Berendam di Marcopolo Water Park Serpong


Air pada hakekatnya manusia memang menjadi kebutuhan yang sangat pokok bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Bukankah sebagian dari jaringan tubuh kita tersusun atas sel-sel yang didominasi kandungan air yang tinggi. Manusia tanpa makanan konon masih bisa bertahan hidup dalam beberapa hari, tetapi manusia tanpa tercukupi kebutuhan air alias mengalami dehidrasi hanya dalam hitungan jam akan mengakibatkan kematian. Maha Suci Allah pula jika kemudian menciptakan bumi sebagai tempat hidup manusia dimana luasan samudera jauh lebih luas dibandingkan daratannya. Hal ini tentu semakin memperkuat kodrat manusia yang tidak bisa lepas dari air kehidupan.

Dikarenakan manusia tidak bisa lepas dari air, sangat logis pula jika selanjutnya manusia juga gemar ngadem dengan cara berendam di dalam air. Semenjak kisah yang didongengkan turun-temurun dari para leluhur juga betapa setiap kerajaan di zaman dahulu juga membangun taman dan pesanggrahan yang dilengkapi dengan patirtan, baik berupa sendang, pancuran, juga kolam pemandian. Betapa ceria dan riangnya para bidadari tatkala bercengkrama ria dan mandi di telaga pada kisah legenda Joko Tarub. Bahkan prasasti tertua pada jaman Ratu Shima juga berhubungan dengan patirtan di Tuk Mas.

Tidak dulu, tidak sekarang, nampaknya manusia masih memiliki kesamaan soal kungkum ria di kolam air, baik kolam alam berupa sendang, telaga, danau, ataupun sungai, juga kolam buatan seperti kolam renang. Terlebih dalam suasana pemanasan global yang menjadikan cuaca permukaan bumi semakin panas dewasa ini, betapa sejuknya dalam suasana terik sinar mentari kita keciblon di kolam air. Maka menjamurlah berbagai wahana wisata air yang selalu dipadati manusia yang merasa gerah dan kepanasan.

Salah satu wahana wisata air yang saya kunjungi belum lama ini adalah Marcopolo Water Park di Serpong. Letaknya sangat stategis di Jln Raya Tangerang-Serpong di kawasan Serpong Town Square (Setos). Menempati ruang terbuka di ketinggian lantai ke tiga menjadikan view di water park ini sangat fantastis. Jalur Jalan Tol Jakarta-Merak yang melintang dari timur ke barat seolah memberikan acuan posisi Marcopolo sehingga mudah diketumukan di peta manapun. Selanjutnya di sisi selatan, nampak dataran yang sangat luas dengan berbagai menara pusat-pusat kota satelit yang mengelilingi Tangerang, seperti Alam Sutera, Gading Summarecon, dan Karawaci.

Kebetulan lokasi Marcopolo Water Park memang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami. Namun demikian, sekian tahun hampir melintas setiap hari di depan lokasi wahana wisata air yang satu ini, namun baru pertama kalinya kami masuk dan menikmati kesejukan air beningnya. Tempat yang menawarkan setitik kenikmatan surgawi dunia ini memang masih tergolong kurang bersahabat bagi kantong wong cilik. Untuk hari-hari biasa tiket masuk dibandrol dengan harga Rp.30.000,-. Sedangkan pada hari Sabtu-Minggu atau hari liburan lain malah dipatok Rp.50.000,-. Lumayan bukan? Kamipun berkesempatan turut mencicipi nikmatnya bersantai ria dan bermain di Marcopolo juga karena mendapatkan diskon tiket seharga Rp.15.000,-.

Kawasan Serpong Town Square merupakan sebuah paduan pusat hunian berupa beberapa menara apartemen, pusat bisnis dengan deretan ruko-ruko, mall, dan beberapa pusat perbelanjaan, di samping ada hotel dan restoran. Namun entah mengapa sepertinya manajemen pengelola kawasan ini sering berganti tangan sebagaimana seringnya terjadi perubahan nama yang dipampang di pintu gerbang yang menghadap jalan utama. Kini kawasan ini bernama Best Western Serpong (BWS). Hal inilah yang mungkin menjadikan kawasan ini justru kurang berkembang jika tidak bisa dibilang justru mengalami kemunduran.

