Cahaya Islam di Sudut Kota Vienna


Dalam tulisan sebelumnya sempat saya singgung mengenai Tahta Tuhan di Bawah Selang-selang pada sebuah pusat perkantoran organisasi internasional di Vienna. Namun tidak sepenuhnya Vienna kering dengan warna dan unsur tempat peribadahan. Sebagai kota dengan warga mayoritas penganut agama Kristen dan Katholik, Vienna banyak menebar gereja bergaya arsitektur gothic maupun baroque. Bagaimana dengan agama Islam?

 Meskipun agama Islam, sebagaimana pada umumnya di wilayah negara Eropa lain yang mayoritas warganya menganut agama Kristen atau Katholik, hanya menjadi minoritas. Tetapi Islam telah mencatatkan sejarahnya yang panjang di jantung Benua Eropa ini. Islam hadir ke Austria bersamaan dengan ekspansi kekuasaan Kesultanan Turki Usmaniyah. Pada abad 17 Masehi, pasukan Turki yang dipimpin Jenderal Kara Mustafa Pasha berhasil menduduki sebagian besar wilayah Kekaisaran Autria-Hungaria Raya yang diperintah oleh Dinasti Habsburg. Hanya tinggal ibukota Vienna yang belum berhasil ditakhlukkan. Meskipun sudah terkepung sekian lama, fakta sejarah mencatat akhirnya Vienna justru memenangkan peperangan atas bantuan dari pasukan gabungan antara Jerman dan Polandia.

Meskipun ekspansi politik kekuasaan Turki terhenti, tetapi Islam berhasil menanamkan pahamnya kepada sebagian warga Austria. Bahkan sisa pasukan Turki juga banyak diantaranya yang menjadi warga Austria dan mewariskan generasi Islam secara turun-temurun. Merekalah kini warga keturunan yang masih memeluk akidah Islam dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

MasjidVienna8Untuk menunjang dan mengembangkan dakwah Islam, komunitas muslim di Vienna membangun pusat pengembangan Islam yang digerakkan dari Vienna Islamic Centre.  Viena Islamic Centre beralamatkan di Am Bruckhaufen 3A, A-1210 Wien, tepat berada di sisi utara sungali Donau. Lokasi tersebut dapat diakses dengan kereta U-Bahn nomor 6 dengan turun di Stasiun Neue Donau, ataupun dengan bus dari berbagai jurusan, seperti Kaisermuhlen. Bangunan utama pusat ini adalah sebuah masjid dengan kubah khasnya yang berwarna hijau dengan sebuah menara putih yang menjulang tinggi. Di samping itu, kompleks tersebut juga dilengkapi dengan ruang perkantoran, ruang-ruang pertemuan, ruang-ruang kursus, perpustakaan, dan sarana pendukung seperti toko perlengkapan ibadah serta kafetaria.

Kegiatan utama di Vienna Islamic Centre yang paling utama tentu saja sholat fardlu lima waktu dan Jumatan. Adapun kegiatan pengajian juga digelar rutin mingguan untuk berbagai tingkatan mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan para bapak. Di samping kegiatan utama, di pusat Islam ini juga terdapat program kursus baca-tulis Al Qur’an dan kelas bahasa Arab. Di samping tokoh Islam lokal, Vienna Islamic Centre juga digerakkan oleh para pendatang muslim yang kebetulan berada di Vienna dalam rangka pekerjaan ataupun melanjutkan studi.

MasjidVienna2Dalam kesempatan akhir di Vienna, saya berkesempatan mengikuti sholat Jumat di Masjid Vienna Islamic Centre. Hari Jumat itu memang saya sengaja mengagendakan diri untuk mencari jejak Islam di Kota Vienna. Dengan kereta api S-2, saya berangkat dari Stasiun Rennweg. Pada waktu itu saya belum tahu jika Vienna Islamic Centre hanya dilalui kereta U-6. Setelah turun di Stasiun Floridsdorf, saya berasumsi ada trem ataupun bus yang bisa mengantar ke alamat Venna Islamic Centre. Maka setelah turun dari kereta, sayapun bertanya ke bangian informasi di stasiun. Dari petugas saya disarankan untuk keluar gedung stasiun, jalan lurus sejajar rel kereta api dan belok kiri. Cukup jalan kaki, tidak perlu naik bus.

