Haflah Maiyyah Nusantara


Catatan dari Haflah Maiyyah Nusantara

Jombang, 29-30 Desember 2009

Haflah1  Haflah2

Roda waktu memang berjalan menapaki takdir Ilahi. Akhir tahun kemudian digantikan oleh awal tahun. Itulah satu keniscayaan siklus yang telah menjadi sunatullah-Nya.

Peristiwa demi peristiwapun menghiasi sepanjang kalender tahun 2009 kemarin. Pada hari-hari akhir tahun, segenap jamaah Maiyah se-Nusantara mendapatkan satu anugrah cinta dalam suatu pesta kebersamaan, Haflah Maiyah. Untuk kali ini haflah digelar bertepatan dengan forum Padhang mBulanan di Dusun Menturo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Acara digelar selama dua hari yang diawali dengan kegiatan berbagai pelatihan bagi jamaah. Beberapa pelatihan yang diselenggarakan diantaranya pelatihan perakitan komputer, pembuatan website, pembuatan kompos dan pupuk organik, servis sepeda motor, serta parenting. Selepas tengah hari, acara dilanjutkan dengan halaqoh maiyah sebagai ajang diskusi penyatuan ide dan gagasan mengenai visi dan misi gerakan komunitas di masa depan. Acara kemudian dipuncaki dengan Padhang mBulanan, mulai selepas Isya’ hingga dini hari.

Haflah4Maiyah adalah forum kebersamaan. Kebersamaan antara hati seorang insan manusia dengan Rasulullah dan Allah Sang Penguasa Hidup. Maiyah merupakan suatu wahana pembelajaran hidup untuk menggapai kesejatian hidup yang lebih maknawiyah dan berdimensi keilahiahan. Maiyah tidak terhenti hanya sebatas pada satu dua kalimat definisi. Maiyah bermakna sangat ragam karena sangat bergantung kepada sudut dan jarak pandang yang diambil oleh setiap manusia yang berusaha untuk mengambil sikap pemahaman. Maiyah ibarat lautan yang luas nan dalam, yang dimensi keluasaanya tidak mudah untuk diukur, yang kedalaman maknanya sangat rumit untuk diselami.

Benih maiyah sesungguhnya lahir bersamaan dengan lahirnya manusia. Berbagai format dan bentuk maiyah telah tumbuh dan berkembang seiring perkembangan dimensi kesejarahan manusia itu sendiri. Maiyah Padhang mBulan mengkristal menjadi suatu benih sebuah gerakan diawali dari Dusun Menturo pada dekade tahun 70-an. Beberapa orang berkumpul di cakruk membentuk satu halaqah. Berbagai persoalan hidup sehari-hari, berbagai kegelisahan dan kegamangan hidup direfleksikan dalam diskusi, bahkan sekedar omongan ngalorngidul. Lama-kelamaan jumlah manusia gelisah yang bergabung bertambah dan bertambah hingga mencapai ratusan bahkan ribuan sebagaimana yang terlihat saat ini.

Seiring dengan pengembaraan dan perjalanan hidup Cak Nun sebagai penggagas forum Padhang mBulanan, virus maiyah melebar ke beberapa sudut Nusantara. Ada Mocopat Syafa’at di Yogyakarta, Gambang Syafa’at di Semarang, Kenduri Cinta di Jakarta, Paparandeng Ati di Mandar Sulawesi Barat, Bang-bang Wetan Surabaya, Obor Ilahi Malang, bahkan terakhir Kidung Syafa’at di Sukoharjo. Semua jaringan tersebut disatukan oleh segitiga cinta, rasa kecintaan antara manusia, Rasul Muhammad dan Allah.

Sekian tahun berjalan menapaki suatu proses pembelajaran yang panjang, maiyah tetaplah menjadi forum tanpa bentuk. Maiyah adalah sebentuk bangunan abstrak yang terlalu kompleks untuk didefinisikan. Maiyah adalah wujud yang tanpa wujud, satu dimensi gelombang sekaligus energi yang manunggal bersatu padu. Namun justru dengan bangunan abstrak itulah maiyah bisa melampaui dimensi ruang dan waktu untuk menggapai satu pemaknaan hidup yang lebih maknawiyah.

