Isu Aksi Babi Ngepet


Apa yang Sedulur bayangkan ketika mendengar kata babi? Barangkali perhatian sebagian diantara kita ya langsung menuju kepada sosok binatang yang bernama babi. Begitu kan kira-kira? Nah kalau di belakang kata tersebut ditambahkan dengan kata yang lain, misalnya kata ngèpèt, apa yang terbersit di otak kita?

Berbeda dengan kata babi yang berdiri sendiri, kata babi ngèpèt memiliki makna yang sama sekali berbenda dari binatang asalnya. Mungkin dari beberapa dongeng, cerita, film atau sinetron yang berkaitan dengan jagad mistik, kita langsung sepaham bahwa babi ngèpèt merupakan babi jadi-jadian. Jadi-jadian di sini maksudnya adalah penjelmaan wujud manusia yang sedang melakukan laku tertentu. Percaya atau nggak percaya, sebagaimana telah atau pernah banyak dibicarakan orang babi ngèpèt dipercayai sebagai modus tradisional dalam mencari pesugihan. Lha kok tiba-tiba saja tulisan ini membahas babi ngèpèt ya?

Begini Sedulur semua. Dalam beberapa kurun waktu belakangan ini, di kampung kami merebak isu mengenai babi ngèpèt. Saya sendiri antara percaya dan tidak percaya, apakah hal itu hanya sekedar gugon tuhon. Kembang lambe alias isu dan gosip kosong yang terlampau dibesar-besarkan. Ataukah sebuah realitas yang memang sulit untuk dibuktikan dengan mata telanjang setiap orang.

Pada suatu pagi salah seorang tetangga kami menceritakan pengalamannya mengenai kejadian yang menimpa keluarganya. Dikatakannya sempat terjadi perselisihan pendapat antara dia dengan istrinya. Permasalahannya tidak jauh dari uang belanjaan. Si suami yang telah memberikan uang belanjaan kepada istrinya tiba-tiba ditanya oleh si istri, “Bapak ambil uang ibu yang di lemari ya? Kok jumlahnya berkurang?”

Tentu saja karena si suami tidak merasa mengambil uang yang disimpan oleh istrinya, ia menyangkal perkataan istrinya. Setelah semua seisi rumah dikumpulkan dan ditanyakan soal uang hilang tersebut, semuanya menyatakan tidak ada satupun yang merasa menyentuh uang tersebut. Dan memang keluarga tersebut tergolong keluarga yang cukup terbuka dalam hal apapun, termasuk soal keuangan rumah tangga. Peristiwa tersebut ternyata sempat berlanjut dan terjadi beberapa waktu berselang. Hal yang hampir serupa ternyata dialami oleh beberapa rumah tangga yang lainnya.

Mengamati kejadian-kejadian yang aneh dan sulit ditelusur akar penyebab permasalahan hilangnya uang-uang di beberapa rumah tetangga kami tersebut, mengingatkan mereka dengan kejadian babi ngèpèt yang dulu juga pernah beberapa kali terjadi di kampung kami. Secara khusus salah seorang diantara tetangga pernah melakukan lelaku untuk mengetahui penampakan wujud babi ngèpèt tersebut. Konon untuk melakukan hal itu, ia mematikan semua lampu di rumahnya semalaman penuh. Pada saat ia mendengar suara klinthingan dan dengusan suara hewan tertentu, ia bertelanjang menunggui ruangan dimana keluarganya meletakkan uang. Percaya nggak percaya tetangga saya tersebut dapat melihat perwujudan babi ngèpèt berwarna hitam kecoklatan, serupa cèlèng, yang mengendus-enduskan moncongnya di sisi luar dinding rumah tetangga saya tersebut.

Setelah melakukan aksinya, konon babi tersebut kemudian meninggalkan sisi rumah korbannya. Tetangga saya itu kemudian mengikuti kemana babi ngèpèt tersebut pergi. Di tengah malam yang sunyi sepi tersebut, si babi ngèpèt setengah berlari menyusuri gang kampung untuk selanjutnya menghilang di balik pagar rumah seseorang. Ketika pada beberapa hari berikutnya hal tersebut ditanyakan kepada beberapa tetangga terdekat dari tempat menghilangnya babi ngèpèt pada tengah malam itu, ternyata beberapa diantara mereka juga pernah menyaksikan hal yang sama. Maka setelah itu, seolah isu mengenai babi ngèpèt dan siapa pemiliknya sudah menjadi rahasia umum di kampung kami.

Secara terbuka, pernah salah seorang tetangga menyampaikan secara terbuka perihal babi ngepet kepada orang yang dianggap memeliharanya tersebut. Meskipun tentu saja hal tersebut disangkal oleh yang bersangkutan, tetapi tetangga tersebut memperingatkan agar tidak melakukan hal serupa lagi.

Kini setelah sekian lama kampung kami sempat aman dari kejadian kehilangan uang secara misterius, kok tiba-tiba saja terjadi lagi kehilangan uang berjamaah. Entah benar atau tidak, orang-orang kampung kemudian menghubungkan lagi dengan fenomena babi ngèpèt. Saya pribadi sebenarnya tidak bisa menanggapi ataupun percaya dengan isu itu mentah-mentah. Namun demikian, andaikanpun hal seperti itu benar-benar ada, saya hanya bisa bermohon kepada Tuhan agar orang yang mencari kekayaan dengan cara sesat tersebut diberikan keinsyafan dan mau bertobat. Dan sebagai tindakan penangkalan terhadap persekutuan manusia sesat dengan setan laknatullah ‘alaik tentu saja manusia harus kembali memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Sejati. Maka kamipun harus semakin intensif memagari rumah mungil kami dengan amalan maupun ibadah yang menghadirkan malaikat rahmat mengelilingi rumah-rumah kami. Untuk selanjutnya biarkanlah Tuhan melindungi kami dengan mekanisme takdir-Nya.

Cisarua, 12 Februari 2014

Gambar babi dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Ngisor Blimbing dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s