Istiqlal, Masjid Kemerdekaan


Jika sebuah kerajaan Islam di masa lalu, dari Demak, Pajang, Mataram, hingga Cirebon maupun Banten memiliki masjid yang berstatus sebagai masjid kerajaan, maka setelah merdeka Negara Kesatuan Republik Indonesia juga memiliki masjid negara. Masjid tersebut bernama Masjid Istiqlal, terletak di sisi timur Kompleks Istana Negara. Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti “merdeka”. Masjid Istiqlal dibangun sebagai perwujudan rasa syukur bangsa Indonesia yang telah mencapai kemerdekaan, lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain.

Istiqlal1

Istiqlal pada awalnya digagas oleh beberapa tokoh Islam terkemuka, seperti KH Wahid Hasyim – Menteri Agama RI saat itu, dan H Anwar Tjokroaminoto – seorang tokoh Partai Syarikat Islam. Gagasan tersebut kemudian didukung penuh oleh Presiden Soekarno. Lokasi pembangunan Istiqlal dipilih di area Taman Wilhelmina yang pada saat itu terdapat bangunan utama berupa Benteng Prince Frederick yang dibangun Belanda pada tahun 1837. Pemilihan ini sengaja sebagai sebuah simbol lenyapnya kekuasaan penjajahan di Indonesia yang direpresentasikan dengan diruntuhkannya benteng tentara penjajah tersebut. Hal ini merupakan perwujudan simbol kemerdekaan, sebagaimana nama Istiqlal yang disandangnya.

Keberadaan Istiqlal banyak menerapkan simbolisasi kehidupan manusia di dunia yang lebih luas. Sebagaimana konsep tata ruang di sebuah ibukota kerajaan Jawa dimana bangunan-bangunan kepemerintahan dan pendukungnya dibangun mengitari sebuah alun-alun utama dengan keraton di sisi selatan, masjid di sisi barat, pengadilan atau kejaksaan di sisi timur, dan pasar sebagai pusat perekonomian di sisi utara, Bung Karno mengindentikkan Lapangan Monas sebagai alun-alunnya Jakarta. Meskipun tidak mengadopsi secara penuh konsep tata ruang, posisi Masjid Istiqlal sedikit banyak menyesuaikan dengan tata ruang yang sebelumnya telah ada. Semangat utama adalah mempersatukan simbol-simbol politik, agama, kepemerintahan, militer, bahkan perekonomian dalam satu kawasan terpadu sebagai perwujudan pilar kehidupan sebuah negara yang semuanya harus seiring dan sejalan, dibangun secara bersama-sama.

Istiqlal2 Istiqlal3

Istiqlal juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan anak bangsa dalam sebuah keragaman suku bangsa, adat istiadat bahkan agama yang terjalin dalam sebuah keharmonisan di atas rasa toleransi. Posisi pintu gerbang utama Istiqlal sengaja berhadap-hadapan dengan Gereja Katedral Jakarta. Demikian halnya dalam sejarah pembangunannya, justru rancangan bangunannya dibidani oleh Frederick Silaban, seorang arsitek yang beragama Kristen Protestan yang memenangkan lomba dengan Bung Karno sendiri selaku Ketua Dewan Juri. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, semua anak bangsa, tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan memiliki hak dan kewajiban yang sama selaku warga negara dengan mengedepankan rasa toleransi demi terwujudnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam urusan ritual agama dan keyakinan, satu sama lain harus taat dalam koridor “lakum dinukum waliyadiin”, bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

Bedug1 Istiqlal6 Istiqlal5

Masjid Istiqlal menempati lahan seluas kurang lebih 9,32 ha. Struktur bangunan utama masjid bergaya minimalis, namun menerapkan prinsip kemodernan. Unsur minimalis banyak diterapkan dengan dominasi bentuk-bentuk struktur bangunan yang sederhana, berupa kotak, persegi, kubus, lingkaran, dan bola yang sengaja dibuat dalam ukuran raksasa sehingga mengesankan kemegahan. Bahan bangunan didominasi dengan struktur keramik pualam pada lantai, dinding, maupun lapisan luar pilar-pilar pada koridor yang mengelilingi bangunan utama. Bahan lain yang juga mendominasi adalah baja tahan karat atau stainless steel. Konon dulu Bung Karno memang mewanti-wanti untuk tidak menggunakan kayu dalam berbagai struktur ataupun kerangka bangunan masjid. Maka mulai dari kusen, partisi, relung-relung, pagar, termasuk pelapis kubah dan tiang utama, semuanya terbuat dari stainless steel.

