Arti Sebuah Nama untuk Nadya


NadyaBeberapa hari belakangan ini, padhepokan Ngisor Blimbing mendapatkan kanugrahan yang tanpa pepindhan, alias karunia nikmat yang sangat tiada tara nilainya. Mengutip komentar Kang Gotri yang menyatakan bahwa padhepokan tempat kami bernaung tengah kedatangan cantrik baru. Memang demikian adanya. Setelah selama ini, padhepokan kami hanya memiliki satu orang cantrik, yang tidak lain dan tidak bukan adalah si Ponang, kini telah hadir sang junior. Penasaran? Lalu siapakah gelar atau peparab untuk si cantrik baru?

Meskipun salah seorang filusuf barat pernah mengatakan “apalah arti sebuah nama”, namun bagi kami yang masih ngugemi dan nguri-uri tradisi leluhur jelas memiliki pandangan yang berbeda. Sebuah nama, tidaklah semata-mata hanya sekedar peparab atau panggilan bagi seseorang. Sebuah nama juga mengungkap suatu doa, cita-cita dan pengharapan kehidupan.

Setelah sang putra pembayun, alias cantrik sulung memangku nama sebagaimana pernah diuraikan dengan gamblang bin jelas di sini, maka kini gilirannya si cantrik baru diperkenalkan peparab atau nama kekancingan dari kedua bapa-biyung kinasihnya.

Suk yen wis teko titi wancine jaman reja, Sun paringi asma marang sira: NADYA NARINDRA AYUDYANINGRUM, demikian kurang lebih sabda bapa-biyung di padhepokan Ngisor Blimbing beberapa hari yang lalu.

Kemudian mengenai arti sebuah nama, apakah maksud, doa, cita-cita ataupun pengharapan dalam nama yang dimaksudkan? Untuk lebih gamblangnya, berikut akan dibabar satu per satu makna dari setiap kata yang menyusun paduan nama indah tersebut:

Nadya, dalam bahasa Sansekerta atau Jawa Kuno memiliki makna “bebayu alias inti sumsum tulang punggung”. Secara lebih luas bebayu dapat disamakan dengan tulang punggung atau penegak, bisa juga seorang yang memiliki jiwa kepemimpinan. Dari arti kata tersebut, dapat dinyatakan doa dan pengharapan bahwasanya Nadya, si anak nomor dua, kelak dapat menjadi penegak sebagaimana Bima putra kedua Pandawa yang menjadi simbol penegak keluarga, sekaligus simbol sholat dalam kesatuan Rukun Islam yang lima.

Dalam beberapa khasanah dari beberapa bahasa terkemuka di dunia juga dikenal istilah nadya atau nadia. Nadia dalam bahasa Perancis berarti penuh pengharapan. Tentu saja pengharapan kedua orang tua bagi si cantrik baru adalah pengharapan akan terwujudnya segala hal pengharapan mengenai kebaikan dan kebajikan di dalam perjalanan hidup manusia, semenjak di alam dunia hinggal kelak di akhirat yang kekal abadi.

Masih mengenai kata nadya atau nadia. Dalam perbendaharaan bahasa Mesir Kuno, nadia merujuk kepada makna seorang wanita atau perempuan yang menerima panggilan Tuhan. Apakah berarti ia seorang nabi? Tentu saja bukan, karena tidak pernah Tuhan mengangkat seorang nabi atau rasul dari kalangan kaum perempuan. Ataukah ia seorang wali yang memiliki walayah, atau orang suci yang memiliki karomah. Saya sendiri tidak sampai sedalam itu. Namun demikian merujuk kepada makna nadia dalam bahasa Mesir ini, tidaklah berlebihan jika kedua bapabiyung berpengharapan semoga si cantrik kelak dapat menjadi wanita utama yang solikhah dalam ketaatan dan kedekatan terhadap semua perintah dan tuntunan agama yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Nah kemudian mengenai kata narindra. Dalam konsep perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa, narindra merupakan salah satu dasanama dari aji, ratu, raja, nata, narpati, dhatu, naradipa, narpati. Kesemua kata tersebut merujuk kepada seseorang yang memegang kekuasaan kepemimpinan. Dengan menyandang gelar narindra, kelak di kemudian hari pengharapannya bahwa si cantrik akan memiliki sikap, semangat dan perbawa sesorang yang memiliki jiwa kepemimpinan. Ia dapat menjadi narindra atau pemimpin, minimalnya bagi dirinya sendiri, anak-anak cucu keturunannya, maupun bagi lingkungan sekitar yang lebih luas dengan segala sifat yang tergambar dalam ajaran hasta brata laksana matahari, bulan, bintang, mega, bumi, air, udara dan api.