Akhirnya sayapun menelusuri jalan sebagaimana disarankan petugas tersebut. Sebuah jalan yang sunyi senyap saya lewati. Sangat sepi dan jarang ada orang yang melewatinya. Di tengah perjalanan, saya sempat ragu dengan keterangan petugas tersebut. Jika mengacu ke peta yang ada di tangan, sebenarnya tidak terlampaui sulit mencapai Vienna Islamic Centre. Tetapi ini kok malah mblasuk di jalanan yang membuat selintas saya berpikir bahwa saya bakalan tersesat. Terlebih lagi siang itu suasana Kota Vienna berkabut dengan suhu udara di bawah 10 oC. Seharusnya jika cuaca tidak berkabut, menara masjid Vienna Islamic Centre sudah bisa dilihat dari kejauhan dan bisa menjadi acuan arah melangkahkan kaki. Dalam batin saya hanya membisikkan, “Gusti, hari ini kembali hambamu ingin menjumpai-Mu di rumah-Mu yang di kota ini. Mohon tuntunlah langkah kaki ini.”

Bisikan dalam hati tersebut sekaligus juga sebagai penguat untuk meyakinkan diri bahwa Tuhan menyertai setiap langkah kaki dalam perjalanan pencarian diri-Nya ini. Dan semoga setiap langkah kaki kanan semakin menambahkan pahala, sementara langkah kaki kiri sebagai pengurang dosa.  Dengan demikian, sejauh apapun jarak yang akan tertempuh senantiasa menyertakan hikmah untuk sebuah proses pematangan dan pendewasaan iman. Sebuah danau kecil sempat saya lewati. Danau Donau Waisser namanya. Di dalamnya terdapat wahana hiburan dan wisata air yang cukup mempesona. Dari titik perempatan di bawah jalan layang jalur kereta api, saya terus melangkah lurus ke depan.

MasjidVeinna1Akhirnya setelah berjalan lebih dari setengah jam, mungkin melampaui jarak 3 km, jalanan lurus tersebut justru berakhir. Wuaduuh, saya sempat mengira jalanan tersebut merupakan jalan buntu. Tetapi rupanya terdapat jalan cabang mengarah ke sisi kanan yang tepat sembunyi di bawah jalur rel kereta api. Sayapun berbelok mengikuti jalanan ini. Di depan nampak seorang bapak yang juga berjalan pelan dan nampak terseok-sepk oleh uzurnya umur panjang. Jalanan tersebut semakin menanjak, juga semakin menikung ke arah kiri. Hingga akhirnya, subhanallah, nampak di depan sana sebuah menara dan kubah masjid berwarna hijau. Itulah tujuan perjalanan saya kali ini. Sayapun lega dan gembira, bahwa saya sudah berada di arah dan jalan yang benar.

Tepat di persimpangan jalan terpampang penunjuk arah bertuliskan Islam Zentrum. Tepat di sisi kiri terdapat sebuah pelataran yang di tepiannya terdapat tenda-tenda penjual makanan. Di pelataran tersebut sedang disibukkan dengan aktvitas para pengurus menggelar alas dan tikar untuk persiapan sholat Jumat. Rasa-rasanya seperti persiapan Sholat Ied di lapangan-lapangan kita pada saat menjelang hari raya. Saat itu baru sekitar pukul 12.15 waktu setempat, sedangkan waktu Dzuhur jam 12.39. Suasana memang masih sedikit sepi. Jadi masih tersedia waktu beberapa saat yang bisa dimanfaatkan untuk melihat kanan-kiri dan mengambil beberapa foto.

MasjidVienna4  MasjidVienna3

Setelah menunggu beberapa lama di ruang utama sholat, ibadah Jumatan dimulai tepat pukul 12.50. Muadzin segera mengumandangkan adzan dan khotibpun naik ke mimbar setelahnya. Khotbah disampaikan dalam bahasa Arab yang membahas seputar pengamalan ikhlas dalam beribadah. Setelah khotbah pertama usai, seorang penerjemah menyampaikan terjemahan khutbah ke dalam bahasa Jerman. Dan rangkaian khutbah diakhiri dengan doa dari sang khotib. Iqamat dikumandangkan dan jamaahpun menata barisan dengan rapi, rapat dan lurus. Sholat Jumat kali itu terasa sangat berbeda karena untuk pertama kalinya saya menjalani ibadah Jumatan di tempat yang terjauh dari kampung halaman.