Istiqlal9 Istiqlal8

Bangunan masjid terdiri dari dua tingkatan struktur, yaitu bagian dasar dan ruang utama masjid. Bagian dasar berfungsi sebagai sarana dan prasarana pendukung, seperti tempat wudhu, toilet, perkantoran berbagai organisasi keislaman, perpustakaan, hingga sekolah islam. Adapun tingkat dua yang dihubungkan dengan tangga di setiap pintu masjid, terdiri atas ruang utama masjid, selasar dan halaman luar. Ruang utama masjid yang dipergunakan untuk sholat memiliki luasan 100 x 100 meter persegi. Di bagian tengah ruang tersebut, berdiri kokoh 12 soko guru atau tiang utama setinggi 60 m yang menyangga kubah utama dengan diameter 45 m yang memiliki puncak berupa bulan bintang. Di sisi timur kubah utama juga terdapat kubah pendamping yang lebih kecil berukuran diameter 8 m. Angka 12 melambangkan tanggal 12 Rabi’ul Awwal sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedangkan 8 dan 45 menyimbolkan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Istiqlal7Di samping pada lantai utama, kapasitas jamaah di ruang utama juga ditambah dengan tempat sholat pada 5 tingkatan selasar yang berada di sisi utara, timur dan selatan. Angka 5 tersebut merupakan perlambang sholat lima waktu, rukun Islam, sekaligus Pancasila sebagai dasar Negara kita. Keberadaan ruang utama dan ruang dasar, dua kubah di atap masjid, juga mengandung makna dualisme yang ada di alam semesta yang senantiasa berpasang-pasangan. Ada langit-bumi, dunia-akhirat, lahir-batin, lelaki-perempuran, kaya-miskin, dan lain sebagainya. Semua dua namun menjadi satu, sebuah perpaduan dwitunggal. Adanya satu dan lainnya saling melengkapi serta tidak terpisahkan. Hal ini sekaligus perwujudan hubungan hablum minnallah yang harus serasi, seimbang dan berpadu dengan hablum minannas. Sebuah kesempurnaan Islam yang mengatur segala bidang kehidupan manusia secara komprehensif.

Adapun di sudut tenggara bangunan Istiqlal berdiri dengan gagah sebuah menara tunggal sebagai simbol tegak dan lurusnya ketauhidan ummat Islam. Menara tersebut memiliki tinggi 66,66 m dengan puncak kuncup menara setinggi 30 m. Angka tersebut masing-masing merepresentasikan jumlah surat dan juz yang terkandung di dalam Al Qur’an, kitab suci ummat Islam. Dari menara inilah mengalun dengan indah suara adzan yang memanggil jamaah untuk melaksanakan sholat lima waktu di setiap harinya. Melengkapi Masjid Istiqlal, di sisi barat daya, tergantung dengan anggunnya sebuah bedug berukuran raksasa dengan diameter lebih dari 2 m, terbuat dari kayu meranti merah yang berasal dari Kalimantan yang konon memiliki usia lebih dari 300 tahun.

Bedug2 Istiqlal4

Masjid Istiqlal dengan kapasitas 120 ribu jamaah merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi kebanggan kita bersama. Pernahkan Anda menikmati keheningan dan kekhusyukan suasana bersembahyang di Masjid Istiqlal? Jika belum, suatu saat Anda harus menyempatkannya dan rasakan kedamaiannya, khususnya dalam suasana Ramadhan.

Lor Kedhaton, 15 Juli 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Istiqlal, Masjid Kemerdekaan

  1. Agus Mulyadi berkata:

    Njur kelingan biyen ngglandang nang Jakarta, meh turu ng Istiqlal, jebul buka’e mung nganti jam 10 bengi….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s