Kesan di Stasiun Kejaksan Cirebon


Stasiun Kejaksan1Apabila kita melakukan perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, atau dari Jakarta ke Jogjakarta, juga pada arah sebaliknya, tentu kereta api yang kita tumpangi akan melintas atau singgah di Stasiun Cirebon. Stasiun Cirebon dikenal juga dengan nama Stasiun Kejaksan. Nama yang terakhir merujuk kepada nama wilayah dimana stasiun tersebut berada. Dimasa pemerintahan Kerajaan Cirebon masih eksis, wilayah tersebut konon memang menjadi perkampungan pemukiman para jaksa kerajaan.

Stasiun Cirebon merupakan stasiun kereta api terbesar di Daerah Operasi III PT Kereta Api Indonesia. Keberadaannya di jalur pantura memiliki arti yang sangat strategis sebagai penghubung antara daerah operasi di bagian barat dengan bagian tengah dan timur Pulau Jawa. Di samping Stasiun Kejaksan, di Cirebon juga ada Stasiun Prujakan. Stasiun ini terletak hanya kurang dari satu kilo meter di sebalah timur Stasiun Kejaksan. Stasiun Kejaksaan diperuntukkan untuk melayani kereta api eksekutif dan bisnis, sedangkan untuk kereta ekonomi dan barang dilayani di Stasiun Prujakan.

Stasiun Kejaksan2Stasiun Kejaksan6Berada pada ketinggian 4 m dari permukaan air laut menjadikan Stasiun Kejaksan menjadi salah satu stasiun yang berada di dataran rendah dan dekat dengan pantai. Stasiun ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tahun 1911. Hal ini dibuktikan dengan dicantumkannya angka 1911 di sisi utara menara gedung yang menjadi pintu gerbang utama stasiun.

Pada tahun 2011, Stasiun Kejaksan mengalami renovasi untuk kesekian kalinya. Di samping penambahan jalur, peron utama untuk kedatangan maupun keberangkatan kereta api sengaja ditinggikan dari posisi semula. Selain perbaikan dari sisi fasilitas, stasiun ini juga melakukan pengaturan terhadap para pedagang asongan maupun para poter yang biasa membantu penumpang untuk membawakan barang bawaan yang banyak. Kini setelah masa penataan tersebut, Stasiun Kejaksan nampak jauh lebih tertib sehingga mampu menghadirkan kenyaman bagi para pengguna jasa kereta api yang singgah, turun ataupun naik dari Cirebon.

Stasiun Kejaksan3 Stasiun Kejaksan4

Di samping jalur kendaraan darat biasa, kereta api merupakan moda angkutan umum yang membawa datang dan pergi penumpang dari Cirebon. Dengan demikian, keberadaan dua stasiun di Cirebon menjadi salah satu gerbang utama orang singgah di Cirebon. Sebagai salah satu kota tertua di Jawa Barat, Cirebon menyimpan banyak cerita sejarah yang sangat menarik untuk mendatangkan wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Sebagai sebuah daerah yang berawal dari keberadaan sebuah kerajaan, Cirebon merupakan penerus tahta Prabu Siliwangi di Pajajaran. Atas campur tangan penjajah Belanda yang ingin memecah belah persatuan diantara keluarga Kerajaan Cirebon, maka kerajaan selanjutnya terpecah menjadi Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Keprabon. Sisa-sisa peninggalan keempat pemerintahan kerajaan tersebut hingga saat ini masih bisa kita saksikan, seperti kompleks istana dan adat istiadat yang masih diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Ada juga makam Sunan Gunungjati di Gunung Sembung yang selalu ramai dengan peziarahnya siang dan malam.

Di samping objek wisata sejarah, Cirebon juga memiliki aneka ragam kuliner khas yang bisa memanjakan pengunjung. Ada empal gentong, nasi jamblang, serta aneka makanan olahan dari hasil laut, mulai dari teri, ebi, ikan asin, teripang, keripik kulit ikan, hingga macam-macam kerupuk. Selain itu, motif batik khas Cirebon gaya pesisiran yang berbeda dari batik khas Pekalongan, Jogja maupun Solo juga menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi ketika bicara produk kerajinan tangan khas Cirebonan.

Stasiun Kejaksan5Letak jalur yang strategis sebagai titik transisi transportasi jalur darat, baik kendaraan umum maupun kereta api sangat memungkin Cirebon menjadi daerah tujuan wisata yang sangat menarik.Hal ini nampaknya sangat disadari benar oleh pemerintah kota setempat. Keberadaan Stasiun Kejaksan yang representatif untuk menyambut pendatang tentu akan menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata Cirebon.

Untuk jalur dari Jakarta menuju Cirebon, kereta api utama yang melayaninya terdapat Kereta Api Argo Jati dan Cirebon Ekspress. Keberadaan rel jalur ganda yang telah menghubungkan Jakarta-Cirebon telah menjadikan waktu tempuhnya menjadi semakin cepat (rata-rata 3 jam perjalanan). Selain itu, dikarenakan setiap kereta api yang melintas di jalur pantura dan sebagian besar kereta api jalur tengah atau selatan dari dan menuju Jakarta akan melintasi Kota Cirebon, maka Cirebon semakin strategis diakses dari kota-kota utama di Pulau Jawa.

Tidak saja dari kemudahan akses kereta api, sambutan ramah dalam nuansa alam Sunda akan Anda semua rasakan tatkala turun dari kereta api di Stasiun Kejaksan. Di samping berbagai ornamen stasiun yang ditempeli dengan beberapa motif lukisan batik khas Cirebonan, para penumpang juga disambut dengan alunan musik degung Sunda yang mendayu-dayu sangat syahdu.

Belum pernah berkunjung dan berwisata ke Cirebon? Sekali-kali jalan-jalanlah ke Kota Terasi ini dengan menaiki kereta api. Anda pasti akan turun di Stasiun Cirebon yang megah dan tertata rapi. Bermula dari kesan di Stasiun Kejaksan inilah kesan-kesan tentang Kota Cirebon yang selanjutnya akan Anda torehkan di memori kenangan. Monggo dicoba!

Ngisor Blimbing, 26 April 2014

Artikel terkait:

1. Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

2. Wisata Keraton Kasepuhan Kota Cirebon

3. Kemegahan Masjid Raya At Taqwa Cirebon

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kesan di Stasiun Kejaksan Cirebon

  1. ikhsan berkata:

    beda banget dengan terminalnya, Stasiun Cirebon lebih aman dan terawat daripada Terminal Harjamukti

    Suka

  2. Ping balik: Hotel Murah Cirebon Dekat Stasiun Kejaksan | Mrzvk note$

  3. Miasih berkata:

    Saya mohon dibantu informasi nanti tgl 18 berangkat dr sby nyampai setasiun kejsksan jam 12 malm .terus ke makam naik apa ?orang 32

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s