Usai sholat, jamaahpun bergegas bubar. Ketika saya kemudian keluar dari ruang utama dan tiba di halaman masjid, subhanallah, ternyata jamaah sangat penuh hingga meluber ke halaman masjid. Suasana yang sebelumnya sunyi senyap nampak semarak dengan jamaah yang saling bersalaman, bertegur sapa dengan sesama saudara seimannya, bercengkerama, seolah forum Jumatan menjadi semacam wahana perjumpaan setelah dalam keseharian ummat Islam tersebut sibuk dengan aktivitas masing-masing dan jarang berkesempatan untuk bertemu. Suasana benar-benar bagaikan bubaran Sholat Ied di negeri kita.

MasjidVienna5  MasjidVienna6

Pada saat saya meminta salah seorang sedulur untuk mengambilkan foto di depan prasasti Vienna Islamic Centre, dua orang bapak menghampiri saya. Mereka mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri berasal dari Malaysia. Salah satu diantaranya bernama Ncik Daud. Mereka menghampiri saya karena membaca tulisan pada tas kantung yang saya bawa, yang kebetulan bertuliskan Kementerian Luar Negeri RI. Kamipun sempat berbincang sejenak sebelum akhirnya berpisah masing-masing.

MasjidVienna7Sejenak kemudian saya mengabadikan momentum hari itu melalui jepretan mata kamera saku saya. Pada saat berada di pertengahan pelataran masjid, saya melihat sosok ibu-ibu yang sempat bareng satu pesawat ketika berangkat ke Vienna tempo hari. Akhirnya saya menghampiri Ibu Desi, seorang dosen Kimia di ITB yang kebetulan tengah menghadiri sebuah konferensi di Bratislava. Ia kebetulan datang ke tempat itu bersama dengan salah seorang mahasiswanya yang tengah melanjutkan studi di Vienna. Sejenak kami larut dalam perbicangan yang akrab sebelum akhirnya kami berpisah.

Dari sekian pengamatan saya sepanjang hadir di Vienna Islamic Centre ini, saya bisa menangkap sedalam-dalamnya aura kekuatan iman dari para jamaah. Meskipun mereka minoritas di negeri tersebut, namun mereka mendapatkan kepastian hak yang dijamin pemerintah untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan imannya. Semangat hidup rukun, saling toleransi tentu tercermin dan menjelma menjadi kebersamaan yang harmonis dan dinamis. Nikmat apalagi yang paling luar biasa bagi seorang hamba Allah selain nikmat Islam, iman dan ikhsan. Subhanallah, inilah salah satu cahaya Islam di sudut kota jantung Eropa yang sebagian warganya justru beragama lain.

Di samping area Vienna Islamic Centre, di Vienna juga tersebar beberapa masjid yang lain ataupun prayer room, seperti dapat dilihat pada daftar berikut:

