Taman Meteorologi Bogor


Meteorologi mungkin sudah sedikit alrab di telinga masyarakat awam.  Meteorologi memang tidak terlampau meleset jika dikaitkan dengan kata meteor. Bahkan seorang anak kecil sangat paham bahwa meteor merupakan benda langit yang melintas di lapisan angkasa bumi dan tatkala jatuh ke tanah disbeut sebagai meteorit. Meteor yang melintas pada waktu malam seringkali terlihat memiliki ekor cahaya yang sangat panjang sehingga orang juga menyebutnya sebagai bintang berekor.

Darmaga1 Darmaga2

Secara agak lebih ilmiah, meteorologi merupakan sebuah cabang ilmu yang mengamati unsur-unsur cuaca harian. Unsur tersebut meliputi diantaranya parameter suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan dan arah angin, curah hujan, radiasi matahari, termasuk perawanan. Pengukuran parameter cuaca biasanya dilakukan di suatu stasiun pemantau cuaca atau stasiun meteorologi. Salah satu stasiun meteorologi Kelas I yang dimiliki Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah Stasiun Klimatologi Darmaga di pinggiran Kota Bogor.

Bogor semenjak dahulu kala dikenal sebagai Kota Hujan. Bukan sebuah isapan jempol disebut demikian karena rata-rata curah hujan normal di wilayah ini berada di atas rata-rata curah hujan daerah lain di Indonesia. Bisa dikatakan tidak pernah dijumpai fenomena Bogor tanpa hujan dalam jangka waktu lebih dari 10 hari.  Kondisi ini praktis menjadikan Bogor sebagai wilayah yang tidak mengenal siklus musiman, tidak ada musim hujan ataupun musim kemarau. Kenapa hal demikian bisa terjadi? Menurut para ahli di BMKG hal tersebut semata-mata murni karena kondisi topografi wilayah Bogor yang sangat khas dipagari beberapa gunung.

Darmaga3  Darmaga4

Pengamatan cuaca pada sebuah stasiun meteorologi memerlukan persyaratan-persyaratan yang sudah terstandar secara ingternasional. Pemilihan titik lokasi stasiun pengamatan, kondisi taman alat, kelengkapan perlengkapan, metodologi pengamatan, tenaga pengamat (observer) dan prakirawan (forcaster) semuanya mengacu kepada standar World Meteorology Organisation (WMO). Sebuah stasiun pengamatan cuaca harus berada pada daerah dataran dengan bentangan terbuka yang cukup luas. Tidak boleh ada bangunan tinggi atau pepohonan tinggi yang dapat mengganggu pengamatan arah dan kecepatan angin.

Stasiun Klimatologi Dermaga memiliki perangkat alat pengamatan yang cukup lengkap, baik yang bekerja secara manual maupun otomatis. Lima buah termometer sangkar digunakan untuk pengamatan temperatur udara, temperatur maksimum dan minimun harian, serta penguapan pada lima ketinggian yang berbeda, mulai 50 cm, 2 m, 4 m, 7 m, dan 10 meter. Di samping unsur temperatur udara, untuk pengamatan klimatologi juga dilakukan pengamatan suhu permukaaan tanah berumput dan tanah gundul. Pengukuran temperatur dilakukan dengan menggunakan termometer air raksa dan alkohol. Untuk pengamatan arah kecematan angin dipergunakan anemometer cup counter pada lima ketinggian yang sama.

Darmaga7 Darmaga8 Darmaga9

Untuk pengamatan curah hujan dipergunakan penakar hujan Hillman dan Observatorium. Adapun pengamatan lamanya penyinaran dan intensitas radiasi matahari harian dilakukan dengan Campbell Stokes dan Actinograph.  Sedangkan untuk mengetahui besarnya penguapan yang terjadi dilakukan pengamatan menggunakan Gun Bellani dan panci penguapan.

Di samping pengamatan unsur cuaca yang dilakukan secara manual, pada stasiun tersebut juga dilengkapi dengan sistem pengukuran otomatis atau Authomatic Weather Station (AWS). Sistem otomatis bekerja secara real time dengan langsung melakukan pengamatan dan perekaman data. Namun demikian, sistem ini hanya bersifat sebagai pembanding dari hasil pengukuran yang dilakukan secara manual. Selanjutnya hasil pengukuran manuallah yang dicatat dan dilaporkan, untuk parameter cuaca synopsis dilaporkan setiap dua jam sekali, sedangkan untuk parameter iklim hanya dilaporkan tiga sehari per tiga jaman.

Darmaga5 Darmaga6

Pengamatan unsur cuaca harian yang penting untuk menunjang aplikasi prakiraan cuaca yang sangat berguna untuk aktivitas kita secara umum, lebih khusus untuk menunjang kegiatan penerbangan udara, dan pelayaran di perairan dan laut. Adapun pengamatan parameter unsur klimatologis berguna untuk menunjang kegiatan pertanian, perkebunan, dll.

Perbedaan nyata antara unsur cuaca dan iklim terletak pada perbedaan durasi atau jangka waktu pengamatannya. Cuaca sendiri didefinisikan sebagai kondisi udara pada suatu tempat pada saat tertentu. Cuaca bersifat sesaat dan sangat lokal. Sedangkan iklim merupakan nilai rerata paramater cuaca dalam jangka waktu panjang (biasanya 30 tahun) dan meliputi daerah cakupan yang lebih luas.

Dermaga11 Darmaga13 Dermaga10

Sungguh beruntung saya mendapatkan kesempatan ikut melakukan pengamatan cuaca di Stasiun Klimatologi Dermaga selama kurang lebih satu pekan penuh. Stasiun pengamatan cuaca semacam di Dermaga ini sebenarnya sangat terbuka dan welcome terhadap kelompok masyarakat manapun yang ingin berkunjung dan turut mendalami hal-ikhwal dan seluk-beluk pengamatan cuaca. Tidak sedikit para pelajar, mahasiswa, bahkan dari kelompok komunitas umum melakukan kunjungan dan pembelajaran di stasiun ini. Stasiun bisa menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara langsung dari penerapannya di lapangan

Bagaimanapun juga alam diciptakan sebagai satu kesatuan kehidupan manusia. Pengenalan dan pendalaman pengetahuan tentang alam akan sangat berguna dalam menunjang setiap aktivitas kita sehari-hari, termasuk diantaranya mengenai parameter cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim merupakan salah dua diantara banyak sekali tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Betapa sangat Agung Tuhan menciptakan segala sesuatu tanpa kesia-siaan.

Ngisor Blimbing, 11 Oktober 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Taman Meteorologi Bogor

  1. ikhsan berkata:

    wah, 8 tahun tinggal di Bogor gak tau kalau di daerah Dermaga ada taman Meteorologi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s