Setelah memasuki lorong masuk dari arah jalan raya, untuk menuju Marcopolo Water Park pengunjung dapat langsung memasuki salah satu tower terdepan. Naik ke lantai dasar, suasana mall yang sebagian besar gerainya tidak buka menjadikan suasana remang dan menimbulkan kesan yang sangat sepi. Untuk berlanjut naik ke lantai 3, dapat melalui akses ekskalator yang tidak lagi diperjalankan ataupun melalui lift yang tersedia. Akses utama untuk masuk ke Marcopolo berada di tepian sisi selatan yang langsung menampakkan latar jalan Tol Jakarta-Merak dan dataran Tangsel. Dengan manaiki satu jalur anak tangga lagi, sampailah kita di pintu masuk atau loket Marcopolo. Dan tatkala kita telah benar-benar memasuki area Marcopolo, maka pecahlah suasana sepi yang sebelumnya mengiringkan perjalanan pengunjung saat tiba dan naik ke lantai 3. Suasana sepi spontan berganti dengan suasana riang yang berasal dari anak-anak yang berenang gembira, juga para remaja yang asyik berkecipak dengan air, bahkan para orang tua yang mendampingi putra-putrinya.

Di area Marcopolo Water Park terdapat beberapa jenis kolam yang terbagi menjadi beberapa kedalaman yang disesuaikan dengan usia pengunjung. Mulai kolam khusus untuk bayi dan balita yang hanya berkedalaman 20 cm, kolam anak-anak sedalam 50 cm, hingga kolam dewasa sedalam 150 cm. Di samping itu terdapat kanal keliling selebar 5 m dengan kedalaman 1 m. Kanal ini didesain dengan aliran air satu arah yang menghadirkan suasana aliran sungai yang sebenarnya. Di sisi kanan dan kiri kanal ini dipagari dengan beberapa taman dengan tanaman hias yang menambah asri suasana. Hal yang paling unik dan menarik dari kanal ini adalah terdapatnya jalur terowongan di bawah sebuah benteng yang menghadirkan misteri seolah pengunjung memasuki aliran air dalam sebuah goa yang mencekam.

Selanjutnya di kolam yang diperuntukkan untuk anak-anak dan remaja, kolam yang ada dilengkapi dengan berbagai wahana permainan air yang sangat menarik. Ada air pancuran yang keluar dari mulut burung maleo di tepian kolam, air mancur, payung jamur, juga beberapa seluncuran air yang menantang anak-anak untuk terjun ke air melaluinya. Anak-anak mana yang tidak akan kerasan dan ketagihan dengan keasyikan permainan air tersebut?

Memenuhi kebutuhan pengunjung untuk lebih menikmati wisata air, di area Marcopolo juga dilengkapi dengan sarana penyewaan kebutuhan bermain air, seperti aneka bentuk pelampung, kaca mata renang, baju renang, hingga alat-alat main anak-anak.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, area Marcopolo Water Park dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung, diantaranya ruang ganti yang representatif, toilet, kursi tunggu, kantin, termasuk mushola. Selain itu, guna menjamin keselamatan pengunjung yang asyik menikmati wisata air, di Marcopolo juga bersiaga setiap saat para lifeguards atau para penjaga di pos-pos strategis pada beberapa bagian tepi wahana yang ada. Dengan tawaran kesejukan, keasyikan, keriangan dan kegembiraan suasana ciblon di kolam airnya yang bening, Marcopolo Water Park menjadi satu-satunya sarana di kawasan BWS yang senantiasa mengundang pengunjung untuk tetap datang. Sampeyan ingin ciblon juga? Monggo dicoba!

Ngisor Blimbing, 27 April 2014

Artikel terkait:

1. Waterboom Kalibening Magelang

2. Candi Umbul: Patirtan Para Bangsawan Mataram Kuno

3. Tuk Mas, Situs Mata Air Mataram Kuno

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s