Rehat ke Tepi Merapi


AnakAlam1  AnakAlam3  AnakAlam4

Ah, tentu saja semenjak mendapatkan kalender baru di awal tahun baru saya langsung memelototi hari-hari dengan angka tanggalan warna merah, wabil khusus Hari Lebaran. Bukan maksud apa-apa, tetapi memang status buruh tukang ketik seperti saya sudah pasti senantiasa mendambakan dan haus akan hari libur. Lha wong setiap hari harus selalu ngglidhik, berangkat uthuk-uthuk di kala matahari belum muncul dan pulangpun sudah keburu peteng. Tentu saja dalam rentang waktu tertentu, badan dan pikiran memerlukan waktu rehat, menuju rest area and rest time.

Krg5 Krg3 Krg1

Sehubungan dengan akhir bulan Mei 2014 yang dipenuhi deretan tanggal merah sedemikian rupa sehingga muncullah tripel harpitnas alias hari kecepit nasional, ya saya mosok menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Bayangkan saja Selasa dan Kamis libur di tengah minggu. Jadilah hari ngglidhik yang lima hari itu dipangkas hanya menjadi tiga hari secara selang-seling. Maka dengan tekad hati yang bulat, bukan hanya saya semata, tetapi seluruh anggota keluarga kami memutuskan untuk mengambil cuti dari rutinitas keseharian. Dan sehubungan dengan status gunung Merapi yang sudah kembali ke kondisi normal, maka kamipun segera menuju kawasan papat keblat gangsal pancernya gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, Menoreh dan tentu saja gunung Tidar.

Menikmati kesejukan dan kesegaran di balik keasrian lingkungan alam pegunungan tentu sangat menenangkan jiwa dan raga. Ada sawah ladang menghijau terbentang. Ada aliran bening air sungai mengalir. Ada pepohonan perkasa nan rindang di tepian jalanan. Ada petani yang siap ngluku dan nggaru sawahnya sambil menggiring sapi yang akan membantu membajak sawah mereka. Ada pula barisan ibu-ibu dengan gendongan tenggok dan krombong menuju pasar di pusat kecamatan. Dan tentunya masih banyak lagi suasana dan nuansa khas padusunan yang tidak akan pernah kami jumpai pada keseharian kami di tanah rantau.

Ngisor Blimbing, 25 Mei 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Magelangan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s