Menikmati Tepian Situ Cipondoh


Situ Cipondoh3 Situ Cipondoh2

Dalam bahasa Sunda, situ berarti telaga atau danau, atau terkadang disebut juga sebagai rawa. Secara sederhana, situ dapat dipahami sebagai suatu cekungan pada permukaan bumi yang lebih rendah dibandingkan tanah di sekitarnya. Keadaan inilah yang menyebabkan aliran air akan menyatu dan memenuhi cekungan sehingga terbentuklah sebuah situ.

Meskipun merupakan sebuah pemerintahan kota, namun tidak semua wilayah di Kota Tangerang merupakan wilayah perkotaan yang padat dengan pemukiman penduduk, kawasan industri maupun pusat bisnis dan perkantoran. Di wilayah Kota Tangerang masih menyisakan lahan pertanian di pinggiran, termasuk juga beberapa situ. Salah satu situ tersebut bernama Situ Cipondoh. Sesuai dengan namanya, Situ Cipondoh terletak di wilayah Kecamatan Cipondoh yang berada di sisi tenggara Kota Tangerang kurang lebih 5 km dari pusat kota.

Meskipun luasnya mungkin tidak melebihi 1 km2, namun Situ Cipondoh memiliki peranan yang sangat penting bagi landskap Kota Tangerang. Pada musim kemarau, air situ menjadi tandon air yang turut mempertahankan cadangan air tanah di kawasan sekitar. Adapun pada musim penghujan, Situ Cipondoh merupakan tempat resapan curahan air hujan maupun tempat tampungan limpasan aliran air permukaan, termasuk juga air dari luapan aliran air sungai di sekitarnya. Dengan demikian, situ dapat membantu menghindarkan terjadinya banjir di wilayah Tangerang.

Situ Cipondoh1Di samping peranan penyangga kelestarian lingkungan hidup yang berkaitan dengan tata guna cadangan air, Situ Cipondoh juga merupakan habitat berbagai ikan. Ada ikan mujahir, emas, tawes, nila, lele hingga belut yang menghuni Situ Cipondoh. Keberadaan berbagai macam ikan inilah yang menjadikan situ tersebut menjadi salah satu tempat favorit untuk para penggemar hobi memancing. Hampir setiap hari, mulai pagi hari, siang bahkan sore hari, puluhan para pemancing nampak memenuhi pinggiran situ. Kondisi tersebut akan semakin bertambah ramai pada saat akhir pekan ataupun saat liburan tiba.

Selain menangkap ikan dengan pancingan, beberapa orang bahkan mencari peruntungan dengan menggunakan jala. Berbeda dengan para pemancing yang kebanyakan cukup berjajar di beberapa bagian tepian situ yang diperkirakan banyak ikannya, para penjala harus sedikit melakukan usaha ekstra. Mereka biasanya menebar jala di bagian tengah situ. Untuk mencapai tengah situ, mereka biasanya menggunakan rakit atau sampan yang didayung ke bagian tengah. Barulah di sana jala ditebar.

Menambah kemeriahan suasana dan fungsi keberadaan Situ Cipondoh, di salah satu sudut situ terdapat arena rekreasi keluarga. Beberapa wahana permainan air yang ada misalnya sepeda air dan perahu dayung. Selain itu, ditempat tersebut juga dilengkapi dengan warung dan rumah makan yang menyediakan menu masakan yang mengundang selera pengunjung. Ada juga beberapa kios yang justru menjual aneka macam perlengkapan dan peralatan pancing, mulai dari joran, senar, hingga makanan umpan.

Situ Cipondoh5Keberadaan situ yang terpelihara sempurna sebenarnya memerankan fungsi ekologis yang sangat penting. Namun seiring dengan perilaku manusia yang tidak lagi bijak dalam memelihara kelestarian lingkungan di sekitarnya, maka lingkungan menjadi kehilangan daya dukung sosio-ekologisnya, bahkan berdampak terhadap timbulnya bencana. Sebagai contohnya perilaku membuang sampah sembarang, di kebun, pekarangan, got, juga di sungai. Sampah-sampah tersebut jelas menghambat aliran air. Air menjadi menggenang, tidak lancar dan menjadi sarang pembiakan nyamuk serta sumber penyakit lainnya. Belum lagi jika musim penghujan tiba, tidak lancarnya aliran air seringkali  menimbulkan bencana seperti banjir.

Situ Cipondoh termasuk lingkungan hidup yang turut menjadi korban perilaku orang yang sembarangan membuang sampah. Sebagian dari sampah yang dibuang di saluran air dan sungai-sungai itupun ada yang akhirnya hanyut terbawa dan memasuki area situ. Akibatnya terjadilah pendangkalan besar-besaran yang membuat luasan genangan situ menjadi semakin sempit. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan banyaknya tumbuhan enceng gondok yang tumbuh liar tak terkendali. dampak yang lebih serius tentu saja fungsi dan daya dukung situ sebagai penopang ekosistem menjadi terganggung dan tidak optimal.

Situ Cipondoh4Mencermati kondisi Situ Cipondoh yang semakin buruk tersebut, nampaknya tindakan revitalisasi atau normalisasi situ untuk mengembalikan fungsi sosio-ekologisnya. Meskipun pemerintah harus memegang peranan utama, tetapi masyarakat secara umum harus turut memberikan dukungan. Mungkin sesekali masyarakat sekitar atau siapapun yang memiliki kepedulian lingkungan bisa memobilisasi diri untuk berpartisipasi membersihkan area sekitar situ dari sampah-sampah yang berserakan. Sudah tentu upaya untuk mengeruk lumpur yang menyebabkan pendangkalan maupun hambaran enceng gondok yang liar menjadi tugas utama dari pemerintah yang memiliki peralatan yang lebih memadai.

Berkenaan dengan enceng gondok, mungkin masyarakat sekitar Situ Cipondoh dapat mencontohkan bagaimana masyarakat Rawapening di Jawa Tengah yang memanfaatkan enceng gondok secara kreatif menjadi berbagai barang kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, keranjang, miniatur mobil, kereta api, hingga sandal dan perlengkapan mebel. Bahkan mereka kini juga tengah mengembangkan penggunaan enceng gondok sebagai biomassa yang dapat dipergunakan untuk membangkitkan energi listrik.

Mungkin kini memang saatnya manusia harus kembali bersahabat dan menjaga kelestarian alam di sekitarnya. Banyak hal bisa dilakukan jika kita mengerjakannya dengan bergandengan tangan satu sama lain. Kebersamaan merupakan kekuatan yang akan sanggup mengantarkan manusia mencapai tujuan-tujuan hidupnya, sekalipun terasa mustahil, berat dan tidak mungkin. Hanya dengan semangat kebersamaan, akan terjalinlah keharmonisan hidup antar manusia dengan sesamanya, juga antara manusia dengan alam, dan akhirnya antara manusia dengan Tuhannya. Bukanlah seharusnya demikian? Monggo renungkan kembali.

Ngisor Blimbing, 1 Maret 2014

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s