Demokrasi Indonesia


Pertaruhan Besar Bangsa Indonesia di Tahun 2014 (1)

garuda-2-jpgDemokrasi telah kita sepakati bersama sebagai mekanisme berpolitik dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sistem tersebut merupakan sintesa hasil pergulatan ijtihad yang sangat panjang dari para tokoh pendiri bangsa. Demokrasi secara sederhana dapat dirumuskan sebagai perwujudan kekuasaan pengambilan keputusan dengan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Secara spesifik demokrasi yang dirumuskan melalui Konstitusi Negara UUD 1945 adalah Demokrasi Pancasila.

Meskipun sistem demokrasi secara keilmuan banyak digagas oleh para pemikir barat, namun sistem Demokrasi Pancasila lebih dominan diwarnai dan dijiwai dengan nilai positif yang telah ada di tengah bangsa Nusantara. Nilai-nilai tersebut berakar dari adat-istiadat dan tradisi, nilai kearifan lokal, hingga nilai-nilai religiositas dari berbagai agama maupun kepercayaan yang ada. Nilai musyawarah, keguyuban, gotong-royong, toleransi, saling asah asih dan asuh, menghormati hak dan kewajiban, menjunjung tinggi kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi merupakan beberapa contoh nilai yang mewarnai Demokrasi Pancasila.

Gagasan besar mengenai Demokrasi Pancasila yang luhur sesungguhnya tidak terlepas dari perjalanan kesejarahan bangsa Indonesia yang sudah sangat panjang. Semenjak masa Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Sriwijaya, Kahuripan, Kediri, Singosari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram Islam, dan dinasti kerajaan yang tidak mungkin disebutkan satu per satu, bangsa di persada Nusantara sudah memiliki dorongan untuk bersatu. Sumpah Palapa yang diikrarkan Maha Patih Gadjah Mada, tan amukti palapa lamun durung amusti Nuswantara, selanjutnya menjadi inspirasi semua anak suku bangsa mengikrarkan Sumpah Pemuda, satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

Pasca Proklamasi Kemerderkaan 17 Agustus 1945, beberapa rejim pemerintahan telah silih berganti memegang kekuasaan negara. Demokrasi yang diterapkanpun tidak lepas dari intepretasi masing-masing penguasa. Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi memiliki tafsir tersendiri atas Demokrasi Pancasila. Di masa Orde Reformasi kini, penerapan demokrasi dalam pemerintahan dimanifestasikan dalam pemilihan wakil rakyat, dan pemilihan langsung para pemimpin pemerintahan, mulai presiden, gubernur, hingga bupati/walikota secara lebih langsung, umum, bebas, rahasia, ditambah dengan jujur dan adil.

Setelah berakhirnya masa Orde Baru, bangsa Indonesia sepakat untuk melakukan reformasi total terhadap segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Spirit utama reformasi adalah terbentuknya tata pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi, dan nepotisme. Di samping itu, pola kekuasaan pemerintah yang sentralistik juga diubah dengan sistem yang lebih terdesentralisasi dengan memberikan otonomi daerah yang lebih luas. Dengan pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip good government dan clean governance, pencapaian masyarakat yang adil dan makmur diharapkan akan lebih cepat terwujud.

Bagian Pertama tulisan yang diikutkan dalam “The International Articles Writing Competion yang diselenggarakan PCIM Rusia.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Demokrasi Indonesia

  1. giewahyudi berkata:

    Makin ke sini demkrasi kok makin membuat Indonesia lemah ya secara ekonomi dan politik..

    Suka

    • sang nanang berkata:

      mungkin karena demokrasi kita hanya sekedar meniru luar negeri, sedangkan karakter dan jati diri bangsa justru semakin luntur mas….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s