Rumah Budaya Jogloabang


Jogloabang1Seingat saya, saya mulai mendengar nama Jogloabang semenjak sekitar awal 2009. Pada kesempatan awal sedulursedulur Jogloabang menyambangi Balatidar di markas PATTIRO Kota Mungkid, saya tidak turut hadir untuk mangayubagyo mereka. Barulah pada kesempatan acara Wisata Blogger 2009 di Wonosobo, Tuhan mempertemukan saya dengan Kang Demang Suryaden. Setelah itu justru saya sering tlisiban dengan beliaunya, sehingga tidak pernah berkesempatan untuk ngobrol ngalur-ngidul secara panjang lebar. Namun demikian kami senantiasa berinteraksi satu sama lain melalui dunia maya, baik lewat blog ataupun media lain.

Perihal Jogloabang, sepengetahuan saya kala itu, merupakan sebuah pendopo berbentuk joglo yang merupakan rumah adat khas Jogja dan Solo yang sering menjadi ajang berbagai komunitas untuk mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan ataupun pemberdayaan masyarakat. Tak kurang dari para aktivis ormas seperti Lesbumi, aktivis komunitas blogger, hingga para penggiat Gerakan Desa Membangun banyak yang bertemu dan berdiskusi berbagai hal di Jogloabang.

Namun demikian, sepemahaman saya, Jogloabang dengan fasilitas jaringan internet yang dimilikinya seringkali juga melakukan kegiatan dalam rangka mengedukasi masyarakat sekitar seputaran dunia informasi dan teknologi. Berbagai sarasehan bertema internet dengan segala seluk-beluk potensi manfaat, peluang, tantangan, hingga dampak negatifnya menjadi tema sentral. Di sisi lain, di tempat yang sama juga sering diselenggarakan pelatihan maupun workshop pemanfaatan komputer untuk menunjang berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Dalam kesempatan Kopdar Blogger Nusantara II tahun lalu di Makassar, saya, Kang Soewoeng_Plasu, dan Kang Suryaden terlibat obrolan yang cukup panjang lebar dan komprehensif mengenai Jogloabang dan berbagai hal.

Jogloabang2Seringkali membaca tulisan Kang Suryaden mengenai sepak terjang Jogloabang tentu saja membuat dalam diri ini timbul keinginan dan krentek ati untuk pada suatu saat menyambangi secara langsung keberadaan rumah Jogloabang. Hari dan tahun demi tahun berlalu, ternyata belum ada kesempatan untuk benar-benar menginjakkan kaki di Jogloabang.

Tatkala selentang-selenting kabar beredar di dunia maya mengenai rencana agenda Kopdar Blogger Nusantara III akan diselenggarakan di Jogja, tentu saja saya langsung teringat Kang Suryaden dengan Jogloabangnya. Maka empat kali empat enam belas, sempat tidak sempat tentu saya harus datang dan bergabung di BN2013. Pada saat rancangan rundown acara BN2013 mulai dipublikasikan dan di dalamnya terdapat beberapa mata acara yang akan diadakan di Jogloabang, tentu saja saya bertambang antusias dan semangat untuk hadir di kopdar blogger terbesar se-Nusantara tersebut.

Setiba di Jogja dengan kereta Senja Utama Jogja pada pagi buta itu, pada saat salah seorang panitia mengantarkan saya pindah dari Edu Hostel ke Blangkon Hotel, ia bercerita bahwa terdapat perubahan acara. Acara pembukaan dan sesi seminar yang semula direncanakan berlangsung di Pagelaran Keraton Kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat terpaksa batal dan keseluruhan acara di hari pertama akan dipindahkan ke Jogloabang.

Peta Jogloabang

Tatkala para sedulur blogger yang menginap di bilangan Jalan Prowirotaman diangkut dengan bus menuju Jogloabang, saya justru dibonceng sepeda motor oleh Pak Gunawan Juliyanto, penggerak Komunitas Tlatah Bocah di lereng Gunung Merapi. Dengan berpegang pada ancerancer alamat yang diberikan, kami beserta beberapa sedulur dari blogger Jepara menyusuri jalanan di pinggiran barat Kota Jogjakarta. Selepas menyusuri Jalan Kabupaten, kami dipertemukan dengan aliran Selokan Mataram yang legendaris itu. Jalanan di tepian selokan inilah yang memandu kami melintasi ringroad barat terus mengarah ke utara hingga akhirnya tiba di Dusun Gombang, Desa Tirtoadi, Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman. Di sanalah Jogloabang berlokasi.

