Gratis ist Gratis in Vienna


Gratis1Namanya orang Ngindonesia, sebagaimana warga negara dunia ke tiga lainnya, melihat tulisan “GRATIS” terpampang besar di tempat umum sudah pasti menarik. Apalagi ini di negeri antah berantah jantung Eropa yang bernama Austria. Tentu saja bagi saya yang buta babar blas bahasa Jerman, melihat tulisan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan mendalam mengenai apa maksud dari kata “GRATIS”. Khususnya di Kota Vienna, sempat saya jumpai banyak berceceran tulisan “GRATIS” di pinggir-pinggir jalanan, brosur-brosur, hingga di sudut-sudut pojokan halaman koran.

Di antara tulisan GRATIS yang paling mudah diketemukan adalah yang terdapat di loket-loket tumpukan koran Osterreich gratisan yang banyak tersedia di sudut-sudut stasiun ataupun pusat keramaian yang lainnya. Osterreich merupakan bahasa Jerman yang artinya sama dengan Austria. Nama tersebut sekaligus menjadi nama koran dengan oplah terbesar di Austria. Di samping versi koran berbayarnya, koran Osterreich juga menggratiskan koran cetak selebar kertas folio lebih sedikit. Di samping berisi isu-isu politik dan bisnis terhangat, Osterreich edisi gratisan ini juga banyak ditaburi dengan banyak iklan berbagai produk barang dan jasa. Dari income iklan inilah koran versi ini justru kemudian digratiskan.

Gratis2   Gratis3

Darimana kita bisa tahu bahwa koran Osterreich edisi ini digelar gratisan alias tanpa berbayar?  Tidak perlu repot-repot bertanya apa tanda ataupun kode yang menunjukkan bahwa koran tersebut gratis. Sangat mudah! Kita akan langsung menemukan tulisan “GRATIS” di bawah loket tumpukan koran tersebut. Serius? Ya, tentu saja serius dua ribu dua ratus dua puluh sembilan persen sangat serius.

Sebagai orang Indonesia yang berbahasa Indonesia sontak saja saya heran ketika menemukan kata tersebut pertama kali. Sempat terlintas di pikiran saya, apa mungkin banyak warga Indonesia yang berada di negeri tersebut sehingga lama-kelamaan bahasa Indonesia sedikit-sedikit teradobsi kata-katanya. Sebagaimana hal yang sama terjadi dengan para pramuniaga di Mekkah ataupun Medinah yang banyak menyapa jamaah Indonesia dengan bahasa Indonesia. Lama-kelamaan, tanpa terasa, beberapa kosa-kata dikenal luar kepala oleh masyarakat lokal dan seolah diterima sebagai adopsi ataupun serapan pengkaya kosa kata bahasa lokal.

Gratis4    Gratis5

Pada saat saya memasuki sebuah WC umum di Stasiun Karlplatzs. Pada waktu saya memasuki ruang WC, seorang penjaga memberikan keterangan sekaligus instruksi, “In the right side, you have to pay. In the left side, it’s free. GRATIS!” Barulah saya paham bahwa gratis is free. Gratis dalam bahasa lokal berarti memang gratis alias tidak berbayar sebagaimana kita menggunakannya dalam keseharian bahasa Indonesia kita. Gratis ist gratis. Gratis is free.

OK gratis ist gratis. Tetapi jika P.S.K. maksudnya kira-kira apa ya? Saya sempat menemukannya di sebuah sudut luar Stasiun Rannweg.

PSK

Ngisor Blimbing, 28 Oktober 2013

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Raya, Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s