Vienna, Kota Tua di Jantung Eropa


Beverde1Vienna, disebut juga Wien, Viene, Viden, atau Wina merupakan ibukota Negara Austria di belahan jantung benua Eropa. Konon cikal bakal kota ini telah ada semenjak era sebelum Masehi. Pada jaman Kekuasaan Turki Usmani menancapkan kekuasaan hingga belahan Eropa, Austria merupakan sebuah kerajaan yang sangat besar dan berpengaruh di Eropa Timur. Ratu Maria Theresa merupakan ratu yang dikenal sangat kuat pengaruh kekuasaannya dan memiliki anak-anak sejumlah 13 orang.

Diantara beberapa putrinya kemudian menikah dengan Raja Prancis dan Polandia yang menjadikan terbentuknya persekutuan kerajaan adikuasa yang sangat kuat di Eropa. Pada saat pasukan Turki mengepung kota Vienna untuk beberapa lama, bahkan mereka telah membuat terowongan bawah tanah yang langsung ditanami bom di beberapa sudut benteng, ternyata keadaan justru berbalik dimana pasukan Turki justru di kepung dari dua arah sekaligus, sisi dalam benteng oleh pasukan Austria, dan sisi luar benteng oleh pasukan gabungan Jerman dan Polandia. Akibatnya Turki mengalami kekalahan total, bahkan Jenderal Kara Mustafa Pasha tewas dengan penghinaan sebagai penjahat perang. Saat itu adalah tahun 1683, tahun dimana tidak pernah ada lagi ekspansi Kesultanan Turki Ottoman ke wilayah Eropa.

 Beverde3 Beverde2

Konon kemenangan pasukan Austria atas Turki menginspirasi dibuatnya roti croissant yang berbentuk bulan sabit, lambang dari Kesultanan Turki Ottoman. Dengan memakan roti tersebut, masyarakat setempat mengibaratkan mereka tengah memakan Islam dengan bulat-bulat penuh kemenangan. Pada saat salah satu putri Ratu Maria Theresa yang bernama Marie Antonette menikah dengan putra mahkota Perancis, ia senantiasa menyuguhkan roti croissant pda setiap perjamuan dan pesta. Maka seiring dengan waktu, roti croissant lebih dikenal berasal dari Perancis.

Dalam perkembangan selanjutnya, Kekaisaran Austria-Hungaria mengalami kemunduran dan perpecahan internal. Satu per satu induk kerajaan memerdekakan diri sekaligus melepaskan diri menjadi kerajaan tersendiri. Walhasil, Austria semakin mengalami penyempitan wilayah. Di dasa warsa awal abad 20, tewasnya Franz Ferdinand, salah satu pangeran Kekaisaran Asutria-Hungaria menjadi pemicu terjadinya Perang Dunia I. Terdapat tiga kekuatan besar yang saling berhadapan untuk menanamkan kekuasaannya di Semenanjung Balkan, yaitu Austria, Rusia, dan Serbia. Kondisi ini semakin memperlemah Austria.

Bervede4

Sejarah Vienna sebagai ibukota kekaisaran Hofburg atau Habsburg, tentu saja hampir sama panjangnya dengan keberlangsungan kekaisaran di atas. Dengan demikian, bersama dengan perjalanan sejarahnya yang sudah teramat panjang, Vienna tentu saja merupakan sebuah kota yang telah berusia sangat panjang. Vienna adalah kota tua.

Tua bukan berarti tidak bernilai. Ibarat pepatah semakin tua semakin jadi, segala bangunan peninggalan kekaisaran dari masa ke masa justru dilestarikan hingga masa kini. Dari satu titik ke titik lain tengah kota banyak bertebaran istana ataupun kastil bekas rumah tinggal para pangeran dan kerabat istana. Diantara bangunan istana yang masih anggun dari masa ke masa, sebut saja nama Istana Schoenbrunn yang menjadi ikon Kota Vienna yang didirikan Ratu Maria Theresa, Istana Hofburg, Istana Kunshistorische dan Naturhistorische. Bangunan rumah penduduk dan perkantoran modernpun masih mengadopsi dan mempertahanankan bangunan bergaya raccoco.

Beverde4Di Vienna juga mash banyak bangunan gereja dari masa pertengahan yang hingga kini juga masih tegak berdiri penuh kekhusukan. Secara garis besar model arsitektur gereja di Vienna dapat dibedakan menjadi dua aliran gaya. Aliran pertama sering disebut sebagai aliran gothic dengan ciri gereja yang memiliki menara-menara tinggi pencakar langit. Menurut kepercayaan ummat Kristiani, semakin tinggi bangunan gereja, maka akan semakin dekat manusia dengan Tuhannya. Adapun aliran gaya yang kedua adalah gaya arsitektur baroque.  Gaya baroque bercirikan bangunan gereja yang memiliki kubah yang sangat mirip dengan masjid-masjid di Timur Tengah. Bisa jadi orang Islam bisa terkecoh dengan gereja bergaya baroque dan mengiranya sebagai masjid, tetapi satu ciri utama perbedaan yang sangat signifikan adalah pada puncak gereja bergaya baroque ditandai dengan keberadaan tanda salib. Tentu saja sangat berbeda dengan kubah masjid yang kebanyakan dipuncaki dengan tanda bulan bintang ataupun tulisan Allah.

Gedung dan sarana pertunjukan musik klasik juga telah turut mewarnai perjalanan kota ini. Banyak musisi klasik kenamaan lahir dan besar di Vienna. Sebut saja diantaranya Schubert, Johan Strauss I, dan Brahms. Bagi Mozart dan Beethoven, Vienna menjadi kota yang membawa mereka ke puncak karir hingga menjadi legenda musik klasik yang abadi dari generasi ke generasi hingga kini. Hal inilah yang menjadikan Vienna mendapat julukan sebagai ibukota musik barat, khususnya musik aliran klasik.

Modernitas sarana dan prasarana kota tidak dengan serta merta menggusur dan menghilangkan yang serba tua. Bangunan tua di Vienna seolah tidak kalah pamor dibandingkan tingginya gedung pencakar langit yang dibangun dengan segala kelebihan kemodernannya. Segala yang tua justru semakin langka, unik dan menjadi bernilai klasik. Dan anehnya, hal inilah yang justru menjadi daya tarik kota Vienna bagi para pelancong asing. Setiap tahunnya tidak kurang dari 7 juta wisatawan mengunjugi dan singga di Vienna.

Beverde5

Dalam hal pelestarian bangunan tua dan cagar budaya, Vienna memang sangat patut diacungi jempol. Komitmen semua pihak, baik pemerintah, komunitas, maupun masyarakat secara umum turut mengambil bagian untuk bersama-sama mempertahankan keaslian wajah kota di masa lalu. Hal inilah yang mendorong PBB melalui UNESCO memberikan pengakuan bahwa Vienna merupakan cagar budaya yang diakui oleh dunia.

Pengalaman perjalanan sejarah Vienna bisa menjadi cermin bagi kota-kota di tempat ataupun negara lain, mengenai bagaimana memadukan harmonisasi antara nilai modern dan tradisi dalam arti yang seluas-luasnya. Semua kembali kepada manusia sebagai makhluk yang dianugerahi Yang Maha Kuasa dengan akal pikiran, budi dan daya untuk selalu menggali sejarah guna diambil sari pati hikmahnya demi kemaslakhatan kehidupan manusia di masa depan yang lebih hakiki. Dan ternyata dari kegiatan pelestarian tradisi dan peninggalan sejarah masa lalu juga dapat mendatangkan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Vienna, 21 Oktober 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Raya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s