Berkunjung ke Museum TNI Satria Mandala


Museum adalah bangunan penampung sisa-sisa masa lalu. Masa lalu adalah bagian perjalanan hidup yang sudah tidak akan kembali lagi. Satu abad, satu dasa warsa, satu windu, satu tahun, satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam, satu menit, bahkan satu detik yang lalu adalah bagian dari masa lalu. Masa lalu kemudian menjadi bagian dari sejarah kehidupan. Sejarah menjadi sangat penting bagi perjalanan manusia di masa depan karena sejarah merupakan landasan dan pijakan manusia untuk menjalani hari ini dan merencanakan kehidupan di masa depan. Maka benarlah ungkapan Bung Karno yang menyatakan “Jas merah, jangan pernah melupakan sejarah!

SM1

Salah satu museum yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia adalah Museum Satria Mandala. Setahu saya ada dua museum milik TNI yang sama-sama bernama Satria Mandala, satu berada di Yogyakarta dan satu lagi berada di ibukota Jakarta. Museum Satria Mandala Jakarta berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Museum ini berdampingan dengan Kantor Pusat LIPI dengan ciri keberadaan sebuah roket yang menjulang seolah menantang langit di samping sebuah pesawat helikopter bekas. Tentu keberadaan museum yang sangat strategis ini sangat mudah untuk diakses dan dikunjungi dari berbagai sudut kota Jakarta.

Melalui gerbang utama di sisi kiri pelataran, pengunjung dapat memasuki Kompleks Museum Satria Mandala yang dikelola oleh Pusat Sejarah TNI ini. Dengan harga tiket masuk yang super murah, yaitu Rp. 2.500,- untuk pengunjung dewasa dan Rp.1.500,- untuk anak-anak, sebenarnya tidak akan merugikan siapapun yang memiliki minat besar untuk berkunjung dan belajar in museum ini.

SM2 SM3

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat dapat memarkirkan kendaraan di sisi pelataran tengah yang rindang dan luas. Halaman utama museum terbagi menjadi dua pelataran. Pelataran depan merupakan antar muka antara dunia luar yang dilintasi Jalan Gatot Subroto dan kompleks museum. Di pelataran yang berumput tipis ini terdapat sebuah roket peluru kendali yang berukuran panjang lebih dari 8 m. Bersebelahan dengan roket tersebut terdapat pesawat helikopter bekas milik TNI AU.

SM4

Dari sisi tengah area parkir kendaraan pengunjung, terdapat jalur utama masuk ke bangunan utama museum. Di sisi kanan dan kiri secara simetris terdapat pelataran dengan hamparan rumput hijau yang sangat terpelihara. Mengapit di tengah hamparan rumput hijau nampak dua buah meriam bekas dengan khas warna hitam gelapnya. Menambah keindahan pelataran ini, di sudut sisi utara terdapat repikla Kapal Perang RI Macan Tutul yang dikomandani Komodor Laut Yos Sudarso dan tenggelam di Laut Arafura pada saat pembebasan Irian Barat dari Belanda.

SM5 SM6

Memasuki gedung utama museum, pengunjung akan diarahkan ke sisi kiri untuk memasuki ruang diorama pertama. Di ruangan ini terdapat berbagai macam pataka, lambang-lambang kesatuan TNI, tanda kebesaran, berbagai lencana maupun bintang penghargaan, hingga tanda-tanda kepangkatan ketentaraan dan lambang-lambang Kodam di seluruh RI dari masa ke masa. Di ruang ini pula terdapat berbagai benda atribut yang dikenakan oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman sewaktu melakukan perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda I dan II. Di salah satu sisi dinding terpampang foto para mantan panglima tentara, semenjak jaman APRI, ABRI, hingga TNI dari masa ke masa.

Beralih ke lantai bawah yang dihubungkan dengan sebuah tangga turun, pengunjung diajak memasuki ruang pamer senjata. Di ruangan ini dipajang aneka ragam senjata api, baik yang berasal dari rampasan tentara Jepang maupun Belanda, termasuk juga sentaja yang dimiliki TNI di masa awal kemerdekaan RI. Ada beragam pistol, senapan manual dan otomatis, alat pelontar granat maupun roket, hingga berbagai ukuran meriam. Di dalam ruangan ini, tidak ada larangan bagi pengunjung untuk menyentuh maupun memegang peralatan pameran yang ada sehingga banyak dari pengunjung yang memanfaatkannya untuk berfoto ria dengan berbagai gaya ekspresi.

SM7 SM8 SM9

Keluar dari ruang diorama pertama, terdapat koridor perantara yang akan membawa pengunjung ke sisi belakang kompleks museum. Di bagian ini terdapat dua buah gedung yang masing-masing memiliki koleksi peragaan benda sejarah yang berbeda. Salah satu diantaranya menyimpan berbagai penggambaran peristiwa-peristiwa pemberontakan yang pernah terjadi dan merongrong kewibawaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Diantara peristiwa pemberontakan yang mendapat perhatian besar di museum ini adalah pemberontakan DI/TII yang dipimpim oleh SM Kartosuwiryo di Jawa Barat. Pesan moral terdalam dari penggambaran pemberontakan tersebut adalah bahwa setiap tindakan pengkhianatan terhadap cita-cita bangsa hanya akan menimbulkan kesengsaraan diantara sesama anak bangsa, serta melahirkan sebuah kesia-siaan semata.

