Tayang Perdana Wayang Orang di Tangerang


Wayang TangerangTangerang merupakan salah satu kawasan penyangga ibukota Jakarta. Keberadaan warga masyarakat Tangerang menjadi sedemikian heterogen karena terdiri atas berbagai asal-usul suku dan tenis bangsa. Di Tangerang sudah pasti ada orang Betawi, ada orang Sundanya, orang Jawa, Sumatera, dan juga warga yang berasal dari kawasan Indonesia Timur. Bahkan di Tangerang hingga kini juga eksis warga masyarakat keturunan Tionghoa yang juga telah menjadi kesatuan warga masyarakat di Tangerang. Keberadaan masyarakat yang plural tersebut sudah pasti disertai pula dengan keanekaragaman seni budaya yang diwarisi secara turun-temurun hingga kini. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Tangerang juga merupakan salah satu miniatur Indonesia.

Salah satu suku bangsa yang terus eksis di tengah masyarakat Tangerang, masyarakat Jawa masih terus nguri-uri atau melestarikan seni dan budaya adiluhung warisan nenek moyang diantaranya dalam bentuk seni wayang orang. Dalam rangka memuncaki rangkaian acara HUT Pemerintah Kota Tangerang ke-21, Paguyuban Seni Budaya Nusantara mempersembahkan pagelaran wayang orang dengan judul “Gatotkaca Winisuda”.

Pentas wayang orang di Tangerang merupakan sebuah kejadian yang sangat luar biasa. Selama keberadaan Pemerintah Kota Tangerang, bahkan sepenjang keberadaan sejarah wilayah Tangerang, belum pernah satu kalipun dipentaskan pertunjukan seni wayang orang. Oleh karena itu, pagelaran wayang orang yang digelar pada Sabtu malam, 12 April 2014 bertempat di GOR Kota Tangerang kali ini merupakan kali pertamanya ada pentas wayang orang di Tangerang. Sebuah prestasi sejarah yang sangat luar biasa.

Barata1Kisah Gatotkaca Winisuda diawali dengan kelahiran putera Bima dari istri Dewi Arimbi. Jabang bayi raksasa tersebut kemudian diberi nama Tetuko. Pada saat dilahirkan terdapat sebuah keanehan pada diri si jabang bayi. Tali pusar sang bayi tidak bisa dipotong sebagaimana bayi pada umumnya. Akhirnya atas nasehat Resi Abiyasa, Arjuna pergi ke Kahyangan untuk meminjam senjata para dewa.

Pada saat yang bersamaan di Kahyangan sedang terjadi huru-hara besar. Raja raksasa Naga Kala Pracono ingin mempersunting Betari Supraba. Kesaktian yang luar biasa membuat para dewa kalang-kabut. Batara Guru akhirnya bersabda bahwa yang dapat mengalahkan Kala Pracono adalah jabang bayi Tetuko. Kepada Betara Narada diperintahkan untuk mengirimkan senjata Kunta kepada Arjuna untuk diberikan kepada Tetuko. Di tengah perjalanan, Narada khilaf dan justru memberikan senjata Kunta kepada Karna yang rupanya memang sangat mirip dengan Arjuna.

Barata2 Barata3

Setelah Arjuna bertemu Narada, Arjuna diperintahkan untuk mengejar Karna yang telah membawa senjata Kunta. Akhirnya Arjuna berhasil mengejar Karna dan menyatakan ingin meminjam senjata Kunta untuk memotong tali pusar keponakannya. Karna tidak terima, maka terjadilah pertempuran memperebutkan senjata Kunta. Pada saat pergulatan, Arjuna berhasil memegang warangka senjata Kunta. Terjadilah saling tarik-ulur yang sangat alot. Akhirnya terbukalah senjata Kunta dari warangkanya. Arjuna mendapatkan warangka, sedangkan Karna memegang senjata Kunta dan berhasil meloloskan diri.

Atas saran dari Semar, Arjuna selanjutnya pulang ke Negeri Pringgodani. Anehnya dengan warangka senjata Kunta, tali pusar jabang bayi Tetuko berhasil diputus. Namun demikian, atas kehendak para dewata warangka tersebut kemudian terbenam dan masuk ke dalam perut bayi Tetuko.

Barata4  Barata6

Dengan berat hati, para Pandawa melepaskan bayi Tetuko untuk dijadikan panglima perang menghadapi raksasa Kala Pracono. Bagaimana mungkin seorang bayi merah akan mampu bertempur dan mengalahkan raksasa yang sakti mandraguna. Namun demikian, dengan waskita Semar meyakinkan Pandawa bahwa semua hal tersebut sudah merupakan ketentuan dan takdir dari Sang Hyang Hakarya Jagad.

Pada saat pertama kali dihadapkan musuhnya, Tetuko berhasil mencolok mata Kala Pracono. Raksasa tersebut sangat marah, sehingga tubuh kecil Tetuko dibantingnya sekuat tenaga. Bayi itupun terluka sangat parah, bahkan menemui ajalnya. Oleh para dewa bayi Tetuko kemudian digodog dengan dimasukkan ke dalam kawah Candradimuka. Satu per satu para dewa kemudian memasukkan senjatanya masing-masing untuk menambah sipat kandel atau kesaktian Tetuko. Akhirnya Tetuko berhasil dihidupkan kembali dan justru kemudian menjadi manusia yang sangat sakti mandraguna, berotot kawat dan bertulang besi. Ia kemudian mendapat julukan Gatotkaca.

