.

Di samping makanan dan permaian untuk anak-anak, di pasar malam juga banyak dijajakan berbagai barang untuk orang dewasa. Ada stan penjualan pakaian, kaos, sepatu-sandal, kain batik, hingga parfum. Ada juga peratalan dapur dan rumah tangga, semisal barang pecah belah, panci, centhong, sapu, kain pel dan masih banyak barang lainnya.

Sokle6  Sokle7

Pasar malam memang menawarkan suasana yang senantiasa akan terkenang di benak seorang bocah. Meskipun berbagai sarana permainan modern ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan dan mall-mall, akan tetapi keunikan dan kekhasan sebuah pasar malam tetap tidak akan pernah dapat tergantikan. Pasar malam memberikan sebuah ruang publik bagi berkumpulnya masyarakat untuk merayakan kebersamaan dan kegembiraan. Kemeriahan dan kemurahan adalah tawaran yang sangat bisa dijangkau oleh kaum pinggiran yang semakin terpinggirkan oleh kebijakan penguasa yang semakin tidak bijaksana. Murah meriah adalah jargon pasar malam yang belum tergoyahkan oleh wahana permainan modern yang masih tergolong mahal bagi kalangan masyakat kecil yang hidupnya senantiasa pas-pasan.

Jika di sekitar tempat tinggal sampeyan kebetulan digelar sebuah keramaian pasar malam, jangan segan dan ragu untuk menyambanginya. Lihat, dengar, dan rasakan nuansa keguyuban lintas masyarakat yang tengah larut dalam kegembiraan bersama. Ah, pasar malam memang selalu ngangeni dan meninggalkan kenangan yang senantiasa akan terbawa hingga dewasa bahkan menjadi kakek-nenek. Anda punya kenangan mengenai pasar malam. Monggo saling berbagi cerita.

Ngisor Blimbing, 2 Juni 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Sokle Memanggil ke Pasar Malam

  1. Agus Mulyadi berkata:

    Wah, nek saiki ora mung nggo penanda pasar malam thok mas, tapi yo acara konser barang… kuwi senter gedhene sakmono nek nggo nyenteri tikus paling iso lamur yo mas tikus’e… hehehe

    Suka

  2. waaah kebetulan saya kok lagi rindu suasana pasar malam 😀
    ini disebelah mananya ya mas? lapangannya dekat jalan raya yang utama itu?

    Suka

  3. Achmad Mutohar berkata:

    Monggo tindak neng Tegalrejo… Pasar malem.. 🙂

    Suka

  4. Syarif Luke berkata:

    iso dinggo mecah awan mboten mas??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s