Bersamaan dengan pelaksanaan BN2013, rupanya Jogloabang tengah meniti titik transisi dan perluasan fungsi menjadi rumah budaya. Budaya merupakan hasil budi daya dari cipta,rasa dan karsa anak manusia. Budaya merupakan peleburan unsur agama, kepercayaan, seni, tradisi, adat-istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbalut dalam wujud kebenaran, kebaikan sekaligus keindahan. Budaya menjadi pondasi pembentukan peradaban sebuah bangsa.

Menghadapi era globalisasi jaman modern dewasa ini, rakyat Indonesia seringkali justru lupa dengan budaya dan jati dirinya sebagai bangsa Nusantara yang besar. Alihalih mau nguriuri, melestarikan warisan budaya adiluhung dari nenek moyang, masyarakat kita justru terlalu gandrung dengan segala budaya impor dari luar negeri, baik dari dunia Barat maupun Arab. Mereka secara tidak sadar telah kita jadikan kiblat. Segala hal yang ada pada mereka dengan serta-merta kita tiru. Kita justru semakin merasa rendah diri dan ndeso terhadap budaya lokal. Budaya dan nilai kearifan lokal menjadi semakin terpinggirkan, bahkan semakin kehilangan tempat di tengah-tengah masyarakatnya sendiri. Budaya kita telah kehilangan rumahnya di negeri sendiri. Di sinilah justru awal mula dan asal-muasal terjadinya krisis jati diri selaku bangsa yang semestinya mewarisi kejayaan Majapahit.

Untuk berusaha mengembalikan, atau setidaknya mempertahankan dan melestarikan nilai kearifan lokal pada berbagai sisi kebudayaan masayarakat Indonesia, khususnya budaya Jawa, maka Jogloabang memperluas sayap sepak terjangnya ke ranah budaya sehingga terdeklarasilah Rumah Budaya Jogloabang yang di-launching bersamaan dengan kegiatan BN2013 dan Pekan Seni Tradisi dan Teknologi Informasi. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diharapkan Rumah Budaya Jogloabang mampu mengemban fungsi untuk menjadi rumah bagi budaya bangsa sekaligus melestarikan seni tradisi dan nilai kearifan lokal masyarakat setempat.

Jogloabang3 Jogloabang4

Dalam acara Pekan Seni Tradisi dan Teknologi, selain digelar sesi seminar per-IT-an yang diikuti oleh para blogger se-Nusantara juga diadakan pentas beragam warisan seni budaya, mulai dari tarian tradisional dari berbagai daerah, pentas gejok lesung dan seni pekbung dari Desa Kentingan,  jathilan kontemporer dari Gunung Kelir, hadrah dan seni kethoprak dari dusun setempat, pada hari-hari selanjutnya juga dilaksanakan pameran fotografi dan acara seni lainnya dari tanggal 1-6 Desember 2013.

Sukses selalu untuk agenda-agenda Rumah Budaya Jogloabang di waktu-waktu yang akan datang. Semoga bisa eksis dalam turut menjaga dan melestarikan nilai budaya adiluhung yang kita miliki.

Ngisor Blimbing, 3 Desember 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Rumah Budaya Jogloabang

  1. farizalfa berkata:

    Wah.. kelihatan nya Kopdar BN yg kali ini benar-benar apik dah.. sayang tahun ini tidak bisa ikutan.. 😦

    Suka

    • sang nanang berkata:

      ya lepas dari kendala-kendala teknis yang terjadi, BN2013 jelas menjadi ajang kopdaran yang meriah bagi para blogger untuk lebih merekatkan kebersamaan dan persaudaraan.

      Suka

  2. Eh, Joglo itu asal katanya dari Jogja Solo ya? Baru ngeh. Soalnya selama ini taunya Joglo itu rumah adat Jogjakarta :))

    Suka

  3. r y a n u p [s] berkata:

    ini acara yang emmeyzing ….
    artisnya internet pada ngumpul …
    sip …
    semoga suatu saat saya bisa ikut …

    Suka

  4. suryaden berkata:

    waduh, wes diparani ae ya malah ra iso ngobrol panjang lebar…. ning sing penting njenengan wis apal to arahe nek ke Jogloabang mas…. kapan-kapan ngopi yuk nang pendopo …. matur nuwun diparani lho mas…

    Suka

    • sang nanang berkata:

      nggih Kang, karang panjenengane lagi duwe gawe….
      tapi wis paham dalane, nek kapan-kapan liwat kan iso mampir
      nuwun Kang sakabehing

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s