Car Freeday at Alam Sutera


CF Alam Sutera1   CF Alam Sutera2

Car Freeday atau hari bebas kendaraan bermotor merupakan trend yang sudah semakin memasyarakat semenjak beberapa tahun silam. Berbagai kota di tanah air sudah banyak yang secara rutin menggelar car freeday sebagai wujud pemihakan terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup. Dengan motto dan semangat untuk go green, warga kota pada pagi hari di car freeday sengaja tidak menggunakan kendaraan bermotor pada saat melewati kawasan car freeday.

Untuk beberapa saat, suasana kota yang biasa hingar-bingar dengan desingan suara kendaraan bermotor ditambah dengan kepulan asap sisa pembakaran, berubah sedikit tenang dan santai. Ritme hidup yang biasanya penuh ketergesaan berganti dengan aktivitas para warga yang memanjakan diri untuk berjalan santai, jogging, lari pagi, hingga olah raga aerobik massal, bersepeda, bahkan futsal bersama di tengah jalanan yang sengaja ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor.

Selain semarak dengan aktivitas olah raga, para warga yang memiliki minat atau hobi khusus yang tergabung dalam berbagai komunitas juga sering menjadikan car freeday sebagai ajang kopi darat yang ramai. Ada komunitas sepeda onthel, komunitas biker to work, BMX, skate board, penggemar binatang, dan masih banyak komunitas yang lainnya. Intinya, car freeday bisa menjadi ajang silaturahmi diantara para warga kota yang pada kesehariannya lebih banyak disibukkan dengan rutinitas pekerjaan masing-masing. Car freeday menjadi ranah ruang publik yang berusaha mengembalikan manusia untuk berinteraksi secara sosial satu sama lain.

Di tengah keramaian massa yang berolah raga maupun sekedar bersantai, di area car freeday juga dimeriahkan dengan kehadiran para penjual makanan tradisional hingga modern, mulai dari yang gerobak hingga yang membuka warung tenda secara khusus. Di samping itu, pada car freeday juga banyak tersedia aneka barang kebutuhan yang sengaja dijajakan di pinggiran jalan, mulai perlengkapan rumah tangga, baju, kaos, sepatu dan barang-barang lain yang dijual murah. Dalam suasana demikian, car freeday menjadi ajang bazar atau pasar dadakan yang cukup memanjakan para pengunjung.

Dengan bayangan akan menjumpaikan suasana-suasana khas car freeday sebagaimana yang saya uraikan di atas, maka semenjak beberapa minggu lalu menyimak beberapa spanduk ataupun baliho yang menginformasikan akan diselenggarakannya Car Freeday at Alam Sutera, saya sempat menjadi penasaran. Setahu saya car freeday di Kota Tangerang belum pernah terdengar diadakan. Di wilayah sisi selatan Tangerang yang masuk ke Tangerang Selatan, beberapa kali memang pernah diselenggarakan car freeday di kawasan BSD City. Tetapi Car Freeday at Alam Sutera seperti apa ya?

CF Alam Sutera3  CF Alam Sutera4

Akhirnya sesuai dengan berbagai selebaran informasi tadi, pada pagi hari tepatnya Minggu, 11 Mei 2014, bersama si Thole kecil saya sengaja menyempatkan diri untuk sepedaan di kawasan Alam Sutera Kota Tangerang. Alam Sutera merupakan salah kawasan pusat pengembangan kota modern yang ada di Tangerang. Di samping fasilitas perumahan elit, Alam Sutera dilengkapi dengan berbagai pusat bisnis, seperti area perkantoran, ruko-ruko, pasar modern, dan tentu saja beberapa mall besar. Ada juga fasilitas rumah sakit dan sarana pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.

Kampung tempat tinggal kami kebetulan bertetanggaan langsung dengan Alam Sutera. Meski berdekatan, namun perbedaan kelas dan strata sosial antara masyarakat kampung dan warga Alam Sutera jelas bagaikan langit dan bumi. Sangat-sangat jauh berbeda! Dengan demikian keberadaan gagasan akan diselenggarakannya Car Freeday at Alam Sutera tentu saja saya bayangkan bisa menjadi sebuah jembatan pergaulan sosial yang dapat mempersempit jurang perbedaan tadi. Antara kalangan masyarakat kelas atas dan bawah bisa berbaur menjadi satu.

