Tebak Manggis Pemenang Pemilu


Pemilu memang tengah digelar serentak pada hari ini, Rabu, 9 April 2014. Pesta demokrasi yang digelar rutin setiap lima tahun sekali ini memang bagi saya pribadi menjadi kian tidak menarik. Mungkin diantara para pembaca sekalian turut merasakan hal yang sama. Bagaimana kita sudah sangat tahu sama tahu, bahkan paham sepaham-pahamnya, bagaimana para caleg berbusa-busa mengubar janji dan mimpi. Yang ingin membangun infrastruktur lah! Yang ingin ngaspal jalan lah! Yang akan nyumbang pembangunan tempat ibadah lah! Yang ingin menggratiskan uang sekolah lah! Yang ingin menjamin biaya pengobatan lah! Macam dan beragam modus bujuk rayu mereka. Tetapi pada kenyataannya setelah mereka duduk di kursi wakil rakyat dan mengenyam empuknya kekuasaan, mereka seolah lupa janji dan lupa daratan. Amanat rakyat selalu hanya berujung dengan sikap khianat!

Selazimnya gelaran hajatan pilihan, mulai dari pilihan ketua kelas, RT, RW, lurah, bupati, gubernur, wakil rakyat hingga presiden, selalu membuat penasaran orang banyak. Tentang siapa yang akan maju sebagai calon, siapa diantara para calon tersebut yang berpeluang unggul menjadi pemenang, hingga siapa yang benar-benar memenangkan persaingan. Hitung-hitungan peluang seringkali melibatkan variabel dan faktor-faktor penentu yang sangat kompleks dan ruwet bin njlimet. Bahkan kemudian muncullah lembaga-lembaga yang dipenuhi para pakar ilmu statistik, probabilistik, hingga ngelmu klenik dan ramal-meramal, yang secara khusus memerankan pihak yang membuat berbagai survei dan main tebak-tebakan buah manggis.

Beberapa lembaga survei pemilu tersebut memang bersikap netral dan obyektif dalam menggali, mengolah, menyajikan datan dan informasi hingga menarik suatu kesimpulan. Akan tetapi di masa yang sudah terlampau kisruh di negeri yang sakit ini, tidak sedikit lembaga survei pemilu yang tidak lagi mampu mempertahankan independensi mereka dari intervensi kepentingan pihak-pihak tertentu, seperti partai tertentu. Bahkan “seolah” ada lembaga survei tertentu yang justru “dipesan” untuk menampilkan hasil survei yang mengarah kepada kemauan partai tertentu. Istilah gampangnya, mereka menerima pesanan dari pihak tertentu. Tentu saja hal ini sangat berkaitan erat dengan perang pencitraan antar partai yang tengah saling bersaing.

Khusus untuk pemilu 2014 ini, meskipun analisis dan survey dari beberapa lembaga tertentu telah sering digelar, akan tetapi respon dari masyarakat luas tidak lagi heboh dan terasa biasa-biasa. Hasil-hasil survey tersebut seolah-olah tidak lagi menjadi acuan pemilih dalam memilih. Terlebih dalam suasana keterbatasan pilihan yang layak untuk dipilih di mata rakyat. Sepak terjang para elit partai, termasuk para jago yang dielus-elus untuk maju sebagai calon presiden ataupun wakil presiden, sepertinya juga semakin membatasi pilihan ideal. Hal ini bisa jadi akan semakin menambah pemilih yang memilih untuk mengambangkan pilihannya, atau bahkan memilih untuk tidak memilih. Saya termasuk yang sangat yakin bahwa kelompok pemilih yang memilih untuk tidak memilih alias barisan golongan putih ini akan semakin meningkat jumlahnya pada pemilu kali ini. Dengan demikian, tebak-tebak manggis mengenai siapa pemenang pemilu tahun 2014 ini menjadi tidak mengundang rasa penasaran lagi. Bukan PDI-P, Golkar, Gerindra, PKS, PAN, PKB, PBB, ataupun partai lain yang akan menang dalam pemilihan legislatif. Pun demikian halnya dalam pemilihan presiden nanti, bukan Jokowi, Prabowo, Ical, Anis, JK, ataupun Rhoma, karena yang menjadi pemenang dalam pemilu kali ini adalah GOLPUT! Saya berani taruhan wis!

Lor Kedhaton, 8 April 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s