  • 1020 Wien Kuba Sebastian Kneipg. 13/2 Tel. 726 70 33 
  • 1020 Wien Albanische Camii Obere Donaustraße 7
  • 1020 Wien Schura Moschee Lassallestraße 2
  • 1020 Wien Hidaya Moschee Praterstraße 52 Tel. 214 62 91
  • 1020 Wien Ahmet Yesevi Taborstr. 108/3 Tel. 212 47 08
  • 1020 Wien Union Islamischer Kulturzentren in Österreich Springerg. 1 
  • 1020 Wien Verein Dachorganisation Türkische Kultur- und Sportgemeinschaft in Österreich Jägerstr. 33/6 Tel. 334 98 90
  • 1030 Wien Haci Bayram Keinergasse 18 Tel. 713 78 64
  • 1050 Wien Muradiya Embelg. 44 Tel. 544 93 76
  • 1050 Wien Nizami Alem Ocagi Arbeitergasse 48 Tel. 967 19 42
  • 1050 Wien Baitul Mukarram Moschee Schönbrunner Str. 85 Tel. 544 05 51
  • 1050 Wien Yeni Ayasofya Hofmühlg. 19/4 Tel. 59 52 290 
  • 1060 Wien Islamisches Zentrum Mollardgasse Tel. 50 597 7065
  • 1060 Wien Gazi Husrewbeg Garbergasse 7 Tel. 596 04 86
  • 1060 Wien Islam. Hilfs.-u. Kultur Verein Medine Neustiftgasse 186/3
  • 1070 Wien Fatih Schottenfeldgasse 71/1 Tel. 523 03 75
  • 1090 Wien Gebetsraum AAI Türkenstraße 3 
  • 1090 Wien Gebetsraum AKH Währingergürtel 18-20
  • 1100 Wien Anadolu Pernerstorferg. 57/27 Tel. 602 02 96
  • 1100 Wien Baitul Muhtadin Götzgasse 11/2 Tel. 607 12 14/34
  • 1100 Wien Bosnisches Islamisches Zentrum Buchengasse 44
  • 1100 Wien Hamidiye Ettenreichgasse 38 Tel. 607 33 83
  • 1100 Wien Süleymaniye Quellenstr. 61/1 Tel. 604 47 73
  • 1110 Wien Eyüp Sultan Grillg. 33/1-3 Tel. 749 21 07
  • 1120 Wien At-Tauhid Muerlingergasse 
  • 1120 Wien Bilal Habasi Niederhofstraße 9 Tel. 810 4715
  • 1120 Wien Hatib Schönbrunnerstarße 177 Tel 813 12 29
  • 1140 Wien Bayezit Reinlgasse 29a Tel. 985 31 21
  • 1140 Wien Takva Sebastian Kehlg. 9 Tel. 982 39 40
  • 1150 Wien As-Salam Dieffenbachgasse
  • 1150 Wien Aziziye Plunkerg. 14/1 Tel. 983 49 48
  • 1150 Wien Union Islamischer Kulturzentren in Österreich Pelzgasse 9 Tel. 983 12 95
  • 1150 Wien Ibn Taymiya Moschee Löschenkohlgasse 34 Tel. 983 79 54
  • 1160 Wien Ebu Baker Haberlgasse 21 Tel. 481 67 80
  • 1160 Wien Hicret Wendg. 5/3 Tel. 494 23 05
  • 1170 Wien Sultanahmet Thelemanngasse 8/4 Tel. 408 42 19
  • 1170 Wien Ahl ul Bait Pezzlgasse 58
  • 1170 Wien Selguklu Tauberg. 21/1 Tel. 481 42 82
  • 1170 Wien Osmanli Marieng. 8 Tel. 489 68 48
  • 1180 Wien Yeni Gentzgasse 74 Tel. 478 00 39
  • 1200 Wien Akabe Salzacherstraße 32/2 Tel. 330 72 46
  • 1200 Wien Selimiye Rauscherstraße 20 a Tel. 330 72 46
  • 1200 Wien ATIB Moschee Dammstraße 37 Tel. 334 62 80
  • 1210 Wien Islamisches Zentrum Am Hubertusdamm 17-19 Tel. 2933194
  • 1210 Wien Union Islamischer Kulturzentren in Österreich Staudg. 60 Tel. 405 00 70

Vienna, 26 Oktober 2013

Catatan:

Foto pertama diambil dari sini.

Daftar masjid atau prayer room diambil dari PPI Austria.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Cahaya Islam di Sudut Kota Vienna

  1. Evi berkata:

    Dengan adanya Masjid dan islamic center, muslim di jantung Eropa gak merasa begitu asing ya, Mas,.

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Betul sekali mbak, justru pelan tapi pasti komunitas mereke berkembang dan semakin banyak masyarakat setempat yang semakin mengenal Islam.

      Suka

  2. abdulloh berkata:

    boleh mnta no hp nya mas?saya pengn sharing tentang vienna, kebetulan saya sudah dapat aceptance letter dari professor di university of vienna, tinggal apply beasiswa-nya kerjasama Indonesia-Austria(081327041497)

    Suka

    • sang nanang berkata:

      monggo mas Abdulloh kontak di 081513699374, tapi saya sendiri hanya sekedar singgah di Vienna lho (jadi serba terbatas pengetahuan ttg Vienna). Namun demikian, ada beberapa kontak person di sana yang mungkin nanti bisa dikontak-kontak….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s