SM10 SM11

Adapun di sisi halaman samping dan belakang museum, juga menjadi ruang pamer yang tidak kalah menariknya untuk diamati, terlebih bagi anak-anak. Di sisi utara museum, terdapat beberapa barisan tank-tank berlapis baja yang menjadi tulang punggung kekuatan persenjataan tentara kita. Tank-tank tersebut kebanyakan merupakan tank buatan luar negeri yang merupakan modal awal alutsista negara kita. Diantara bentuk tank yang unik adalah sebuah tank yang berbentuk laksana muka gajah yang lengkap denga telinga lebar dan belalai panjang yang merupakan moncong tank yang dapat melontarkan tembakan maut yang membahayakan. Ada pula koleksi tank yang merupakan tank amfibi milik TNI AL yang dapat melakukan penyusupan dan pendaratan di lepas pantai.SM12

Sedangkan halaman belakang museum, koleksi benda peraga yang ada didominasi dengan aneka ragam pesawat udara yang memperkuat jajaran TNI AU. Ada sebuah pesawat helikopter super puma yang biasa mengangkut tentara maupun logistik perang. Ada juga aneka pesawat terbang tipe capung berukuran kecil yang hanya mampu membawa satu orang awak pesawat saja. Di bagian tengah deretan pesawat terdapat sebuah pesawat berbadan lebar yang merupakan pesawat penumpang pertama yang dimiliki negara RI, yaitu pesawat Seulawah. Konon pesawat tersebut merupakan hadiah dari rakyat Aceh untuk mendukung dan sekaligus sebagai bukti kesetiaan Aceh terhadap perjuangan NKRI. Melengkapi koleksi pesawat, ada juga pesawat tempur pembom yang dihiasi moncongnya dengan lukisan mulut dan gigi seekor hiu pemburu. Inilah pesawat yang diberi nama Mustang.  SM13

Berderet di sebelah bangunan mushola, terdapat tiga buah kendaraan yang sangat berjasa pada awal masa kemerdekaan. Ada sebuah ambulan yang banyak dipergunakan untuk menolong korban luka-luka di medan Perang Kemerdekaan dan sebuah sedan kenegaraan yang dulu pernah menjadi mobil dinas Presiden RI Pertama. Tepat di sisi tengah-tengah, berdiri gagah di atas duah buah besi sejajar yang berfungsi sebagai rel adalah sebuah tank berlapis baja yang dipergunakan untuk mengawal kereta api jalur Bandung hingga Banjarpatroman pada masa terjadinya pemberontakan DI/TII di daerah Tasikmalaya dan Garut.

SM14

Museum yang terbuka untuk umum ini tergolong sepi dari keramaian pengunjung. Sesekali museum ini diramaikan oleh kunjungan rombongan para pelajar dan siswa dari luar kota yang mengadakan study tour. Jika Anda memiliki komitmen untuk selalu mengenang, menghayati dan mewariskan nilai-nilai kesejarahan, kepahlawanan, rasa nasionalisme dan patriotisme kepada adik-adik, anak-anak, maupun cucu-cicit di masa mendatang, tidak ada salahnya jika mengunjungi Museum Satria Mandala ini. Sangat disayangkan jika uang negara yang telah dialokasikan untuk pengelolaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana di setiap museum kita hanya menjadi sia-sia dikarenakan kita tidak peduli untuk mengunjungi dan menggali ilmu di museum-museum kita. Mari kembali berkunjung ke museum.

Ngisor Blimbing, 15 April 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Berkunjung ke Museum TNI Satria Mandala

  1. Hamd Anwar berkata:

    Liputannya menarik sekali mas.. Saya kepengen kesana. Tapi kok jauh ya? 😀

    Suka

  2. Satya berkata:

    Dulu saya pernah kesini mas, sekitar th ’95. Saya paling suka koleksi senjata dri Blok Pakta Warsawa / Sovyet. 🙂

    Suka

  3. arko berkata:

    nice blog mas bro…informatif banget…

    trims mas bro…

    Suka

  4. Bintang Wisata berkata:

    Hallo travelers.. 🙂
    Jika butuh Paket Wisata & Rafting Murah di Bandung, dan Transportasi Mobil, ELF Pariwisata dan Hotel Bandung dengan harga Murah & Berkualitas, tidak lupaa kami juga menyediakan Paket Outbond Ice Breaking, Fun Game, Team Building dan Paket Rafting Situ Cileunca Pangalengan / Sungai Palayangan’ di jamin seruu’ karena memacu adrenalin anda semua 🙂 . Penasaran, dan minat ??! Silahkan hub. Bintang Wisata Tour and Travel, Call 022 6085 1785 / 0813 2289 5099. Klik juga website kami di http://www.bintangwisataindonesia.com .
    #PAKET WISATA RAFTING MURAH Di BANDUNG (Travel Agent Bandung)# 🙂 .

    Suka

  5. annekehardianti berkata:

    wah kemarin saya baru mengunjungi musium ini dan beberapa pesawat lebih banyak di hanggar, sedang banyak perbaikan juga.

    Suka

    • sang nanang berkata:

      moga ke depannya museum tersebut semakin tertata dan terkelola dengan baik mbak, pas saya ke sana….ampun sepinya!

      Suka

  6. Adi berkata:

    Di sini jual spare part helicopeter yang bell 47 nggak ya?

    Suka

    • sang nanang berkata:

      kurang tahu mas Adi, namun bila menilik fungsinya hanya sebatas sebagai tempat koleksi beberapa peralatan perang bekas ataupun replikanya dan tidak memperjualbelikannya…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s