Menulis Itu Soal Niat


TIPS MENULIS KANG PRATITIS(1)

Menulis1Menulis sesungguhnya adalah sebuah aktivitas  melahirkan atau “memfisikkan” apa yang kita batin di hati dan pikiran. Bisa saja dua kesatuan atau dwitunggal antara lahir dan batin ini kita kaitkan dengan beberapa nama Allah dalam Al Asmaul Husna-Nya yaitu adz dzahiru wal bathinu, Yang Maha Lahir dan Maha Batin. Dengan demikian menulis menjadi sebuah lelaku, suatu tindakan nyata yang memiliki dimensi yang terlalu sangat luas untuk sekedar digambarkan dengan kata-kata.

Karena menulis adalah suatu tindakan nyata, maka menulis tidak perlu dikupas panjang lebar dan terlalu ribet mengenai bagaimana cara ataupun tips-tips menulis yang baik dan enak dibaca. Sebagaimana pendapat beberapa penulis ternama, bagaimana menulis yang baik, ya menulislah, lakukan saja, kerjakan saja, menulis dan terus mencoba menulis.

Just write, do it! Kelihatannya sangat teoritis, bahkan mungkin terlalu abstrak. Meskipun ada model baku suatu tulisan yang dapat dikategorikan sebagai sebuah tulisan yang baik, namun kegiatan tulis-menulis sebenarnya memberikan keluasan dan keleluasaan berekspresi bagi penulis. Maka tips menulis yang baik adalah menulislah dan terus menulis, mencoba dan terus mencoba, dapat dimaknai sebagai suatu proses dinamis untuk menemukan sebuah pola menulis yang paling sesuai, paling nyaman, dan paling mewakili karakter masing-masing penulis. Trial and error! Sebuah proses yang bisa jadi tidak pernah mengenal kata selesai.

Ah, saya tidak bisa menulis! Bagaimana mungkin seseorang di masa kini yang telah melek huruf dan mengenyam pendidikan tidak bisa menulis? Semenjak mengenal bangku taman kanak-kanak bukankah kita sudah diajarkan tulis baca?

Ah, saya tidak memiliki bakat menulis! Seseorang dengan bakat menulis yang baik, yang sudah terbawa sejak lahir, mungkin dapat mengasah bakat, mengembangkan teknik dan keahliannya untuk menghasilkan tulisan yang baik dengan lebih mudah. Tetapi menurut saya, bakat bukanlah segala-galanya dalam proses kreativitas menulis. Artinya tanpa bakat kepenulisan apakah bisa menjadi penulis yang baik? Ya, sebuah keahlian pada prinsipnya bisa dilahirkan, dimunculkan, meskipun tanpa benih bakat bawaan. Bagaimana caranya? Melalui proses pembelajaran dan pembiasaan!

Jadi kemampuan menulis tidak selalu tergantung kepada bakat. Faktor niat dan tekad yang kuat bisa menjadi energi pemacu seseorang untuk mulai menulis, menulis dan terus menulis, dan seiring berjalannya waktu maka seseorang tersebut akan menemukan tekniknya sendiri dalam menghasilkan karya tulisan yang  semakin bagus dan semakin bermutu. Ibarat ajaran agama menggariskan, inna a’malu bin niyat. Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niatnya masing-masing. Niat menjadi faktor pijakan sebuah perbuatan yang sangat penting, termasuk dalam hal kepemulisan.

Mitos saya tidak bisa menulis, bahwa saya tidak memiliki bakat menulis, menulis itu sangat sulit, dan lain sebagainya sesungguhnya menjadi penjara psikis yang menjadi penghambat utama seseorang untuk mulai menulis. Maka untuk meluruskan niat mulai menulis, mitos sesat ini harus dipecahkan, harus dihancurkan, harus dijauhkan dari pikiran otak kita. Menulis lebih sebagai tekad kuat untuk menancapkan niat daripada menyandarkan diri kepada bakat! Dengan keyakinan baru ini, menulis sesungguhnya menjadi sebuah ilmu dan seni yang bisa dipelajari dan dikuasai oleh siapapun yang mau berproses menjalaninya. Niat menjadi modal utama untuk mulai menulis.

Jika Thomas Alva Edison harus mengalami kebelum-berhasilan hingga ratusan kali sebelum akhirnya ia bisa menciptakan sbeuah bola lampu, maka kitapun tidak perlu untuk menjalani proses pencarian dan penggalian keahlian menulis kita. Menulislah, terus menulis, tetap menulis! Tanpa mengenal lelah dan tak habis-habis. Anda tentu akan menjadi penulis yang eksis dengan karya-karya tulis yang fantastis.

Ngisor Blimbing, 5 Juli 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Sastra dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s