Haflah3Ternyata hidup tidaklah cukup dengan pemaknaan abstrak. Terkadang, bahkan mungkin sering, hidup membutuhkan sudut pandang yang lebih realistik. Maka sebagai sebuah gerakan moril, maiyahpun dalam satu dimensi ruang dan waktu tertentu perlu maujud karena alasan suatu kepraktisan. Inilah barangkali urgensi diselenggarakannya Haflah Maiyah se-Nusantara kali ini.

Bagaimana format gerakan untuk lebih membumikan gagasan dan ide yang selama ini menjadi buah dari suatu proses pembelajaran dan pendewasaan yang panjang, merupakan isu pokok diskusi Haflah Maiyah. Tumbuh dan berkembangnya komunitas maiyah di berbagai tempat membutuhkan satu kesamaan visi dan misi tentang format kebersamaan yang lebih optimal menggapai tujuan maiyah. Simpul-simpul yang ada satu sama lain harus direkat untuk membentuk satu jaringan yang lebih kuat. Masing-masing simpul tetap memiliki otonomi luas atas pola dan format gerakannya masing-masing. Haflah Maiyah bertujuan untuk memadukan gerakan bukan mempersatukan kekuatan.

Pemaduan kekuatan memiliki artian bahwa masing-masing simpul maiyah tetap tumbuh dan berkembang sesuai akar dan nilai kearifan lokal masing-masing. Pemaduan hanyalah satu metode bagaimana menggabungkan komponen dan subsistem yang lain menjadi wujud sistem yang sistemik dan sistematik. Haflah Maiyah tidaklah bermaksud untuk menjadikan satu pola, warna, dan corak gerakan yang serba seragam. Nilai pluralisme dan kemandirian masing-masing simpul maiyah adalah kekuatan inti daripada maiyah itu sendiri.

Haflah5Maka melalui halaqah yang digelar berbagai pandangan mengenai format pemaduan gerakan yang serasi dan solid mengemuka. Inti kesepahaman yang berhasil dibangun pada kesempatan tersebut melahirkan empat tahapan gerakan yang akan menjadi panduan baku bagi setiap simpul maiyah. Pertama maiyah sebagai suatu majlis ilmu dimana di dalamnya dibahas dan didiskusikan bersama berbagai hal kehidupan secara mendasar dan elementer. Kedua maiyah sebagai forum amar makruf nahi munkar untuk bersama-sama menebarkan benih-benih kebajikan sekaligus meminimalisir potensi pengrusakan setidaknya dari diri sendiri, lingkaran keluarga, dusun, desa, bahkan bangsa dan negara secara lebih luas. Ketiga maiyah tidak menutup kemungkinan menjadi satu landasan pemberdayaan kemandirian ekonomi dengan menggali, memupuk serta mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki oleh segenap jamaah maiyah. Dan keempat tidak menutup peluang ke depan maiyah bisa maujud menjadi kekuatan politik praktis untuk lebih memaksimalkan gerakan.

Ide, konsep, landasan berpikir dan teori tidaklah akan berarti tanpa disertai dengan langkah nyata untuk mewujudkannya. Maka sebagai tahapan proses selanjutnya segera akan diterbitkan satu buku mengenai garis-garis besar haluan maiyah yang telah dirumuskan oleh Cak Fuad. Ke depan tema kajian di masing-masing simpul maiyah akan dirumuskan secara terintegrasi di setiap bulannya. Hal ini bertujuan untuk lebih menajamkan diskusi dan rumusan rekomendasinya bagi pencapaian suatu artikulasi energi yang lebih fokus, terpadu, tersistematika dan sistemik. Dan sebagai finalisasi rumusan format gerakan maiyah akan terbangun satu bentuk energi maha dahsyat yang akan dideklarasikan pada saat Haflah Maiyah Internasional pada bulan Juli 2010 kelak di Jakarta. Salam maiyah!

 Ndalem Peniten, 3 Januari 2010

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Maiyyah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s