Shiratal Mustaqiem, Pesona Masjid di Tepian Tol Jakarta-Merak


Mustaqiem1Masjid Shiratal Mustaqiem, mungkin nama sebuah masjid yang terdengar cukup panjang. Shiratal Mustaqiem sebagaimana kita ketahui merupakan penggalan salah satu ayat di dalam Surat Al Fatihah. Shiratal Mustaqiem berarti jalan yang lurus. Nama tersebut sebenarnya sangat berhubungan erat dengan lokasi keberadaan Masjid Shiratal Mustaqiem itu sendiri. Rumah Allah yang satu ini memang terletak tepat di pinggiran jalan yang lurus, sebuah ruas jalan tol yang menghubungkan Jakarta – Merak, tepatnya pada Km.20 di sisi kiri gerbang Tol Kota Tangerang.
Masjid Shiratal Mustaqiem merupakan masjid yang berada di kompleks perkantoran PT Jasa Marga Cabang Jakarta Tangerang. Meskipun bangunan baru masjid baru selesai direnovasi dan dioperasionalkan kembali kurang dari satu tahun yang lalu, namun sebenarnya keberadaan masjid telah ada semenjak awal kompleks perkantoran Jasa Marga dibangun bersamaan dengan operasional Jalur Tol Jakarta-Merak.
Pasca pemugaran, Masjid Shiratal Mustaqiem memiliki gaya arsitektur gabungan khas Timur Tengah dan Nusantara. Bentuk bangunan secara keseluruhan merupakan balok persegi panjang bertingkat dua. Lantai utama ruang ibadah berada di lantai dua. Adapun lantai dasar dipergunakan sebagai ruang serba guna. Masing-masing lantai ditopang oleh pilar-pilar saka guru dari beton bertulang.

Mustaqiem5  Mustaqiem6

Ruang utama yang dipergunakan untuk ibadah sholat ditopang dengan enam pilar saka guru yang mencerminkan rukun iman. Masing-masing pilar berbentuk bulat yang dibalut dengan lembaran stainless steel yang menyiratkan kebersihan hati yang penuh kerahmatan dan keberkahan Tuhan sehingga mampu memancarkan kilauan cahaya suci yang tersirat dalam akhlakul karimah setiap insan muslim. Keenam pilar tersebut menyangga kubah utama masjid yang berbentuk lingkaran setengah bola. Di sisi dalam kubah utama masjid tergambar hambaran langit maha luas yang dilingkari dengan cincin bertuliskan al asmaul husna dan penggalan ayat-ayat suci AL Qur’an.
Mihrab sebagai tempat imam memimpin sholat berada tepat simetris di sisi depan ruang utama. Dengan balutan dinding berkeramik hitam mengkilat, ruang mihrab dilengkapi dengan mimbar untuk khotib menyampaikan khutbahnya maupun para penceramah saat memberikan pengajian. Miimbar tersebut terbuat dari kayu jati berukir bergaya keraton Demak Bintoro dengan kubah kecil di pucuk atasnya. Tepat di sisi kanan dan kiri ruang mihrab, pada lapisan dinding keramik hitam, terdapat tulisan besar yang melafalkan Allah Azza wajjalla dan Muhahammad Rasulullah.

Mustaqiem3  Mustaqiem4

Sebagian dinding di sisi kanan kiri merupakan tabir bukaan yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas motif Jepara. Tabir ini bisa dibuka-tutup untuk memperluas ruang utama sholat sesuai dengan kebutuhan jamaah. Adapun tabir sisi luar berwujud tirai-tirai lempengan besi baja yang dibentuk berlubang-lubang dengan motif simetris. Bukaan kanan-kiri serta tabir ataupun tirai-tirai sengaja menggantikan fungsi dinding permanen sekaligus sebagai sarana keluar-masuknya sirkulasi udara yang membuat suasana di dalam ruang utama senantiasa sejuk. Di samping untuk kenyamanan, lebih jauh desain khas wilayah tropis ini utamanya untuk mengkondisikan kenyamanan jamaah saat beribadah guna menunjang suasana kekhusukan dalam beribadah. Konsep dinding non-permanen dengan bukaan sirkulasi udara dengan pilar-pilar tinggi ini nampaknya mengadopsi desain Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat.
Di sisi bagian depan ruang ibadah, terdapat pelataran kecil yang dikelilingi dengan jalur teras di ketiga sisi, masing-masing depan, dan kiri-kanan. Pelataran ini di samping pada saat-saat jamaah membludak dapat dipergunakan untuk sholat, pada kesempatan lain bisa juga dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan outdor, seperti manasik haji ataupun aktivitas para remaja dan pemuda masjid. Dari pelataran utama dengan pelataran dasar dihubungkan dengan jalur tangga utama depan masjid yang yang lebar gilar-gilar sehingga menampakkan keanggunan bangunan masjid.
Mustaqiem2Kemegahan bangunan utama masjid masih ditambahkan dengan keberadaan sebuah menara di sudut sisi tenggara pelataran utama. Menara setinggi kurang lebih tiga puluh meter tersebut berdiri tegak bagaikan sebatang tombak yang tertancap kuat hingga ke dasar bumi. Di samping menyimbulkan ketinggian asma Allah yang menggapai langit ke tujuh, hunjaman menara ke dasar bumi juga menyiratkan kuatnya tauhid dan keimanan para jamaah muslimin yang mendapatkan petunjuk shiratal mustaqiem, jalan yang lurus dan benar.
Keberadaan masjid yang tepat di samping gerbang tol sekaligus di pinggiran jalan utama Tangerang – BSD Serpong menjadikan masjid tersebut menjadi pilihan persinggahan para pengguna jalan yang kebetulan melintas pada saat-saat bersamaan waktu sholat tiba. Namun demikian, tidak sedikit warga di sekitar, seperti dari perumahan Jasa Marga sendiri, warga apartemen Setos, termasuk warga dari kampung-kampung seberang tol semisal Warung Magga. Meski tidak selalu nampak penuh dengan jamaah pada saat sholat lima waktu, tetapi di kala Sholat Jumat, Masjid Shiratal Mustaqiem senantiasa dipenuhi jamaah yang beribadah. Semoga keberadaan Masjid Shiratal Mustaqiem benar-benar bisa mengantarkan insan muslim yang beribadah di dalamnya bisa benar-benar ditunjukkan jalan yang lurus dan benar menuju kepada ridza Allah SWT sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia hingga di alam akhirat.

Ngisor Blimbing, 18 April 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s