Mayday Holiday


Siapa yang tidak senang dengan hari libur? Bagi pekerja upah harian sudah pasti tidak bekerja berarti tidak akan ada penghasilan atau pemasukan. Tetapi bagi para pekerja yang digaji rutin per bulannya, ada atau tidak adanya hari libur pada hari-hari kerja mungkin tidak akan mempengaruhi gaji yang diterima. Justru adanya hari libur senantiasa ditunggu-tunggu sebagai bonus “cuti kecil”.
Jika kita sempatkan sejenak untuk mencermati kalender bulan Mei ini, sudah tentu kita akan menemukan beberapa deret tanggal merah di tengah yang menandakan adanya hari liburan, baik liburan bagi pekerja ataupun untuk anak sekolahan dan kuliahan. Ada libur dalam rangka Hari Raya Waisak, Isra’ Mi’raj, dan ada pula Kenaikan Isa Almasih. Nah justru deretan tanggal merah tersebut diawali di awal bulan sekali dengan tanggal merah juga, tepatnya pada tanggal 1 Mei. Satu Mei? Hari apakah gerangan?
Tanggal 1 Mei di kalangan para buruh dan aktivis serikat pekerja dikenal dengan istilah Mayday. Mayday merupakan peringatan Hari Buruh Internasional. Semenjak dihapuskannya sistem perbudakan manusia seiring dengan pengakuan persamaan hak asasi manusia, seorang majikan yang mempekerjakan para buruh memiliki kewajiban antara lain memberikan gaji ataupun tunjangan sebagai imbalan atas kerja. Di samping itu para buruh juga memiliki hak tunjangan kesehatan, bahkan jaminan uang pensiun.
Dinamika kapitalisasi semua bidang kehidupan senantiasa mengalami pasang surut keharmonisan hubungan timbal balik antara para buruh dan majikannya. Intinya hingga masa kini, buruh merasa bahwa keadilan belum sepenuhnya diberikan terhadap hak-haknya oleh para majikan yang mempekerjakannya. Melalui serikat pekerja yang dibentuk, mereka terus memperjuangkan hak-hak asasinya. Di samping melalui cara-cara diplomasi di meja perundingan, mereka sesekali juga turun ke jalanan untuk melakukan demonstrasi besar-besaran. Dari sinilah kemudian mengerucut hingga ditetapkannya tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Mayday bagi para kaum buruh merupakan momentum emas untuk melakukan tawar-menawar perbaikan nasib hidup dengan para pengusaha selaku pemilik modal yang mempekerjakan mereka, maupun dengan pihak pemerintah sebagai kepanjangan tangan negara yang memiliki kewajiban untuk mengangkat harkat dan martabat setiap warga negaranya tanpa kecuali. Tuntutan para buruh biasanya tidak akan jauh dari isu kenaikan gaji, pemenuhan beberapa jaminan, serta penghapusan sistem outsourcing atau pegawai kontrak.
Mayday sebagai hari para buruh turun ke jalan selalu identik dengan kemacetan akibat jalur protokol biasa menjadi ajang tempat demonstrasi. Selain itu, kumpulan massa dalam jumlah ribuan orang seringkali juga disusupi para provokator yang memancing massa untuk merusak fasilitas umum sehingga bentrok antar kelompok maupun dengan aparat keamanan tidak jarang terjadi di jalanan. Tepat pada saat Mayday di Jakarta juga pernah terjadi pembakaran sarana angkutan umum, seperti busway. Mayday menjadikan golongan masyarakat yang lain merasa terancam. Mereka memilih menghindari jalur-jalur yang dipergunakan, bahkan tidak sedikit kalangan masyarakat yang sama sekali tidak berani keluar rumah karena alasan kemacetan ataupun keamanan.
Di kebanyakan negara-negara lain dimana nasib para buruh sudah lumayan mapan, Mayday pada umumnya telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Nah khusus di Indonesia, untuk tahun 2014 ini Mayday menjadi salah satu tanggal di deretan kalender yang diberi warna merah. Itu artinya Hari Buruh Internasional telah ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional. Maka jadilah Mayday is Holiday in Indonesia menjadi kenyataan.
Apakah kemudian dengan ditetapkannya Mayday sebagai hari libur, maka tuntutan para buruh sepenuhnya telah terpenuhi? Jawabnya tentu saja belum! Dampak langsung ditetapkannya Mayday sebagai hari libur adalah bergesernya waktu unjuk rasa atau demonstrasi di hari berikutnya, yaitu 2 Mei yang kebetulan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Apakah cara memperjuangkan nasib dengan cara turun ke jalan di masa kini masih efektif? Ingat, akibat demonstrasi di jalanan adalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan yang merugikan kepentingan masyarakat umum yang menggunakan jalan raya justru menjadi titik yang membuat rasa simpatik masyarakat terhadap nasib para buruh kian menghilang. Kemacetan dan ancaman keamanan kemudian akan menimbulkan efek domino terhadap sektor transportasi dan kegiatabn ekonomi ataupun bisnis yang justru semakim memperpuruk keadaan. Nah secara sistem sebenarnya semua menjadi terugikan.
Mungkin sudah saatnya pemerintah secara serius memikirkan nasib para buruh dan pekerja informal dengan membuat kebijakan ataupun sistem regulasi yang benar-benar adil sehingga menguntungkan semua pihak. Ya bagi para buruh, bagi para pengusaha, bagi pemerintah, bagi negara dan tentu saja bagi seluruh warga negara tercinta. Bukankah demikian?
Namun lepas dari itu, saya pribadi termasuk orang yang sangat menikmati tambahan libur di Hari Mayday ini. Selamat Hari Buruh Internasional! Salam buruh! Hidup rakyat Indonesia!

Ngisor Blimbing, 30 April 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mayday Holiday

  1. Muh Nahdhi Ahsan berkata:

    Banyak liburnya yang jika ditambah cuti beberapa hari bisa jadi libur panjang. Tapi malah belum dapat cuti. Tapi ditetapkannya libur tanggal 1 Mei jadi menambah daftar panjang libur nasional, lumayan…
    Lewat bunderan macet cet mas, akeh bus pariwisata parkir juga…

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Ya kalau kita mah seneng-seneng wae tambah liburan….
      Tapi di sisi lain, apakah aspirasi demo-demo itu tersampaikan kepada kantor-kantor yang pada saat didemo justru libur?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s