Barata5Gatotkaca kembali bertempur dengan Kala Pracono. Melalui tempaan di kawah Candradimuka, Gatotkaca memiliki ilmu pukulan yang sangat mematikan pada kepalan kedua tangannya. Gerak-geriknya sangat trengginas, cepat melebihi kecepatan kilat. Hantaman dan tendangannya menggelegar bagaikan halilintar. Bahkan ia memiliki kemampuan untuk terbang ke angkasa dengan sangat cepat. Dengan kedigdayaanya, akhirnya Gatotkaca berhasil menuntaskan Kala Pracono.

Pada saat mengutus Tetuko untuk melawan Kala Pracono, para dewa sempat memberikan janji bahwa jika Tetuko berhasil mengalahkan musuhnya, maka kelak Gatotkaca akan dinobatkan sebagai pemimpin para dewa di Kahyangan. Namun pada kenyataannya janji tersebut justru diingkari oleh para dewa. Merasa tidak terima akhirnya Gatotkaca dengan dibantu Wisanggeni dan para putera Pandawa yang lain nggruduk serta menduduki tahta Kahyangan. Ia menobatkan diri sebagai penguasa Kahyangan dengan gelar Batara Guru Putera.

Barata8

Barata11Pagelaran wayang orang Gatotkaca Winisuda ini merupakan kolaborasi yang sangat apik antara para seniman wayang orang di Tangerang dan Paguyuban Wayang Orang Barata. Sebagaimana diketahui Wayang Orang Barata merupakan kelompok seniman wayang orang yang secara rutin mementaskan pagelaran wayang orang di Pasar Senin, Jakarta Pusat.

Barata9  Barata10

Lebih daripada sekedar sebuah tontonan, wayang memberikan banyak tuntunan dan tatanana kehidupan. Banyak nilai dan hikmah kisah yang dapat dipetik dari kisah-kisahnya. Dari kisah Gatotkaca Winisuda ini paling tidak kita diajarkan mengenai sifat keutamaan para ksatria, gigih dan pantang menyerah, tetapi juga senantiasa menjunjung sikap kejujuran, amanah dalam janji, serta mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadinya dalam perilaku rame ing gawe namun sepi ing pamrih. Sebagai negeri yang tengah terpuruk dalam krisis nilai dan moralitas, sangat pantas kiranya jika bangsa ini mau berendah hati untuk kembali menggali nilai filosofis yang telah diwariskan oleh para leluhur bangsa Nusantara. Salah satunya yang terkandung dalam ajaran yang dibabar melalui kisah dunia pewayangan. Hidup wayang!

Ngisor Blimbing, 13 April 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Tayang Perdana Wayang Orang di Tangerang

  1. [uth] berkata:

    Weh ada orang2 wayang bharata juga, kang? Ampuh ik
    Nang GOR kisamaun?

    Sip sip sip, tinggal menggalang masa or paguyuban pecinta budaya aja, minta pemda buat bikinin gedung kesenian

    Suka

    • sang nanang berkata:

      iya kang, semalam tayang perdana pemain masih gabungan seniman Tangerang dan Wayang Barata. Walikota Tangerang pada pidato pembukaan telah menyatakan dalam dua tahun sudah terbangun gedung kesenian yang representatif utk pengembangan seni budaya di Tangerang. Mudah-mudahan terus berkembang.

      Suka

  2. Bahtiar berkata:

    mas nanang punya tulisan kisah gatotkaca gugur ?
    klo gak salah gugur oleh pusokone karna iku

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Iya, betul mas. Karena warangkanya sudah tertanam di tubuh Gatotkaca, maka kelak saat Baratayuda senjata Kuntalah yang manjing ke warangkanya dan menewaskan Gatotkaca saat dilepaskan oleh Adipati Karna.

      Suka

  3. Evi berkata:

    Senang deh membacanya Mas Nanang. Entah saya yang kurang info atau memang kenyataan, pentas seni dan budaya di Tangerang itu kering banget. Semoga setelah ini banyak acara2 kesenian dan budaya di kampung multi etnis ini..

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Mudah-mudahan Mbak, biar anak-anak Tangerang bisa turut tahu, mengerti, memahami, dan menemukan jatidiri dari seni budaya bangsa sendiri.

      Suka

  4. nikitomi berkata:

    waaa aku ketinggalan inpo ikiiii -__-

    Suka

    • sang nanang berkata:

      we’eh, saya juga tahunya dari salah satu personil yang kedapuk ikut main….itupun hanya sebuah kebetulan pada saat ngobrol dan kenalan dgn beliau di bus umum menuju pulang

      Suka

  5. ridho psbn berkata:

    seru ikutan wayang di kota tangerang

    Suka

    • sang nanang berkata:

      betul sekali mas ridho….
      sayapun merasa sangat beruntung bisa turut menyaksikan pagelaran wayang kemarin itu.
      mas ridho ikutan main di panggung ya?

      Suka

  6. didi berkata:

    salah satu pemainnya kakak ku lo….hehehehehehehe

    Suka

  7. Ping balik: Sepeda Lintas Kota Lintas Provinsi | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s