Car Free Day Kota Tangsel


Tangerang Selatan, atau yang lebih akrab di telinga sebagai Tangsel merupakan sebuah wilayah administratif yang baru terbentuk seumur jagung. Berdiri sebagai wilayah pemekaran Kabupaten Tangerang sisi selatan, kota baru ini masih terus berbenah melakukan penataan-penataan di berbagai sektor pembangunan.

BSD1  BSD2

Bahkan untuk sekedar menyebut satu titik ibukota Tangselpun, masyarakat mungkin masih harus berpikir mendalam. Bukan hal yang lazim, hingga saat ini keberadaan kantor walikota hingga beberapa dinas dan satuan kerja kepemerintahan masihb tersebar di beberapa wailayah. Kantor Walikota Tangsel berada di sekitar Pamulang. Kantor DPRD berada di Serpong. Demikian beberapa SKPD-pun masih berpencaran. Namun salah satu pusat bisnis dan pertumbuhan ekonomi di Tangsel yang terus melaju meskipun tanpa menyandang status ibukota dan lain sebagainya adalah kota modern terpadu Bumi Serpong Damai atau BSD.

BSD secara konsep merupakan kota satelit yang dikembangkan di sisi barat Jakarta. Dengan tujuan untuk menurunkan tingkat konsentrasi bisnis dan pertumbuhan ekonomi ke daerah penyangga di sekitar ibukota, telah banyak dikonsep kota-kota satelit sejenis. BSD seolah menjadi pusatnya Tangsel. Letaknya cukup strategis diantara wilayah pengembangan seperti Bintaro, Pamulang, Ciputat maupun Ciledug. Jalurnya juga menjadi penghubung wilayah Tangsel menuju Serang sebagai ibukota Provinsi Banten dan Jakarta ibukota Negara kita. Akses BSD menuju bandara Soekarno-Hatta juga merupakan sisi kelebihan BSD yang lain.

Dengan beberapa sisi keunggulannya tadi menjadikan wilayah BSD dan sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Tangsel. Meskipun Kantor Walikota Tangsel berada di Pamulang, namun langsung maupun tidak langsung masyarakat sebenarnya sudah terlanjur menobatkan BSD sebagai kota terbesar di Tangsel. BSD tidak diragukan menjadi symbol ibukota bisnis dan ekonomi Tangsel. Maka tidaklah mengherankan tatkala masyarakat dan pemerintah di daerah lain menggelar acara car free day pada setiap akhir pekan di ibukota wilayah masing-masing, Tangsel akhirnya memilih BSD.

BSD4  BSD5

Car free day atau hari tanpa kendaraan bermotor memang digagas untuk memberikan jeda kepada lingkungan perkotaan untuk menahan nafas sejenak, mengurai kemacetan kendaraan yang biasa mendera, menghirup segarnya hawa kota tanpa asap polusi kendaraan bermotor, serta memberikan ruang publik bagi interaksi sosial di antara sesame warga kota. Event ini sekaligus menjadi trend baru kesadaran masyarakat urban untuk kembali menghargai alam dan lingkungan hidup, back to the green.

Khususnya di BSD, acara car free day memang masih merupakan event rintisan yang baru berlangsung beberapa kali. Pada setiap hari Minggu pagi, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 jalur utama antara BSD Junction hingga perempatan German Center ditutup untuk segala jenis kendaraan bermotor. Di jalanan yang menghadirkan suasana santai tanpa kebisingan dan asap kendaraan bermotor inilah masyarakat melakukan berbagai kegiatan dalam suasana kebersamaan yang hangat. Ada yang sekedar jalan-jalan santai, bersepeda ria, kumpul-kumpul berbagai komunitas, namun ada juga yang serius berolah raga jongging hingga senam aerobik. Untuk senam aerobic missal, beberapa pusat perniagaan yang ada di sekitar jalur car free day bahkan secara khusus mendirikan panggung dan menghadirkan instruktur khusus untuk memandu gerak senam para warga yang ingin menggerakkan persendian otot dan tulang hingga berkeringat.

Di sisi lain, ada juga serombongan komunitas sepeda tua yang mengadakan gathering. Mereka sengaja mengendarai sepeda onthel koleksi kebanggaannya sekaligus mengenakan beraneka ragam pakaian tempo doele, mulai dari pakaian petani sederhana, pejuang revolusi, hingga tuan sinyo dan noni-noni ala bangsawan Belanda. Di salah satu sudut perempatan, bahkan komunitas ini juga mendirikan stand-stand yang menampilkan berbagai dokumentasi aktivitas komunitas dan tentunya barang-barang yang berhubungan dengan nuansa jadoel.

BSD3   BSD7

Berjajar di tepian batas jalan pada kerindangan pepohonan nampak pula sekumpulan warga yang membopong dan menggendong sesosok hewan yang termasuk unik. Mereka adalah anggota dari komunitas pecinta binatang luwak atau musang. Hewan yang pada akhir-akhir menjadi tenar karena produksi kopi istimewa berbungkus kotoran tinjanya. Konon melalui proses dekomposisi dan “fermentasi” pada saluran pencernaan si luwak dihasilkan bijih kopi dengan cita rasa kelas dunia.

Sementara itu di sisi sebelah rombongan warga yang tengah asyik bergoyang senam aerobic missal, nampak juga serombongan remaja yang asyik beratraksi dengan sepeda BMX-nya dan papan skateboard di atas jalanan aspas. Satu-dua diantara mereka menunjukkan kemampuan ekstrim yang mengundang debar janjung siapapun yang menyaksikannya. Sebuah sepeda BMX berdiri dilengkapi beberapa lembar papan skateboard menjadi portal yang dijadikan rintangan untuk dilompati seorang pengendara di atas BMX-nya.

Keberadaan car free day di BSD jelas memberikan nuansa suasana kedekatan dengan alam. Jalanan yang biasa padat, macet, panas, berasap serta bising oleh kendaraan bermotor, meski untuk sejenak menampilkan suasana yang lengang, adem, luas, sejuk dan nyaman. Betapa simpul syaraf warga masyarakat yang selama semingguan sibuk dengan berbagai aktivitas kerja mendapatkan rileksasi yang sungguh menyegarkan. Bukankah masyarakat yang menyatu, akrab dan dekat dengan suasana keperawanan alam lebih mungkin bisa merasakan kententraman, baik jiwa maupun raganya? Monggo turut mendukung, juga menikmati tradisi car free day di wilayah lingkungan kota kita masing-masing.

Lor Kedhaton, 10 Maret 2014

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s