Kata terakhir ayudyaningrum. Kata ini merupakan penggabungan beberapa unsur kata yang meliputi ayu, ayudya, ning, rum, dan ningrum. Ayu bermakna cantik atau indah. Ayu dapat juga merujuk kata rahayu yang berarti selamat sentosa. Sebagai seorang perempuan, si cantrik diharapkan kelak di kemudian hari dapat menjadi wanadya alias perempuan yang sulistya ing warna, wanita paripurna yang cantik lahir dan batinnya, outer and inner beauty-nya.

Selanjutnya kata ayudya. Kata ayudya merujuk kepada kata ayodya. Ayodya merupakan nama kerajaan dimana Prabu Ramawijaya bersinggasana. Dialah kekasih Dewi Shinta yang mengukirkan keabadian kesetiaan rasa cinta yang melegenda dalam kisah Ramayana yang kondang kaloka menyamai romantika Romeo and Juliet. Kata ayudya juga menjadi inspirasi nilai filosofi maupun sosio kultural saat Pangeran Mangkubumi babad alas Beringan dan membangun istana yang bernama Ngayojakarta Hadiningrat. Kota inilah yang menginspirasi pencapaian kesempurnaan hidup yang damai, tentram dan nyaman. Dengan demikian ayudya dapat dimaknai sebuah titik pencapaian keindahan dan kecantikan lahir batin yang mampu menebarkan pesona ketenangan jiwa dan raga manusia.

Adapun kata ning merupakan penyingkatan ungkapan dari kata hening ataupun bening. Dengan menyandang kata ning, diharapkan si cantrik kelak memiliki jiwa yang tenang dan hati yang suci-jernih mengenai sangkan paraning kehidupan sehingga dalam setiap pemikiran, ucapan, serta  tindakannya senantiasa didasari nilai suci dan luhur sebagaimana telah diajarkan oleh Tuhan kepada setiap makhluk-Nya. Dengan hati yang ning seseorang tidak akan mudah terlena dan tergoda dengan fatamorgana kehidupan yang seringkali menjerumuskan manusia kepada dunia yang keruh, abu-abu, bahkan kotor dan merendahkan martabat manusia.

Rum bermakna hati. Rum juga berasal dari kata arum yang berarti harum atau wangi. Penggabungan ningrum selanjutnya bisa dimaknai hati yang harum nan jernih sebagai pancaran kesucian hati nurani. Adalah harapan kepada si cantrik  untuk menata hidup dengan berlandaskan kesucian hati nurani. Hati nurani nan suci yang dimahkotai dengan kecerdasan olah pikir akan menjadi satu kesatuan tindakan hidup yang senantiasa berada di bawah bimbingan Tuhan. Hanyalah dengan cara demikian manusia dapat mencapai kebahagian hidup yang sejati semenjak di alam dunia hingga di alam akhirat kelak.

Lalu bagaimana dengan kesatuan makna dari nama NADYA NARINDRA AYUDYANINGRUM? Silakan Anda semua memperluas pemaknaannya sesuai dengan pendekatan cakrawala pemikiran masing-masing dan menggali petikan hikmah nilai-nilai kehidupan. Demikian!

Ngisor Blimbing, 9 Desember 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Arti Sebuah Nama untuk Nadya

  1. Lee Shin berkata:

    Selamat mas. nama yang bagus. semoga kelak menjadi putri yang sholihah amin…..

    Suka

  2. Ping balik: Detik-detik Menentukan | Sang Nananging Jagad

  3. ariev berkata:

    manteb tenan penjabarane mas.. dr bhs mesir pun ada artinya..
    semoga kelak jd anak yg soleh, patuh pd ortu, dan bs sprt arti dr namanya.. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s