Dengan menyusuri Jalan Kyai Maja di sudut kampung kami, tidak lebih dari 5 menit sepeda yang saya kendarai sudah memasuki kawasan Alam Sutera sisi barat laut. Pertigaan di ujung Jalan Sutera Barat nampak sedikit lebih ramai pagi itu. Meskipun di pagi buta sempat diguyur dengan hujan yang cukup deras, bahkan di beberapa titik banyak kubangan air yang menggenang, namun antusiasme warga untuk hadir di Car Freeday at Alam Sutera cukup tinggi. Diantara para warga tersebut ada yang berjalan kaki bersama anggota keluarganya berjalan bersama menuju Alam Sutera. Ada juga anak-anak, bapak, ibu-ibuk, bahkan para manula yang bersepeda santai menikmati kesejukan udara pagi yang masih segar.

Tepat di perempatan lampu merah di depan Mall Alam Sutera, sepeda kami terhenti. Rupanya jalur utama yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan yang masuk ataupun keluar pintu tol Kunciran pagi itu justru diisi dengan ratusan manusia. Sebagian diantara mereka berdiri berjajar di pinggiran jalan. Namun sebagian diantara mereka justru berlarian di tengah jalanan. Rupanya di pagi itu tengah berlangsung lomba lari marathon.

Dengan seragam biru tua dengan tulisan dari sponsor utama, para peserta lomba lari itu nampak antusias dan semangat menyelesaikan perlombaan. Entah darimana asal-usul mereka, tetapi nampak jelas perlombaan tersebut cukup banyak diikuti oleh warga asing. Memperhatikan deretan bus-bus besar dan mobil-mobil yang diparkir berjajar di sisi jalan sebelah timur, saya menduga bahwa para peserta lomba lari marathon tersebut justru sengaja didatangkan dari tempat-tempat yang cukup jauh dari kawasan Alam Sutera.

Mencermati baliho dan spanduk yang mengumumkan akan diselenggarakannya Car Freeday at Alam Sutera memang terdapat sekelompok orang yang sedang berlari marathon. Tetapi secara eksplisit tidak ada keterangan satu kalimatpun yang menjelaskan akan adanya lomba lari marathon. Akhirnya saya dan si Thole cukup gigit jari dengan angan-angan sebuah suasana car freeday yang dipenuhi dengan aktivitas dan interaksi warga masyarakat yang berbaur menjadi satu dalam aktivitas olah raga, berbelanja murah di bazar, ataupun sarapan pagi di warung-warung tenda yang murah meriah. Dalam Car Freeday at Alam Sutera, kami hanya menjadi penonton ajang perlombaan lari marathon yang entah siapa para pesertanya karena kami tidak mengenal para warga kampung kami ataupun kampung tetangga yang menjadi peserta lari.

Jadi car freeday kali ini mungkin memang hanya sekedar istilah untuk membebaskan jalur lalu lintas di kawasan Alam Sutera untuk dijadikan perlintasan lomba lari marathon. Ah, berarti ke depan juga akan jarang-jarang ada car freeday di Alam Sutera. Ya, sudah kalau memang begitu!

Ngisor Blimbing, 11 Mei 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Ngisor Blimbing dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Car Freeday at Alam Sutera

  1. Bahtiar berkata:

    Wah ,
    Car free day pesanan sponsor

    Suka

  2. Evi berkata:

    Iya ya Mas, tak semeriah car free day di tempat lain 🙂

    Suka

    • sang nanang berkata:

      lha soalnya masyarakat yang ingin car freeday-an hanya bisa menjadi penonton lomba lari saja, mudah-mudahan ke depan dapat diselenggarakan rutin dan lebih memberikan ruang kepada publik utk beraktivitas santai

      Suka

  3. annosmile berkata:

    klo pas tanpa event sponsor sepi??

    Suka

    • sang nanang berkata:

      ini pertama kalinya ada car freeday di Alam Sutera kang, entah nanti akan ada tindak lanjutnya secara rutin atau tidak ya ki tunggu saja….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s